DAHSYATNYA KEKUATAN DOA ~ KISAH CERITA RENUNGAN




Disebuah tempat yang berada di padang gurun, hidup sebuah keluarga yang di karuniahi seorang anak dengan tubuh normal tanpa cacat sejak lahir. Sejak berusia 4 tahun anak itu mengalami penurunan pada penglihatannya. Dimana kedua bola matanya mengalami bayangan berganda dan lama kelamaan penglihatannya semakin memburuk dan akhirnya ia mengalami kebutaan saat berusia 5 tahun.

Awalnya kedua orangtuanya melihat penurunan penglihatan anak ini disebabkan karena kecapean main. Namun melihat kondisi ini, sehingga orangtuanya segera membawanya ke dokter untuk diperiksa agar diberikan pengobatan sesuai dengan penyakit mata yang di alami anak mereka.
Setiap hari mereka memeriksakan demi mengetahui perkembangan mata dari anaknya, tapi tidak membawakan hasil, dan dokter pun tidak bisa mengobati dikarenakan ilmu kedokteran saat itu belum mampu menemukan solusi penyakit mata yang di alami anak itu.

Mereka pun pulang dengan penuh rasa kekecewaan yang mendalam, sang anak ini mendengar isak tangis kedua orangtuanya da ia berkata "Ayah ibu, saya ikhlas dengan mata ini tidak bisa melihat lagi asalkan ayah dan ibu tidak menangis seperti sekarang". Mendengar ucapan sang anak, justru semakin menjadilah tangis kedua orangtuanya. Mereka memeluk erat anak itu dengan penuh kasih sayang sambil melihat matanya dan terus membayang ucapan anak itu yang ikhlas menerima apa yang menimpahnya. Kedua orangtuanya hanya bisa berdoa sepanjang malam untuk anak mereka.

Demi kesembuhan dan masa depan anak yang sangat mereka cintai, setiap malam mereka selalu berdoa tiada henti dan tidak lepas satu malam pun. Hari terus berjalan dan tak terasa sudah setahun anak ini mengalami kebutaan yang membuatnya harus beraktifitas dirumah, itupun dibantu orangtuanya karena dia belum terbiasa dengan keadaan yang dialaminya.

Suatu ketika ayah dan ibunya teringat akan ucapan anaknya bahwa dia telah ikhlas menerima semua ini, entah kenapa didalam hati kedua orangtuanya terasa seperti tercambuk dengan apa yang diucapkan anaknya kala itu. Lalu tanpa disadari sudah hampir tiga tahun mata anak ini mengalami kebutaan dan tidak pernah lepas satu malam pun kedua orangtuanya selalu berdoa untuk kesembuhan anaknya. Namun dimalam itu hati kedua orangtuanya berkecamuk amat luar biasa hingga mereka merasakan sesak saat bernapas dan kedua orangtuanya mengerjakan sholat tahajud meminta hal yang sama dan mengatakan. "Ya Tuhan, kami ikhlas dengan segala ujian dan cobaan dari-Mu melalui anak kami".

Mereka berdua teridur bersama diatas sajadah selepas sholat tahajud yang mereka laksanakan. Ibu ini bermimpi ada seseorang yang datang padanya saat dia berada dirumah dan orang ini mengatakan dalam mimpinya bahwa besok hari kamu dapat menerima kebahagiaanmu kembali.
Ketika hendak bangun untuk sholat subuh, mereka dibuat kaget dengan melihat anaknya berdiri dihadapan mereka.

Kaget karena bagaimana mungkin anaknya bisa sampai ke dalam kamar mereka yang letaknya berjauhan dan berbelok. Anak ini mengatakan aku sudah dapat melihat kembali ibu, tidak tahu kenapa tadi malam mataku terasa berat sekali dan tertidur lebih cepat, aku merasakan ibu dan ayah menangis disebelahku dan ketika aku bangun tiba-tiba aku sudah bisa melihat kembali tapi aku tidak menemukan ayah dan ibu, makanya aku datang kesini.
Kedua orangtuanya menangis seakan tidak percaya bahwa Allah telah mengabulkan doa-doa mereka selama beberapa tahun terakhir ini yang tidak pernah sehari pun putus.

Nah,..Sobat pembaca..! Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak mengenal rasa putus asa, harapan yang selalu dijaga dan doa yang pasti dijawab oleh Allah dengan waktu yang sudah ditetapkan dan tugas kita sebagai manusia hanyalah bersabar menunggu doa tersebut terkabul tanpa mengurangi nilai-nilai ikhtiar yang sudah kita laksanakan selama ini.

Hikmah yang dapat diambil dari kisah ini adalah kekuatan terbesar dari dalam diri manusia adalah kepercayaan dan doanya, diluar upaya yang dilakukannya. Dari kisah ini juga kita diajarkan bahwa manusia hanya bisa berusaha, sekalipun ahli sudah mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin, tapi selalu mungkin bagi Dia sang Maha Pencipta alam semesta ini.
Teruslah berdoa dan berusaha, karena segalanya dijalani ada prosesnya, biarkan Allah yang berkehendak mengabulkannya.

Semoga bermanfaat...
Share:

TIRULAH HAL YANG BAIK DARI ORANG LAIN




Di kisahkan ada seorang anak yang pintar, lincah, gesit dan energik menyukaii segala aktifitas olahraga. Tinggal di sebuah kampung dekat lapangan tempat bermain anak-anak menjadi hal yang menyenangkan bagi dirinya. Sampai-sampai anak ini hampir mengabiskan waktunya dengan bermain. Hobinya bermain sepak bola. Apalagi kalau lagi liburan sekolah, ia sering bermain sepak bola hingga sore hari menjelang magrib.

Kulitnya putih, tetapi menjadi kecoklatan karena sering bermain di luar untuk olahraga, dan hampir tak ada lelahnya. Suatu hari ia harus bermain sepak bola jam 15:30 di lapangan bersama teman-temannya untuk tanding dengan anak-anak kampung sebelahnya. Anak ini dapat bermain diberbagai posisi, bahkan penjaga gawang. Saat itu mereka kalah telak dari lawannya dengan skor yang cukup telak. Tapi anak ini selalu memperhatikan pergerakan tim lawannya. Ia mengamati bahkan ditengah-tengah pertandingan ia merasa heran mengapa tim lawan dapat bermain begitu bagus dan memiliki pergerakan yang lincah.

Mereka akhirnya pulang ke rumah dengan penuh kekecewaan karena kalah telak dari tim lawan. Sesampainya di rumah, anak ini menceritakan dan menanyakan sesuatu pada Ayahnya. Ia bertanya, "Ayah, tadi Aku tanding sepak bola dengan anak-anak kampung sebelah, tapi tim Aku kalah dan ditengah-tengah pertandingan Aku melihat pergerakan mereka lincah sekali dan sangat bagus. Bagaimana, ya latihannya?" Belum sempat Ayahnya menjawab, Anaknya melanjutkan ceritanya, "Terus mereka juga mainnya kasar dan Aku tidak suka hal itu, tapi tadi kami semua diam saja daripada berantem dan merusak permainan. Tim kami akhirnya kalah 0-5, Ayah?

Ayahnya kemudian menjawab, " Anakku, kamu memang kalah, tapi kamu juga menjadi seorang pemenang karena bisa mengerti bagaimana caranya untuk bermain dengan sportif dan kamu juga dapat melihat mereka bermain lebih bagus dari pada tim kamu. Kamu juga memperhatikan pergerakan mereka lincah dan bisa menjelaskan kepada ayah seperti tadi padahal sedang bermain. Itu merupakan hal yang sangat bagus, Anakku?

Ayah hanya bisa bilang padamu, ambilah yang baiknya dari apa yang kamu lihat dan alami hari ini dalam pertandinganmu dan buanglah hal buruknya seperti bermain kasar. Latih terus skill mu dan fokuslah diri kamu untuk bermain di posisi mana yang kamu sukai. Hingga kamu bisa menjadi ahli di tempat yang kamu sukai dan pimpin tim kamu untuk menang dengan pengamatan kamu.

Nah, sobat pembaca..! Hikmah dari kisah diatas memberi pelajaran dimana kita sering dengan mudah menyalahkan orang lain tetapi tidak banyak dari kita untuk mampu menyalahkan diri kita sendiri jika kita mengalami kegagalan atau kekalahan dalam sebuah kompetisi.
Manakah yang lebih hebat, orang yang menyelesaikan masalah dirinya dengan bantuan orang lain atau orang yang mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi untuk orang banyak? Penulis percaya jawaban Anda pasti orang yang mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi untuk orang banyak.

Setiap masalah ada jalan yang berbeda-beda dalam menyelesaikannya. Jadi gunakanlah penyesuaian masalah Anda. Jika Anda melihat ada orang yang lebih dari Anda, maka jangan iri. Mengapa tidak Anda ambil nilai-nilai yang baik dalam hidupnya dan menghiraukan hal-hal yang buruk dalam dirinya.

Ayo bergerak dari sekarang, dan jadilah ahli dalam bagian atau bidang yang Anda inginkan. Milikilah skill dan asah lah terus skill tersebut hingga hanya Anda yang menjadi expert dibidang tersebut. Tapi ingat,..! Fokus mencari solusi untuk orang banyak. Selamat berjuang dan tetap semangat sobat...!

Semoga bermanfaat
Share:

CERITA MOTIVASI & INSPIRASI RENUNGAN HIDUP ~ Bersyukur Dengan Apa Yang Kita Jalani




Sebuah rumah mewah di kawasan elite, yang rindang pepohonan di halamannya. Seperti biasa dihari libur, keluarga itu berkumpul di beranda belakang rumah. Nampak seorang anak lagi berbincang-bincang dengan Ayah dan Ibunya. Seorang anak bertanya pada Ayahnya, "Ayah... Nenek dulu pernah bercerita kepadaku bahwa kakek dan nenek waktu masih muda sangat miskin, sehingga tidak dapat lanjut menyekolahkan Ayah. Sampai-sampai Ayah juga harus membantu menjual kue ke pasar-pasar. Apa betul seperti itu, Ayah..?

"Memang seperti itulah keadaannya,. Mengapa kau tanyakan itu, Nak...? "Tidak apa-apa Ayah, cuma ingin tahu saja. Tapi Aku membayangkan saja betapa ngeri, yah...? Apakah Ayah pernah menyesali atau mengeluh masa lalu yang serba kekurangan, pendidikan sekolah rendah dan susah begitu?" Lanjut tanya sang Anak.
Ayah menatap anaknya seakan tahu anaknya sedang ingin mempelajari hal baru. Ayahnya menjawab, "Tidak Anakku,.! Ayah tidak pernah menyesali dan tidak akan pernah menukar dengan apapun masa lalu itu. Bahkan sampai saat ini Ayah mengsyukurinya. Karena kalau tidak ada penderitaan seperti itu, mungkin Ayah tidak akan punya semangat untuk belajar dan bekerja hingga bisa berhasil seperti saat ini dan membuat kamu dan ibumu tinggal di rumah yang elite seperti sekarang dengan segala fasilitas serba ada untuk kebutuhan yang kamu inginkan".

Mendapat jawaban demikian, lalu si Anak bertanya lagi, "Kalu begitu, aku tidak mungkin sukses seperti Ayah?" Heran dengan pemikiran anaknya, sang Ayah kembali bertanya, "Kenapa kamu berpikir tidak bisa sukses seperti Ayah?". "Kata Ayah tadi, penderitaan masa lalu yang serba susah yang membuat Ayah berhasil, sedangkan Aku dilahirkan dalam keluarga yang mampu, bahkan saat ini sangat berlebihan segala fasilitas yang aku dapatkan di rumah, sedangkan Ayahku orang sukses. Ayah tidak sekolah tinggi, sementara Ayah menyuruhku kalau bisa sampai S3 dan menguasai minimal tiga bahasa. Kalau aku ingin sukses seperti ayah, tentu tidak bisa. Karena aku tidak hidup susah seperti ayah dulu, dan aku juga tidak pernah tahu betapa menderitanya menjadi orang miskin yang serba kesusahan. Ujar si Anak sambil menatap bangga ayahnya."

Mengetahui pemikiran dan jawaban sang Anak, ayah pun tertawa. "Memang kamu mau jadi anak orang miskin dan jualan kue seperti ayah dulu?" Canda ayah. Digoda sang Ayah, si anak menjawab, "Aku sudah tidak bisa memilih, tapi rasanya kalu bisa memilih pun, Aku memilih seperti sekarang saja. Enak punya ayah dan ibu yang hebat seperti sekarang ini".
Karena itulah kamu harus bersyukur tidak hidup susah seperti ayah dulu. Yang jelas, siapapun orangtua kitadan bagaimana keadaan masa lalu itu, kaya atau miskin, kita tidak bisa memilih. Maka ayah tidak pernah menyesali akan masa lalu itu. Justru ayah bersyukur pada masa lalu yang penuh penderitaan dan dari sanalah ayah dapat belajar bahwa penderitaan hidup dapat membentuk manusia itu mengenal arti kehidupan ini dan ke indahannya. Yang jelas dalam kehidupan ini ada hukum perubahan yang berlaku. Kita bisa mengubah keadaan jika kita mau belajar, berusaha dan berjuang habis-habisan.

Tuhan memberikan kita segala kemampuan dan selalu mengizinkan kita untuk sukses, hanya saja banyak orang tidak mengetahui caranya dan memulainya, menggunakan sebai-baiknya. Dimulai dari keadaan kita saat ini, entah miskin atau kaya niscaya semua usaha kita diberkahi dan kamu pun bisa sukses melebihi ayah saat ini. Ingat,. teruslah berdoa dan berusaha. Belajar dan bekerjalah lebih giat. Jika orang lain bekerja dua kali lipat, maka kamu saat serba berkekurangan harus lima kali lipat atau bahkan sepuluh kali lipat dari orang tersebut. Maka cita-citamu akan tercapai.

Pikiran manusia tidak mungkin mampu menggali dan mengetahui rahasia kebesaran Tuhan. Karena itu, sebagai manusia kita tidak bisa memilih mau lahir di keluarga kaya atau miskin. Jika kita terlahir dari keluarga yang kaya, kita harus mampu mengsyukuri dengan hidup penuh semangat. Sebaliknya demikian. Tuhan pasti akan membantu kita. Ingatlah bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang tanpa orang itu mau berusaha mengubah nasibnya sendiri. Oleh sebab itu, teruslah berjuang, raih kesuksesan dan jangan lupa bersedekah dan berinfak, yah..? Hhhhhmmm...
Share:

Edukasi Kisah Preman Pemalak Pusat Keramaian




Dikisahkan seorang pria brandalan yang dijuluki preman pusat keramaian kota, berusia 28 tahun setiap hari memalak para pedagang dan orang-orang sekitar yang tiap ditemuinya. Para pedagang dan orang tersebut merasa ketakutan jika berhadapan dengannya. Dengan tampang sangar, tubuh tinggi besar, bertato dan terdapat bekas luka jahitan yang sudah sembuh dibagian tubuhnya lebih membuat orang gemetar bahkan tak mampu berkata-kata selain menuruti semua permintaannya.

Suatu ketika ada seorang kakek bersama cucunya dari kampung membawa dagangan berupa hasil perkebunan untuk di jual di pusat kota keramaian itu. Cucu si kakek ini kira-kira berusia delapan belas tahun. Setiap harinya sang cucu selalu setia menemani kakeknya berdagang di pusat keramaian kota itu. Hampir setiap hari dagangan sang kakek dan cucunya laris diborong pembeli.

Tiga bulan menjelang kemudian, sang kakek dan cucunya merasa lahan jualannya terlalu kecil, sementara barang dagangan hasil perkebunan dari kampung semakin banyak dibawah mereka untuk dijual dikota itu, sehingga sang kakek memutuskan untuk membeli lahan baru dan dijadikannya sebuah toko jualan hasil perkebunan. Hasil kerja keras sang kakek dan cucunya ternyata membawa berkah yang berlimpah. Banyak para langganannya antri membeli dagangannya tersebut, sampai-sampai ada yang iri dengan usaha si kakek yang semakin melejit.

Suatu ketika kabar itu sampai ke sang preman penguasa pusat kota. Sang preman pun turun lapangan, tapi tak langsung memalak si kakek dan cucunya itu, Sang preman hanya mengintai dan memastikan kabar yang di dengarnya. Tiga hari kemudian sang preman mulai melancarkan agresinya memalak sang kakek dan cucunya. Seketika para pembeli kocar-kacir lari menghindar melihat kedatangan sang preman dan anak buahnya masuk ke toko sang kakek. Suasana yang tadinya ramai pembeli di dalam toko itu, kini berubah menjadi sepi dan tegang. Dasar orang kampung yang tak kenal dengan pria sangar, berbadan tinggi besar, bertato dan ditakuti semua orang di pusat kota itu, Sang kakek terkejut lantas berkata, "Wahai anak muda, ada apa ini..! mengapa kau merusak dan mengobrak-abrik semua dagangan ini.?" Berikan Aku jatah lima ratus ribu hari ini sebagai uang wajib setor, karena kamu telah berdagang di tempat ini, kata si preman.
Sang kakek tersenyum, "sekiranya kamu datang dengan baik-baik tanpa merusak dan mengobrak-abrik dagangan ini, Saya tidak akan pernah memberimu sejumlah uang yang kau minta. Apalagi kamu sudah merusak dagangan ini..!" lawan sang kakek.

Mendengar jawaban sang kakek seperti itu, sang preman naik pitam dan mencekik leher sang kakek, sambil mencabut celurit dari balik punggungnya dan di arahkan ke wajah sang kakek. "Jika kamu tak memberi uang setor untuk ku, tak segan-segan akan ku habisi nyawa kamu kakek tua..!" tandas sang preman.
Melihat sang kakek terancam nyawanya, sang cucu mencoba melerai dan memberikan uang jatah untuk preman itu sesuai yang diminta. Saat itupun suasana menjadi teduh dan para preman itu langsung berlalu.

Dari kejadian itu, sang preman semakin sering datang ke toko sang kakek menagih jatah, bahkan jatah dinaikkan sampai sejuta setiap hari. Hingga akhirnya dagangan sang kakek dan cucunya menjadi sepi pelanggan. Semua penghasilan yang didapat hari ini menjadi jatah setor untuk sang preman,.
Sebulan dari kejadian itu, Sang cucu terpikir ide solusi untuk masalah ini. Dengan sedikit uang sisa simpanan tabungan mereka mulai menggagas ide yang kiranya dapat mengatasi masalah ini. Dagangan sang kakek dan cucunya mulai berangsur dikunjungi banyak pelanggan. Seiring dengan itu juga, jatah setor untuk preman masih dilakukannya,. Hingga suatu ketika sang preman dengan anak buahnya mendatangi toko sang kakek dan meminta jatah yang lebih tinggi. Namun kali ini di tantang oleh sang cucu sampai terjadi adu mulut dan kekuatan di dalam toko. Ternyata apa yang jadi ide sang cucu berjalan dengan lancar,. Secepat itu pun sekelompok polisi bersenjata mengepung toko si kakek dan menangkap para preman yang berkeliaran di pusat keramaian kota.

Nah sobat pembaca,..! Dari kisah diatas memberi pelajaran untuk kita, agar tidak menindas kaum yang lemah. Kedudukan, kekuasaan di dunia akan lenyap ditelan waktu. Hari ini Anda berkuasa, dan suatu saat anda akan dikuasai. Oleh karena itu jangan membenci siapapun, tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu. Ketahuilah bahwa sabar jika dipandang dari permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.

Semoga bermanfaat...
 
Share:

Hanya Dirimu Yang Dapat Menolong Mu Meraih Sukses ~ CERMIN DIRI




Dikisahkan ada seorang pria, memulai karier pekerjaannya dibagian paling bawah, hingga mampu menjadi seorang manager di perusahan tersebut. Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan posisi seperti sekarang namun ia melakukannya perlahan-lahan dan dengan kesabaran. Diperjalanannya selalu saja ada orang yang tidak suka. Bahkan dikantornya tersebar berita bahwa ia memiliki rahasia bos, seorang penjilat dan lain sebagainya. Termasuk di lingkungan tempat tinggalnya, pria ini kerap di gunjingkan oleh tetangga.

Suatu ketika ia sedang mengalami masalah bertubi-tubi. Rumah tangganya sedang tidak harmonis, bersamaan dengan itu, dia pun kena perampingan karyawan diperusahannya karenapandemi covid-19, sehingga ia harus berhenti bekerja.
Pada waktu yang senggang ia berpikir dan mengevaluasi diri. Ia mencari tahu dan bertanya kepada dirinya "apa yang salah dengan hidupku? Mengapa Aku gagal terus? Bagaimana caranya untuk mengubah kegagalan dengan kesuksesan?" Tanyanya pada dirinya sendiri.

Dimulailah pencarian jawaban atas pertanyaannya dengan menemui teman-temannya yang sukses, namun ia tidak mendapatkan jawaban yang di inginkannya, lalu ia pergi ke toko buku dan membeli buku-buku yang di anggapnya mampu memberi jawaban. Setelah beberapa buku habis dibaca, dia masih belum merasa puas dan tidak pula menemukan jawabannya. Tiba-tiba timbul inspirasi di pikirannya, kenapa aku tidak menanyakan langsung kepada penulis buku-buku itu? Pasti akan lebih berhasil bila aku bisa mendapatkan petunjuk langsung dari si penulis. Maka ia mencari penulis buku itu mulai dari websitenya dan tempat penerbitannya, hingga akhirnya ketemulah alamatnya dan ia segera membuat janji untuk bertemu dengan penulis buku tersebut.

Setelah menceritakan semua perjalanan kariernya dan kegagalan yang di alaminya, dia berkata, "Tuan penulis, tolong ajarkan kepada saya, rumus dan cara yang bisa membuat saya sukses". Si penulis pun menjawab, "Kalau Anda membaca buku saya dengan teliti dan menjalankan dengan nyata, tentu akan ditemukan cara-cara menuju sukses". "Saya sudah membaca habis, bahkan hafal isi buku Anda, tetapi tetap saja belum menemukan rumus sukses yang tepat untuk saya. Oleh karena itu, saya memutuskan bertanya langsung agar bisa mengerti dan menerapkannya langsung.

Si penulis berpikir sejenak dan berkata, "Baiklah, saya akan pertemukan anda dengan seseorang, biar dia saja yang memberitahu anda bagaimana cara sukses dalam hidup ini". Dengan gembira si pria bertanya, "Dimana orang itu bisa saya temui". Si penulis mengajak pria itu ke sebuah kamar, "Dia ada di dalam" kata si penulis. Pria itupun mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam kamar. Namun ia heran karena tidak ada seorang pun di dalam kamar tersebut, yang ada hanya sebuah cermin besar. Pria ini berkata, "Dimana orang yang tuan maksudkan, saya hanya melihat ini ruangan kosong yang tidak ada seorang pun selain saya di kamar ini dan cermin. Si penulis berkata, "Lihatlah ke cermin itu. Orang yang ada di cermin adalah sang penolong yang Anda cari untuk menunjukkan bagaimana caranya meraih sukses. Sesungguhnya hanya Anda yang bisa menolong diri anda sendiri. Tanpa Anda memulai dari diri anda sendiri untuk berusaha dan berjuang, maka anda tidak akan pernah meraih sukses", tentunya dengan seizin Tuhan dan yakinlah bahwa Dia akan memberikan apa yang anda inginkan di saat anda sudah mampu mendapatkannya.

Seketika itu juga si pria itu tersadar, bahwa bukan rumus sukses yang ia butuhkan tapi aksi yang nyata dalam mewujudkan impiannya. "Terima kasih pak penulis. Saya akan berusaha lebih tekun dan mengandalkan diri sendiri untuk mempraktikkan teori yang telah saya dapat dan pelajari".

Nah,..Sobat sekalian. Apa yang kita miliki adalah yang orang lain inginkan. Diri kita seakan sebuah cermin bagi kehidupan orang lain dan begitupun sebaliknya, jika kadang rasa iri mereka terlalu besar menguasai hati dan sulit untuk dikendalikan. Dirimu sendirilah yang dapat menolong kamu agar dapat sukses dan bukannya orang lain. Hidup adalah rangkaian aktifitas yang kita lakukan setiap hari. Jikalau perasaan malas, tidak disiplin, bimbang, ragu-ragu dan lain sebagainya menguasai diri kita, tentu nasib buruklah yang akan kita dapat.

Sukses bukanlah teori semata, sebagai manusia yang telah dikaruniai segenap kelebihan-kelebihan oleh Sang Pencipta, kita harus berani mengembangkan diri dan mengandalkan diri sendiri untuk berpikir, bergerak dan berjuang. Kalau mental kemandirian telah kita miliki dan tidak cengeng dalam menghadapi kesulitan hidup, berani belajar dalam setiap tindakan yang kita ambil, maka nasib kita pasti akan berubah dan meraih sukses yang membanggakan. Namun perlu di ingat, harus selalu menyisipkan nilai-nilai ketuhanan atas apa yang selalu kita kerjakan, karena tanpa seizin Tuhanlah tidak ada yang mampu melakukan apapun. Jadi, semangatlah berjalan pada nilai-nilai kebaikan.

Semoga bermanfaat....
Share:

Belajar Bersyukur dari Kisah Ini ~ Inspirasi Hidup




Seorang kakek yang kaya raya berusia 78 tahun tiba-tiba jatuh karena kelelahan dan secepatnya dilarikan ke Rumah Sakit Elit. Para Dokter dan suster yang bertugas saat itu bergerak cepat menangani Kakek tua dan segera memberikan dosis oksigen untuk mendukungnya selama 24 Jam.


Setelah berjam-jam, kondisi Kakek tua itu mulai berangsur-angsur pulih dan membaik. Melihat kondisi Kakek tua sudah mulai membaik, Dokter pun segera memberinya sejumlah tagihan atas tindakan perawatan sebesar 60 juta kepadanya. Ketika Dia melihat tagihan itu, Dia tiba-tiba menangis. Dokter dan suster yang merawatnya saat itu, memintanya untuk bisa tenang dan tidak menangis karena sejumlah tagihan itu. Lalu Kakek tua itu menjawab, " Saya tidak menangis karena jumlah tagihan ini, Karena Saya mampu membayar semua tagihan ini. Saya hanya menangis karena, hanya 24 Jam menggunakan oksigen, dan Saya harus membayar 60 juta. Sementara Saya telah menghirup udara segar yang Allah berikan selama 78 tahun, dan Saya tidak pernah membayar apa-apa... Lalu kau tahu betapa Saya berhutang pada-Nya...???". Dokter dan suster saat itu menundukan kepalanya dan mulai menangis juga...!!!!


Wahai...Sobat..!? Berapa tahun kita semua menghirup oksigen yang Allah berikan ini secara gratis tanpa membayar tagihan ...,Puji syukur dan terima kasih kepada Allah dengan cara yang layak atas besar kuasa-Nya. Luangkanlah waktu sebentar untuk menyadari kebutuhan oksigen yang kita semua hirup selama Ini, untuk dapat berterima kasih kepada-Nya.

Semoga bermanfaat
Share:

CURHATAN Suami menyentuh hati Buat Para Istri

 


Wahai Istriku,..!?
Aku nikahi dirimu karena Aku yakin & percaya,..
Bahwa Engkau bisa menjadi penghubung antara Aku dengan Tuhan Ku.
Dan Aku yakin,.. ketika engkau menerima diri ini,..!
Engkau pun percaya, bahwa diri ini bukan hanya sekedar menjadi suami, tapi juga bisa menjadi imam
yang menunjukan jalan yang baik dunia dan akhirat.

Dalam kehidupan dunia, selalu ada cerita yang terkadang cerita itu mengenyahkan hati dan terkadang cerita itu membuat diri ini bahagia serta gembira.
Adakalanya itu datang dari diriku dan adakalanya juga itu datang dari dirimu.
Tidak ada hal yang bisa menyelamatkan kita berdua, kecuali kita saling memahami, mengerti tugas dan peran kita masing-masing, sesuai dengan petunjuk Allah, bukan sesuai dengan petunjuk ego kita masing-masing.

Tak ada yang sempurna dari diri ini dan tak ada yang sempurna dari dirimu pula. Maka mintalah kepada Allah, atas segala apa yang pernah terjadi dalam kehidupan kita.
Minta... Minta Allah mengajarkan kepada kita bagaimana kita bisa mencintai kekurangan satu sama lain, bukan mencintai kelebihan satu sama lain. Karena tenyata toh, kita merasakan bahwa yang sering menjadi masalah adalah kekurangan bukan kelebihan.

Engkau doakan saja diriku dan aku pun akan doakan dirimu. Lalu kita berdua berdoa kepada-Nya semoga Allah SWT menyelamatkan kita, hati kita, niat kita dan kita berharap bahwa kita bukan hanya bersama-sama di dunia ini, tapi juga kita akan bersama-sama di akhirat. Allah jadikan engkau bidadariku, bukan hanya bidadari dunia, tapi juga Allah jadikan engkau bidadari syurgaku.

Semoga bermanfaat,..
Share:
Copyright © Carbebosnecess | Powered by Blogger Distributed By Protemplateslab & Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com