SUKA, AKAN KEHILANGAN MAKNA BILA TIADA DUKA




Terkadang kita selalu hanya sibuk berprasangka buruk atas semua apa yang terjadi dalam kehidupan ini. Bahkan terkadang kita hanya mengeluh dan terus mengeluh saja...
Tanpa kita sadari keluhan itu ternyata hanyalah sebuah bentuk keraguan kita atas kebijaksanaan Sang Ilahi bagi kita...

Sebenarnya apapun perkara yang telah kita hadapi, patutlah di syukuri dan menerima dengan lapang dada setiap bentuk kehidupan yang menderah atas diri kita, baik suka maupun duka,. Sebab apapun yang terjadi, semuanya atas kehendak Sang Ilahi, dan bukan hanya didalam suka saja, didalam duka pun sarat dengan pesan Sang Pencipta yang tersirat untuk kita, agar lebih bijak dalam memahaminya....
Mungkin untuk saat ini kita tidak tahu nilai baiknya dari setiap duka yang kita alami,. Tapi yakinlah suatu saat nanti pasti kita akan tahu nilai baiknya dari setiap duka yang pernah kita alami...

Jadi Sobat,.! Jangan pernah mengeluh & berprasangka buruk akan hal yang datang menimpah dalam kehidupan kita masing-masing,. Belajarlah memahami setiap pesan dari Sang Ilahi dibalik kehidupan suka maupun duka,. Nanti disitu akan kita temui sebuah nilai kebaikan yang sungguh luar biasa dari rencana-Nya bagi kita.

Menerima akan duka sama seperti menerima suka. Sebab ini adalah dua sisi kehidupan yang tak bisa dipisahkan. Artinya disetiap ada suka disana pun juga akan ada duka yang menunggu. Begitu juga sebaliknya,. sebab suka akan kehilangan makna bila tiada duka...!
Jadi, jangan terlalu bahagia disaat mengalami suka dengan euforia yang berlebihan, sebab duka pun juga selalu menunggu disana. Begitu juga sebaliknya,. Jangan terlalu bersedih disaat mengalami duka. Sebab suka pun selalu ada menunggu disana...!

Semoga bermanfaat,..!
Share:

JANGAN MENYAKITI ORANG LAIN, BILA ANDA TAK INGIN TERSAKITI




Dari setiap KESALAHAN dan KEJAHATAN yang kita lakukan akan menimbulkan rasa takut, rasa malu, rasa cemas dan kegelisahan serta penyesalan yang menghantui kita......
Kadang rasa bersalah yang kita dapatkan tidak sebanding dengan kesalahan yang kita lakukan...
Coba renungkan, disaat kita menyakiti orang lain berarti kita telah menyakiti diri kita sendiri, karena kita dibebani dengan rasa bersalah...!

Mungkin selama ini kita hanya selalu meminta maaf dan minta ampun pada TUHAN dan orang yang telah kita sakiti atas kesalahan yang telah kita lakukan....!
Mungkin kita lupa, seharusnya kita juga minta maaf pada diri kita sendiri, sebab setiap kesalahan yang kita lakukan membuat diri kita menjadi tersakiti dan menderita...
Dan ini bukan hanya sekedar minta maaf pada diri kita sendiri tapi kita juga harus berjanji pada diri kita sendiri kalau kita tak akan mengulangi kesalahan dan tak akan menyakiti diri kita lagi....!

Belajarlah dari kehidupan ini,bahwa tak ada satupun didunia ini yang lebih menyiksa selain rasa bersalah yang menimbulkan penyesalan yang berkepanjangan...
Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam bertindak. Hindarilah setiap kesalahan walau sekecil apa pun...!

Semoga bermanfaat...!
Share:

AKAN LEBIH SAKIT JIKA TAK MAU BERUBAH - FILOSOFI ULAT KEPOMPONG




Dikisahkan ada sekelompok ulat sedang membelah dirinya menjadi kepompong dan berusaha keluar dari cangkangnya yang kelak menjadi seekor kupu-kupu. Perjuangan ulat itu tidaklah mudah. Hari demi hari dilaluinya untuk berproses bersama teman-teman ulat lainnya.
Ulat-ulat itu ingin sekali menjadi kupu-kupu yang indah, yang mampu beterbangan di taman dan menghinggapi bunga-bunga serta mengisap sari bunga dan dapat menghibur pengunjung taman  dengan warna-warnanya yang indah beterbangan di udara.

Disuatu pagi, tampak seseorang petani ulat hendak memanen ulat-ulat dipeternakannya. Ditengah kerja keras ulat-ulat itu berusaha melarikan diri dari cangkangnya, ternyata petani menariknya dan memasukkan semua ulat-ulat yang belum membelah diri menjadi kepompong kedalam air panas. Rasa sakit yang tak terkira dirasakan oleh ulat-ulat itu. Sudah ditarik lalu dimasukkan kedalam air panas. Lama-kelamaan sekumpulan ulat-ulat itupun akhirnya mati. Setelah ditiriskan dan di jemur, sore harinya petani membersihkan ulat-ulat itu dan memisahkan gulungan putih yang melekat disetiap ulat. Melihat hal tersebut sahabat-sahabat ulat lain yang berada ditempat berbeda dan belum dipanen merasa cemas. Sirna sudah impian mereka untuk menjadi kupu-kupu yang indah yang dapat terbang kesana-kemari karena mereka pun akan mengalami nasib yang sama.

Sesudah serat-serat itu terkumpul, diproseslah menjadi bahan pakaian yakni kain sutra indah dan mahal harganya yang berguna melindungi tubuh dengan kenyamanan dan kelembutan kainnya. Memang ulat-ulat itu tidak menjadi kupu-kupu yang indah yang dapat terbang bebas kesana-kemari, namun mereka justru memberikan nilai berbeda karena justru hasil panennya menghasilkan benang-benang sutra yang halus dan bermanfaat bagi manusia.

Nah, sahabat pembaca sekalian..!? Bagaimana mungkin kita mengubah sesuatu jika kita tidak mengubah diri kita sendiri terlebih dahulu. Jika kita ingin mengubah lingkungan ataupun sistem menjadi baik, maka dari kita sendirilah yang harus berubah menjadi baik dulu sebelum kita memasukkan nilai-nilai kebaikan pada lingkungan ataupun sistem . Mau kita berubah atau tidak alam ini pasti akan berubah dengan sendirinya cepat atau lambat, karena alam ini juga menjaga keseimbangan.

Perubahan itu menyakitkan dan proses perubahan itu juga sangat menyakitkan. Namun akan lebih sakit lagi jika kita tidak berubah karena pasti cepat atau lambat keadaan akan memaksa kita untuk berubah. Bukan hanya ulat saja yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu tetapi manusia juga mengalaminya. Kehidupan memang seringkali tidak seperti apa yang diinginkan. Terkadang apa yang kita inginkan dibelokan dan dijauhkan untuk kita berputar terlebih dahulu dengan mengalami berbagai macam hal dalam kehidupan. Dibalik itu semua ada zat yang maha tinggi yang mengatur kita semua, yaitu Tuhan.

Tuhan yang dapat mengetahui apa yang lebih baik bagi diri kita dan ia sudah merencanakannya untuk diri kita melalui jalan seperti apa, karena diri kita hanya melihat sebatas apa yang bisa kita lihat saja. Namun bukan berarti apa yang kita perjuangkan dan kita impikan tidak akan selalu tercapai, ingatlah bahwa Tuhan sesuai dengan prasangka hambanya dan mulai hari ini Anda berprasangka baiklah kepada Tuhan, katakan rencanamu agar Tuhan mendengar permintaanmu dan fokuslah kepada apa yang ada di depanmu saat ini. Berubahlah bukan karena paksaan tapi karena memang keharusan untuk dapat memberikan kemanfaatan bagi orang lain.

Semoga bermanfaat,..
Share:

"Melatih Diri Berprinsip Positif pada Kebenaran"




Kebenaran sangat erat kaitannya dengan kejujuran. Ada banyak kendala jika kita ingin menjadi orang yang benar dan jujur. Sulitnya dalam menegakkan kebenaran disebabkan adanya pihak yang tidak ingin kebenaran itu terungkap. Padahal kita dianjurkan oleh Sang Pencipta untuk berkata-kata dengan jujur, walaupun sepahit atau seburuk apapun konsekuensi yang nanti diterima. Hendaklah kita selalu mengungkapkan hal yang benar, baik itu hal yang kecil sampai yang terbesar sekalipun meski ada yang harus kita tanggung di kemudian hari. Sebagaimana prinsip yang diajarkan dalam tuntunan agama islam oleh Rasulullah Saw bersabda, "Siapa yang melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, ubahlah dengan lisan. Jika tidak mampu, ubahlah dengan hati dan itulah selemah-lemah iman." membela kebenaran adalah ciri umat Rasulullah Saw. Beliau pernah bersabda, "Akan ada senantiasa kelompok dari umatku yang membela (kebenaran) hingga ketetapan Allah datang kepada mereka dalam keadaan menang". (HR Al Bukhari dan Muslim)

Dalam perjalanan hidup ini setan selalu terus berusaha menjerumuskan manusia agar melakukan semua perbuatan yang melampaui batas, salah satunya termasuk menegakkan kebenaran itu sendiri. Jika setan telah menguasai diri seseorang, tentu yang ada perbuatannya akan berlandaskan hawa nafsunya sendiri, dan yang pasti akan banyak orang-orang yang menjadi korban fitnahannya ataupun tindak kekerasan dari dirinya.

Oleh karena itu, berprinsiplah yang teguh dan jadikan diri kita seorang yang berani menegakkan kebenaran dengan jalan yang lurus. Namun perlu di ingat jangan sampai menegakkan kebenaran tertanam suatu rasa kebencian dalam hati. Sebab dengan kebencian dapat merubah prinsip kebenaran itu sendiri, sehingga membuat kita bersikap tidak adil. Bukankah berlaku adil itu lebih dekat dengan takwah...?

Sebetulnya kunci dari kebenaran itu sendiri adalah berbuat baik dan berlaku adil kepada siapapun. Namun sayangnya tidak banyak orang yang dapat melakukan itu, mereka lebih cenderung mengedepankan hawa nafsu setan sehingga mereka tidak dapat bersikap adil dalam menegakkan kebenaran.
Semoga kita senantiasa menjadi hamba Allah yang menegakkan kebenaran , Aamiin....

Semoga bermanfaat,...
Share:

MUHASABAH DIRI ~ MENUJU CINTA ILAHI




Tidak perlulah Anda kelihatan Cantik atau Tampan untuk menarik Perhatian Manusia.
Tidak perlu juga Anda menjadi selebriti untuk mendapatkan perhatian dan kasih Manusia.
Sebab CINTA MANUSIA sangat TIDAK ADIL, Sobat...!?
Buktinya apabila kamu telah melakukan 99 kebaikan dan 1 kesalahan,... Maka Manusia hanya akan melihat 1 sisi kesalahan itu dan lupa dengan semua 99 kebaikan Anda, sobat...!?

Berbeda dengan cinta Allah,. 99 kali Anda berbuat Dosa Kepada-Nya dan sekali Anda bertaubat, Maka Allah akan melihat taubat yang 1 itu, dan mengampuni serta melupakan segala 99 Dosa Anda lainnya....

Oleh karena itu,Sobat......!?
Carilah "CINTA ILAHI" dan pasti Anda akan menjumpai CINTA yang HAKIKI...

Semoga bermanfaat...

Share:

Pembelajaran Kisah Gagal Mendarat Seorang Penerjun Payung Profesional ~ FILOSOFI




Sebuah perkampungan kecil di wilayah sulawesi utara di kejutkan dengan adanya seorang penerjun payung gagal melakukan pendaratan, dimana parasut yang digunakannya nyangkut di kabel listrik yang membentang di antara tebing jurang yang lumayan sangat dalam. Setelah beberapa jam menunggu, tim penyelamat pun datang dan akhirnya penerjun payung tersebut berhasil di selamatkan.

Para warga kampung sekitar yang melihat kejadian ini sebagian orang pada tertawa dan sebagian orang juga merasa iba, bahkan disitu sudah hadir beberapa wartawan yang meliput kejadian tersebut. Setelah berhasil diselamatkan, penerjun payung ini menceritakan kronologis kegagalan pendaratannya kepada wartawan, bahwa dirinya lepas kendali oleh kencangnya tiupan angin. Padahal Ia adalah seorang penerjun payung profesional yang sudah banyak menoreh prestasi melakukan penerjunan namun baru kali ini Ia gagal melakukan pendaratan.

Nah, Sobat pembaca...! Dari kisah kronologis penerjun payung di atas dapat memberikan suatu pembelajaran berarti bagi kita, bahwa sehebat apapun kita kelak nanti akan menemui kegagalan, seperti kata pepatah sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat pasti akan jatuh juga. Namun yang lebih miris lagi jika kita adalah seorang yang profesional atau berpredikat ahli dibidang yang kita tekuni, lalu melakukan suatu kesalahan fatal, maka akan menjadi bahan tertawaan orang.

Hal yang lebih penting dari kisah diatas bahwa target utama seorang penerjun payung bagaimana bisa mendarat sempurna dengan selamat ke titik daratan yang ditentukan meski harus menghadapi rintangan menundukan kencangnya tiupan angin. Sama halnya dengan kita hidup dan bekerja pasti memiliki target yang ingin dicapai sehingga harus berkutat dengan segala aral yang ada. Oleh karenanya penting bagi kita selalu berdoa dan berharap ridho dari Sang Ilahi untuk melapangkan segala usaha yang kita lakukan agar terkabulkan. Sebab ikhtiar sangat dibutuhkan mencapai target yang di inginkan serta memasrahkan segalanya atas kehendaknya.

Terkadang apa yang kita anggap baik untuk kita, belum tentu baik dimata Sang ilahi. Kita hanya bisa berusaha sebisa mungkin, dan biarkan semua berjalan sesuai prosesnya. Sebab usaha tak akan membohongi hasil. Semoga kita termasuk orang-orang yang berhasil.

Semoga bermanfaat...
Share:

DAHSYATNYA KEKUATAN DOA ~ KISAH CERITA RENUNGAN




Disebuah tempat yang berada di padang gurun, hidup sebuah keluarga yang di karuniahi seorang anak dengan tubuh normal tanpa cacat sejak lahir. Sejak berusia 4 tahun anak itu mengalami penurunan pada penglihatannya. Dimana kedua bola matanya mengalami bayangan berganda dan lama kelamaan penglihatannya semakin memburuk dan akhirnya ia mengalami kebutaan saat berusia 5 tahun.

Awalnya kedua orangtuanya melihat penurunan penglihatan anak ini disebabkan karena kecapean main. Namun melihat kondisi ini, sehingga orangtuanya segera membawanya ke dokter untuk diperiksa agar diberikan pengobatan sesuai dengan penyakit mata yang di alami anak mereka.
Setiap hari mereka memeriksakan demi mengetahui perkembangan mata dari anaknya, tapi tidak membawakan hasil, dan dokter pun tidak bisa mengobati dikarenakan ilmu kedokteran saat itu belum mampu menemukan solusi penyakit mata yang di alami anak itu.

Mereka pun pulang dengan penuh rasa kekecewaan yang mendalam, sang anak ini mendengar isak tangis kedua orangtuanya da ia berkata "Ayah ibu, saya ikhlas dengan mata ini tidak bisa melihat lagi asalkan ayah dan ibu tidak menangis seperti sekarang". Mendengar ucapan sang anak, justru semakin menjadilah tangis kedua orangtuanya. Mereka memeluk erat anak itu dengan penuh kasih sayang sambil melihat matanya dan terus membayang ucapan anak itu yang ikhlas menerima apa yang menimpahnya. Kedua orangtuanya hanya bisa berdoa sepanjang malam untuk anak mereka.

Demi kesembuhan dan masa depan anak yang sangat mereka cintai, setiap malam mereka selalu berdoa tiada henti dan tidak lepas satu malam pun. Hari terus berjalan dan tak terasa sudah setahun anak ini mengalami kebutaan yang membuatnya harus beraktifitas dirumah, itupun dibantu orangtuanya karena dia belum terbiasa dengan keadaan yang dialaminya.

Suatu ketika ayah dan ibunya teringat akan ucapan anaknya bahwa dia telah ikhlas menerima semua ini, entah kenapa didalam hati kedua orangtuanya terasa seperti tercambuk dengan apa yang diucapkan anaknya kala itu. Lalu tanpa disadari sudah hampir tiga tahun mata anak ini mengalami kebutaan dan tidak pernah lepas satu malam pun kedua orangtuanya selalu berdoa untuk kesembuhan anaknya. Namun dimalam itu hati kedua orangtuanya berkecamuk amat luar biasa hingga mereka merasakan sesak saat bernapas dan kedua orangtuanya mengerjakan sholat tahajud meminta hal yang sama dan mengatakan. "Ya Tuhan, kami ikhlas dengan segala ujian dan cobaan dari-Mu melalui anak kami".

Mereka berdua teridur bersama diatas sajadah selepas sholat tahajud yang mereka laksanakan. Ibu ini bermimpi ada seseorang yang datang padanya saat dia berada dirumah dan orang ini mengatakan dalam mimpinya bahwa besok hari kamu dapat menerima kebahagiaanmu kembali.
Ketika hendak bangun untuk sholat subuh, mereka dibuat kaget dengan melihat anaknya berdiri dihadapan mereka.

Kaget karena bagaimana mungkin anaknya bisa sampai ke dalam kamar mereka yang letaknya berjauhan dan berbelok. Anak ini mengatakan aku sudah dapat melihat kembali ibu, tidak tahu kenapa tadi malam mataku terasa berat sekali dan tertidur lebih cepat, aku merasakan ibu dan ayah menangis disebelahku dan ketika aku bangun tiba-tiba aku sudah bisa melihat kembali tapi aku tidak menemukan ayah dan ibu, makanya aku datang kesini.
Kedua orangtuanya menangis seakan tidak percaya bahwa Allah telah mengabulkan doa-doa mereka selama beberapa tahun terakhir ini yang tidak pernah sehari pun putus.

Nah,..Sobat pembaca..! Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak mengenal rasa putus asa, harapan yang selalu dijaga dan doa yang pasti dijawab oleh Allah dengan waktu yang sudah ditetapkan dan tugas kita sebagai manusia hanyalah bersabar menunggu doa tersebut terkabul tanpa mengurangi nilai-nilai ikhtiar yang sudah kita laksanakan selama ini.

Hikmah yang dapat diambil dari kisah ini adalah kekuatan terbesar dari dalam diri manusia adalah kepercayaan dan doanya, diluar upaya yang dilakukannya. Dari kisah ini juga kita diajarkan bahwa manusia hanya bisa berusaha, sekalipun ahli sudah mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin, tapi selalu mungkin bagi Dia sang Maha Pencipta alam semesta ini.
Teruslah berdoa dan berusaha, karena segalanya dijalani ada prosesnya, biarkan Allah yang berkehendak mengabulkannya.

Semoga bermanfaat...
Share:
Copyright © Carbebosnecess | Powered by Blogger Distributed By Protemplateslab & Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com