"Keberanian Mencoba" Membantu Anda Menemukan Potensi Terbaik



Siapa bilang kita tidak punya potensi di bidang bisnis jika belum pernah mencobanya. Siapa bilang kita tidak punya potensi di sepakbola jika belum pernah mencobanya. Siapa bilang kita tidak punya kemampuan berbicara di depan umum jika belum pernah mencobanya. Siapa bilang kita tidak punya potensi menulis jika belum pernah mencobanya. Kuncinya mencoba, mencoba dan terus mencoba. Berani mencoba menjadi pintu gerbang dalam menemukan potensi yang kita miliki.

Memang tidak bisa dipungkiri, kita semua memiliki kecemasan yang sama saat hendak memulai sesuatu yang baru. Bayangan-bayangan negatif terasa lebih dulu menyeruak memenuhi pikiran kita hingga tak jarang membuat kita ragu, apakah akan meneruskan langkah atau berhenti saja. Dan inilah tantangannya. Bagi kita yang ingin meraih sesuatu, keberanian harus kita munculkan. Kita harus menghentikan kecemasan-kecemasan itu. Kita wajib meneruskan upaya kita untuk terus maju ke depan.



Lagi pula, apa untungnya jika kita terus memelihara kecemasan. Bukankah kecemasan hanya akan membuat kita jalan di tempat? Rasanya hidup kita terlalu singkat untuk terlalu khawatir dengan resiko. Di setiap hal resiko selalu ada, bahkan kita berjalan kaki pun punya resiko tersandung. Apalagi tindakan-tindakan besar yang lain. Dengan demikian cukuplah alasan bagi kita untuk mengatasi rasa cemas akan bayangan resiko dimasa depan. Jika cemas dibiarkan ia akan menghalangi kita untuk bertindak. Kecemasan membuat kita tidak berani mencoba. Jika kita tidak berani mencoba, bagaimana bisa kita membuat sebuah pencapaian. Tanpa keberanian mencoba, bagaimana kita tahu bahwa sebenarnya kita mampu melakukan sesuatu atau tidak.

Mengatasi Kecemasan Hidup

Meskipun kecemasan adalah emosi negatif yang sangat merusak, tetap saja ia bagian dari diri kita. Semua orang memiliki kecemasan. Yang bisa kita lakukan adalah menghadapi dan mengendalikan perasaan tersebut dan bukan membuangnya. Sebab, kecemasan tidak mungkin dibuang sama sekali. Lalu, bagaimana menghadapi dan mengatasi rasa cemas itu? Ada beberapa hal yang akan penulis berbagi dibawah ini tentang rasa cemas atau takut. Selanjutnya hal itu bisa digunakan untuk menghadapi dan mengatasi kecemasan kita dalam hidup.

1.  Sebagian besar kecemasan yang kita hadapi, timbul dari perasaan kita sendiri.

Sebenarnya, banyak waktu dan energi yang telah kita buang percuma hanya untuk menanggapi kecemasan. Kenapa? Karena sebagian besar kecemasan yang kita rasakan tidak benar-benar nyata. Kecemasan lebih sering ditimbulkan oleh perasaan kita sendiri.
Kata kunci yang membuat seseorang cemas ialah bayangan buruk akibat pikiran negatif, prasangka melebih-lebihkan dan pola pikir yang terlalu menggeneralisasi. Seringkali, kita terlalu mendramatisir akibat buruk itu. Dengan berpikir positif dan berpikir jernih, seringkali apa yang menakutkan itu tidaklah seseram yang dibayangkan.




2.  Memperkaya Informasi

Untuk meminimalisir kecemasan, salah satu jurus ampuh yang bisa kita terapkan adalah dengan mengetahui sebanyak mungkin informasi mengenai hal yang kita cemaskan. Semakin kita mengetahui kejelasan sesuatu dan mengetahui informasi tentangnya, semakin minim rasa cemas yang akan mempengaruhi kita. Dalam hal ini, jangan biarkan diri kita mendapat informasi yang tidak jelas. Carilah pengetahuan seluas-luasnya dengan sumber yang jelas. Kecemasan kita terhadap sesuatu bisa hilang atau setidaknya dapat berkurang dengan kita mengenal atau menggali pengetahuan yang cukup akan sesuatu tersebut. Misalnya, ketika ada seekor ular mendekati kita, selama kita tidak mengetahui jenis dan bahaya ular tersebut kita akan cenderung takut dan menghindarinya. Tapi ketika ada orang lain yang memberitahu bahwa ular tersebut tidak berbisa dan kita percaya dengannya, maka ketakutan kita akan hilang dengan sendirinya.

3.  Pahami bahwa kecemasan adalah hambatan kesuksesan

Memahami kecemasan adalah hambatan sukses, sudah merupakan sebuah langkah maju. Sebab, pemahaman ini akan membuat kita selalu siap menghadapi dan mengendalikan kecemasan. Kita tidak ingin kecemasan menghalangi langkah kita. Kita tidak ingin kesuksesan yang di idam-idamkan tidak tercapai hanya kita mencemaskan sesuatu yang belum tentu benar akan terjadi.

4.  Impian yang kuat dan besar dapat mengatasi kecemasan

Impian kita adalah salah satu obat kecemasan yang paling efektif. Ia dapat memanasi api keinginan di dalam diri kita sampai kita rela menghadapi dan mengatasi kecemasan. Impian kita akan menolong pergi ke tempat yang menakutkan bagi kita dan melakukan apa yang kita cemaskan. Impian kita dapat memberikan percikan yang akan mengubah kecemasan menjadi api semangat yang berkobar.

5.  Fokus pada apa yang bisa kita lakukan

Berfokus pada apa yang ingin kita raih dapat menekan perasaan cemas. Oleh karenanya tumpuhkan perhatian dan pikiran kita pada apa yang sedang kita lakukan, sehingga segala perasaan cemas yang timbul akibat prasangka buruk dari ketidakmampuan menjadi terbaikan dari pikiran kita. Dengan begitu, akan membuka peluang kita mencapai cita-cita.




Share:

Menyikapi Kelemahan Diri, Menjadikannya Lebih Baik



Banyak memang alasan yang membuat diri kita berhenti bertindak. Ada saja hal yang bisa kita jadikan pembenaran atas kegagalan yang kita alami. Satu yang sering dijadikan alasan itu adalah kelemahan diri.
Kelemahan diri yang dimaksud bisa berbentuk apa saja. Banyak orang berkata, "Saya tidak punya modal". Sebagian yang lain juga mengatakan, "Saya tidak punya waktu yang lebih banyak seperti mereka", "Ilmu Saya dibidang itu masih minim", atau "Fisik Saya tidak mendukung". Dan alasan lain sebagainya.




Intinya kelemahan yang kita miliki sering dipersepsikan sebagai halangan besar untuk melangkah menuju kesuksesan. Tapi sebenarnya tidak ada alasan bahwa kelemahan bukanlah hambatan meraih kesuksesan. Siapa bilang kelemahan dan keterbatasan diri akan menghambat kesuksesan? Yang banyak terjadi sebenarnya, kelemahan hanya dijadikan motif lemahnya kemauan. Padahal setiap kita telah diberikan modal utama sejak lahir, yakni akal dan pikiran yang sama. Namun saja akal dan pikiran itu tidak berkembang baik dalam diri masing-masing kita.

Meskipun disadari bahwa setiap orang memiliki kelemahan, tidak terkecuali para juara namun kelemahan itu tidak untuk diratapi. Para juara memahami kelemahan diri mereka, tapi kemudian melakukan hal-hal terbaik untuk menutupi kelemahan itu. Seperti pemain bintang lapangan sepakbola peraih gelar empat kali berturut-turut yang di sabetnya sebagai pemain terbaik dunia, siapa lagi kalau bukan Lionel Messi. Prestasi yang ia torehkan memang sangat mengagumkan. Betapa tidak rekor demi rekor satu persatu dipecahkannya. Sukses besar orang ini berbanding terbalik dengan fisiknya.

Pria ini memang memiliki kekurangan fisik berupa tinggi badan yang relatif pendek, dibawah rata-rata pemain sepakbola pada umumnya. Suatu kondisi yang sering dianggap sebagai kekurangan di dunia olahraga sepakbola. Tapi soal kepiawaian dalam menggiring sekulit bundar jangan ditanya. Saat ia menggiring bola, sangat sulit bagi lawan untuk merebutnya. Saat diwawancarai oleh banyak media tentang tinggi badannya, Messi pernah menjawab, "Menjadi lebih kecil dari yang lain membuat Saya berusaha menjadi lebih cepat.  Pencemooh, pengkritik dan penentang membuat Saya lebih memiliki tekad dari sebelumnya. Dengan dukungan keluarga, Saya pindah ke spanyol dengan kesempatan bermain untuk Barca. Ini kesempatan menjadi pemain yang selama ini Saya impikan dan bisa Saya alami", Ujar Messi.




Dari kilas cerita diatas sebenarnya dengan sudut pandang yang tepat, kelemahan diri bisa menjadi pemicu semangat kita. Kelemahan tersebut bisa dijadikan titik tolak ukur memicu diri untuk menjadi lebih baik bahkan melampaui kelemahan itu sendiri. Adanya kelemahan seharusnya membuat kita terpacu menggali potensi yang kita miliki. Setiap kita tentu memiliki potensi masing-masing. Sehebat apapun seseorang disuatu bidang, belum tentu lebih hebat dari kita dibidang lain yang lebih kita kuasai.

Jadi, daripada meratapi dan menjadikan kelemahan sebagai alasan, jauh lebih bijak jika kita memacu potensi yang kita miliki. Banyak diantara kita yang selama ini belum benar-benar menyadari potensi diri. Itulah pekerjaan besar yang harus kita lakukan. Terus menggali kelebihan yang kita punya, selanjutnya menjadikan kelebihan itu senjata untuk mencapai tujuan.

Kesuksesan tidak pernah bisa kita raih manakala kelemahan diri menjadi alasan untuk bertindak. Sebagai manusia, tentulah kita tidak bisa melepaskan diri dari ketidaksempurnaan. Karena sejatinya, tidak ada manusia yang sempurna dan kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Yang harus kita miliki adalah sudut pandang positif atas kelemahan yang ada. Kelemahan bukanlah sesuatu yang harus diratapi, justru menjadikan pemicu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi penyuntik semangat kita terpacu dalam menggali berbagai potensi terpendam yang mungkin ada dalam diri kita.




Share:
Copyright © Carbebosnecess | Powered by Blogger Distributed By Protemplateslab & Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com