Sikap Bertanggung Jawab Penuh Atas Hidup Anda


Sudahkah Anda mengambil keputusan untuk bertanggung jawab atas kehidupan anda? Lalu ingin mengubahnya dari negatif menjadi positif?
Andalah yang bertanggung jawab atas konsentrasi dan perasaan anda. Karena dari Andalah  yang mendatangkan hasil apapun yang terjadi pada Anda, dan bukan keadaan atau pengaruh eksternal.

Anda memutuskan untuk memaksimalkan potensi diri yang luar biasa, membuktikannya dengan perbuatan, bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil yang di dapat, belajar dan berkembang. Sehingga segalanya merubah diri anda lebih selektif dalam membuat keputusan.

Hilangnya tanggung jawab membuat pikiran dan potensi Anda fokus pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Hilangnya tanggung jawab membuat Anda jauh dari pribadi yang Anda inginkan. Ia membuat hidup Anda menjadi rangkaian masalah yang selalu datang. Namun, ketika Anda bertanggung jawab atas hidup maka Anda akan mengonsentrasikan pikiran dan potensi pada cara meraih cita-cita Anda.

Dengan demikian, Anda menjadi pribadi yang tangguh, baik pada aspek spiritual ataupun duniawi yang ingin anda capai. Maka saat ini, ambilah keputusan untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas hidup Anda.



Share:

Filosofi Payung - Kehidupan


Payung sedianya digunakan oleh orang-orang disaat turunnya hujan. Ada juga orang menggunakan payung melindungi dari teriknya sinar matahari. Inilah gambaran singkat tentang kegunaan payung itu sendiri. Dimana payung selalu digunakan di suatu kondisi tertentu saja. Dalam arti dapat digunakan bila diperlukan dan disimpan jika tidak dibutuhkan. Sejatinya bahwa payung tidak mampu menghentikan hujan atau menghentikan sinar matahari. Namun, payung mampu membawa kita menembus hujan serta teriknya sinar matahari untuk kita terus melangkah mencapai Tujuan.




Oleh sebab itu payung mengajarkan kita untuk bersikap mengayomi, melindungi dan menanamkan rasa cinta untuk orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Keikhlasan dirinya yang rela penjadi perisai hanya untuk membentengi orang-orang yang senantiasa tertindas oleh tingkah laku orang-orang besar dan ganas, orang-orang besar yang rakus, orang-orang besar yang licik, orang-orang besar yang mementingkan diri sendiri.

Namun terkadang kita melupakan akan kebaikan orang ketika kita mencapai tujuan yang di inginkan. Layaknya payung disimpan begitu saja dan bukan pada tempat yang layak baginya. Jadi, Sekecil apapun kebaikan orang terhadap diri kita, janganlah kita mudah melupakan kebaikan mereka. Karena kebaikan harus dibalas dengan kebaikan pula.

Satu hal yang perlu di ingat,..!? Bahwa payung hanya mampu melindungi kita ketika turun hujan atau dari teriknya sinar matahari. Namun payung akan rusak berantakan ketika datang angin kencang menghempasnya. Ini mengingatkan kita bahwa untuk selalu waspada atau berhati-hati dengan pertolongan yang diberikan orang lain. Boleh jadi kebaikan yang diberikan hanya semata untuk mencelakakan diri kita sendiri. Oleh karena itu gunakan payung dengan bijaksana pada kondisi tertentu yakni kondisi hujan ataupun terik.


Share:

Gambaran Hidup - Filosofi Jembatan


Jembatan merupakan suatu sarana atau fasilitas yang dibangun kokoh untuk penyeberangan dengan menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Oleh karena itu dengan adanya jembatan tentu memudahkan kita berpijak dari tempat asal ke tempat tujuan yang di maksud. Bahkan jembatan pun mampu menahan beban berat yang dipikulnya oleh lalu-lalang kendaraan besar yang melintasi di atasnya. Begitu pula dalam kehidupan ini. Manakala kita sulit menemukan jalan yang mengarahkan kita menuju pada suatu kebahagian. Sehingga membuat banyak orang yang berputus asa karena tidak menemukan jalan hidup menuju kebahagiaan itu. Padahal Sang Pencipta Alam Jagad Raya, tidak menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan sia-sia. Apalagi memberi cobaan hidup di luar kuasa manusia itu sendiri. Karena seberat apapun cobaan ataupun masalah yang dihadapi, ketahuilah bahwa semua itu ada jalan keluarnya (Solusi).



Kita juga seringkali lebih banyak mengeluh dari pada mengsyukuri dan berusaha untuk melewati masa-masa krisis yang merintangi hidup ini. Lihatlah jembatan yang tak pernah mengeluh ketika di lindas beban berat yang dipikul di atasnya. Bahkan sampai bergoyang memikul beban demi menghubungkan kita agar tiba ke seberang. Inilah perjalanan hidup yang sebenarnya. Dimana segalanya penuh liku dan rintangan. Semangat, usaha, kerja keras, teguh hati dan percaya diri dibutuhkan dalam diri seseorang untuk mencapai apa yang di impikan. Jika hal ini tertancap dalam, di diri kita niscaya jembatan penyeberangan akan terlihat lebar dan lebih mudah bagi kita melintasinya.

Jembatan juga seringkali dijadikan tempat orang mengabadikan dengan berfoto-foto dan melihat-lihat panorama di sekitarnya. Hal ini juga berlaku dalam hidup kita terhadap cermin diri dan sikap. Sebaik apa dan buruknya diri kita perlu introspeksi. Sebab sikap dan perilaku kita akan menjadi panutan bagi orang lain untuk bertindak. Maka dengan berperilaku yang baik pada semua orang, tentu akan mengundang simpati dan empati serta hidup lebih bermakna.

Tapi perlu di ingat,..!? Jangan biarkan jembatan terlihat rapuh atau reot tanpa diperbaiki sedikitpun. Sebab, bila jembatan yang terlihat rapuh dan reot maka tak berani orang untuk melintasinya. Begitu pula dengan diri kita. Jika sikap dan perilaku menunjukkan hal yang tidak baik pada semua orang, maka kita akan di jauhi dari lingkungan pergaulan, bahkan dapat membunuh diri kita sendiri layaknya jembatan runtuh/patah.
Oleh karena itu, perbanyaklah ibadah, sirami diri dengan rohani karena hanya dengan mendekatkan diri pada-Nya akan membuat hidup kita tentram dan damai serta jauh dari pikiran negatif. Laksana jembatan yang penuh dihiasi lampu kerlap kerlip indah di malam hari.



Share:

Pengaruh Menguatnya Ego Rendah Dalam Diri Seseorang


Terkadang seseorang dapat berubah dari sikapnya yang pendiam, taat, ceria dan sebagainya dikarenakan hal yang mempengaruhi dalam pikirannya. Bahkan hal ini tidak semua orang yang dapat mengendalikan rasa ego dalam dirinya. Dalam sisi kehidupan seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam pikirannya untuk bertindak. Salah satunya Ego rendah dengan mengumbar amarah pada orang lain dan memutuskan hubungan pergaulan. Jika anda membicarakan orang lain secara negatif, berarti anda menggunakan ego rendah. Tanpa di sadari anda menularkan ego rendah anda kepada orang lain di sekitar anda. Belakangan ini banyak kita saksikan orang menggunjing orang lain. Sebenarnya ia tampak sebagai orang yang taat beragam, tapi ia menggunjing sesama tanpa ia sadari. Inilah yang saya sebut dengan " ambang bawah sadar" yang mempengaruhi manusia sehingga ia seperti sedang mabuk dan tidak menyadari kelakuannya.

Anda mungkin kenal dengan orang yang rajin beribadah tapi ia juga berjudi dan menggunjingkan orang lain hingga mendatangkan banyak masalah dalam hidupnya. Ego rendah ini mendorong manusia untuk bersaing, buas dan membabi buta. Contohnya banyak sekali. Lihatlah disekitar dan anda akan menyaksikan banyak model manusia. Ego rendah menyulut api permusuhan dan memutuskan hubungan kekerabatan bahkan dengan orang tua atau anak sendiri. Tidak ada kata toleransi dalam kamus hidup orang seperti ini.




Satu ketika saya berjumpa dengan seorang kerabat yang sangat taat beribadah dan kami berbincang panjang lebar disebuah kedai kopi. Saya banyak menerima pengetahuan bermanfaat dari kerabat saya tentang perjalanan hidupnya beribadah dan mengembangkan bisnis. Beberapa hari setelah pertemuan itu ia menghubungi saya menawarkan untuk bertemu. Karena sangat sibuk, saya tawarkan untuk bertemu di malam hari. Ia pun setuju dan kami ketemu. Tidak lama kemudian, ia membicarakan seseorang yang sangat saya hormati. Dalam kesempatan itu ia malah meminta saya untuk berhati-hati dalam berhubungan dengannya karena dinilai penipu paling besar yang ia kenal sepanjang hidupnya. Lalu saya minta ia mengajukan bukti, tapi ia marah. Suaranya mengeras dan kata-kata yang dilontarkan sangat tidak mencerminkan kepribadiannya yang taat beribadah. Saya pun mengakhiri pertemuan itu.

Tiga hari kemudian saya terkejut karena dikunjungi oleh orang yang ia gunjingkan. Orang itu malah menyalahkan saya, karena saya dianggap telah melecehkannya. Dan saya baru sadar bahwa ego rendahlah yang menggerakkan semua. Berkat bantuan yang Maha Kuasa, saya bisa mempertemukan dua orang itu. Saya tenangkan mereka, lalu saya jelaskan konsep ego rendah dan cara ia bertepuk tangan menyaksikan hal-hal negatif terjadi pada setiap orang. Karena itulah tujuannya dari ego rendah, yang dapat membuat hubungan baik menjadi tak harmonis. Hal-hal negatif selalu digunakan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Ini salah satu dampak pikiran negatif, yaitu membuka pintu bagi ego rendah untuk beraksi.



Share:

Tiga Pembunuh Pemikiran Membanding-Bandingkan - Persepsi Negatif


Pemikiran negatif yang lahir dari diri seseorang akan sangat berpengaruh besar bagi dirinya dan orang lain. Terlebih jika hal itu berupa mencela, mengkritik dan membanding-bandingkan sesuatu.
Ada tiga jenis utama orang dalam membanding bandingkan, yaitu :

Pertama :
Membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain :

Anda membanding-bandingkan diri Anda sendiri dengan orang lain dalam keberhasilan dan perilaku.
Yang menjadi masalah dalam perbandingan ini, Anda akan memperhatikan kelemahan diri sendiri kemudian Anda membandingkan dengan kekuatan yang ada pada orang lain. Contoh : Postur tubuh Anda pemdek, lalu Anda membandingkannya dengan orang lain yang berpostur tinggi tegap. Hasilnya Anda akan merasa rendah diri. Contoh lain : Kepala Anda botak dan Anda membandingkannya dengan orang lain yang memiliki rambut lebat. Sesuatu yang dibanding-bandingkan bisa berupah bentuk, keberhasilan, perilaku, pekerjaan dan lain sebagainya. Perbandingan ini menyebabkan Anda merasa kurang dari orang lain. Dan pada gilirannya akan menyeret Anda pada sikap iri, dengki, marah dan sedih.




Kedua :
Membanding-bandingkan kondisi diri sendiri saat ini dengan kondisi masa lalu.

Mungkin saat ini Anda berada dalam kondisi psikologis, keuangan, spiritual, keluarga, sosial dan kesehatan yang lemah. Dalam kondisi seperti ini, Anda lantas berpikir akan kondisinya di masa lalu yang lebih baik dari kondisi saat ini. Pola pikir seperti ini membuat Anda menderita dan sedih karena kehilangan apa yang pernah Anda miliki di masa lalu. Hal seperti ini banyak di alami oleh masyarakat. Anda mungkin pernah bertemu dengan orang yang membanggakan masa lalunya yang jaya. Namun, kehidupannya saat ini tidak seberuntung dulu. Dengan demikian, ia selalu meratapi masa-masa indahnya. Dan perbandingan seperti ini membuat seseorang merasa sedih.

Ketiga :
Membanding-bandingkan orang tertentu dengan orang lain.

Dalam hal ini Anda memposisikan diri sebagai hakim. Anda menilai orang tertentu memiliki kekurangan dibanding orang lain. Contoh : Seorang ibu membanding-bandingkan anaknya yang kecil dengan anaknya yang besar, "Coba lihat Adikmu; ia melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik, sedang kamu selalu sibuk dengan sesuatu yang tidak berguna." Bisa juga perbandingan itu dilakukan pada anak sendiri dengan anak orang lain. Perbandingan seperti ini berarti mengirim pesan bahwa sang ibu yang terjadi di luar kesadarannya. Orang yang dijadikan objek perbandingan akan merasa rendah diri dihadapan orang lain. Perasaan rendah diri akan melahirkan rasa dendam pada mereka yang dinilai lebih baik dan perasaan marah pada orang yang membandingkannya dengan orang lain.

Dari ketiga jenis utama timbulnya pemikiran orang dalam membanding-bandingkan ini dapat di istilahkan "Tiga Pembunuh" karena ketiganya mengandung racun yang langsung mengguncang jiwa orang sehingga melahirkan perasaan negatif, merampas kebahagiaan dan menjauhkannya dari impian hidup. Semua itu adalah dampak dari pikiran negatif.



Share:

KARYAWAN WAJIB - DOA BERSAMA DI PAGI HARI SEBELUM BERAKTIVITAS


Setiap pagi di tempat saya bekerja, kami wajib untuk berdoa sebelum melaksanakan aktifitas. Dengan karyawan yang majemuk suku dan agama, tapi kami tidak memandang rendah dengan kemajemukan yang ada. Masing-masing kami karyawan saling menghormati perbedaan, terlebih anutan kepercayaan. Hal ini membuat kami sebagai penganut satu agama di perkaya dengan pengetahuan tentang bacaan doa dari teman-teman penganut agama lain. Maksudnya dari enam agama yang di anut oleh teman-teman kami yakni ada Islam, katolik, protestan, budha, hindu dan kong hu-cu justru saling mengetahui bacaan doanya penganut agama satu sama lain, karena setiap hari kami di atur oleh jadwal secara bergilir bagi karyawan untuk memimpin doa pagi bersama. Tak heran jika ada di antara teman-teman kami yang penganut satu agama yang berbeda bisa menghafal semua jenis bacaan doa dari teman-teman penganut agama lain. Mengapa di antara kami bisa hafal bacaan doa teman-teman kami yang menganut agama lain? Semua itu karena setiap hari kami sebelum melakukan aktifitas, diwajibkan untuk berdoa. Dan doa disini dibacakan oleh karyawan yang mendapat giliran memimpin doa. Inilah indahnya kemajemukan yang ada di tempat kerja saya.




Satu ketika jadwal memimpin doa bersama di pagi hari adalah giliran saya,. Tentu saya tidak bisa menghindar, karena bagi saya doa adalah pahala dan berkah bagi mereka yang memohon. Saya pun memimpin doa di pagi itu menurut ajaran agama saya yakni Islam.
Adapun bacaan doa yang saya bawakan seperti ini :

ILA HADRATIN NABIYU MUSTAFAN SURAHTUL Al-FATEHAH :

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillaahirabbil’aalamiin
Arrahmaanirrahiim
Maalikiyawmiddiin
Iyyaakana’buduwa-iyyaakanasta’iin
Ihdinaashshiraathalmustaqiim
Shiraathalladziinaan’amta’alayhim ghayrilmaghdhuubi’alayhim walaadhdhaalliin
Amiin...

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah yang Maha Pengasih dan penyayang…
Terima kasih atas segala Limpahan rahmat dan karunia serta kesehatan yang telah Engkau anugerahkan pada kami di hari ini,
Seraya kami bersimpuh dihadapan-Mu mengucap syukur atas segala nikmat yang Engkau berikan pada kami yang tak terhingga, sehingga menjadikan kami orang-orang yang bersyukur atas segala nikmat-Mu

Ya, Robb... Zat yang Maha Mengawasi dan Melindungi,..
Di pagi hari ini Kami telah berkumpul bersama untuk melaksanakan aktifitas sepanjang hari ini,
Seraya kami memohon tuntunan serta bimbingan-Mu, mengawasi dan melindungi kami dalam setiap gerak-gerik kami melakukan aktifitas.

Ya, Robb... Jauhkan kami dari segala godaan syaitan yang dapat menguasai hati dan pikiran kami,. Biar apa yang kami cita-citakan untuk perusahan ini, boleh berjalan seturut kehendak-Mu. Dan menjadikan ini sebagai nilai ibadah kami kepada-Mu.

Ya Robb... Zat yang Maha Mengetahui
Kami juga berdoa bagi teman-teman kami, yang sekiranya hari ini masih dalam perjalanan menuju tempat ini, bahkan bagi teman-teman kami yang akan bepergian dinas luar ke jaringan-jaringan kami. Lindungilah mereka dalam perjalanan, jauhkan dari aral yang melintang perjalanan mereka, biar mereka boleh tiba/kembali ke tempat ini dengan selamat sejahtera yang berasal dari pada-Mu.



Ya, Robb... Zat yang Maha Pengasih dan Penyayang
Kami juga berdoa bagi teman-teman kami yang sekiranya hari ini belum sempat hadir bersama kami untuk beraktifitas, yang mungkin terbaring sakit, kiranya Engkau selalu memberikan kekuatan serta kesembuhan bagi teman-teman kami, biar kami boleh hadir kembali bersama di tengah-tengah perusahan ini untuk melaksanakan segala aktifitas dan tanggung jawab kami masing-masing.

Ya, Robb... Zat yang Maha Bijaksana
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yakni jalan-jalan yang Engkau ridhoi dan bukan jalan-jalan yang sesat. Berikanlah pada para pemimpin-pemimpin perusahan kami kearifan dan kebijaksanaan dalam membuat putusan serta memimpin kami, biar apa yang di titahkan oleh pemimpin-pemimpin kami, boleh kami laksanakan seturut dengan jalan yang engkau ridhoi.

Ya Robb... Zat yang Maha Mengampuni
Ampuni kami Ya, Robb.. yang terlalu banyak keluhan kami kepada-Mu, dari pada syukur kami kepada-Mu...
Ampuni kami Ya, Robb.. yang terlalu angkuh dihadapan-Mu, dari pada sikap rendah hati kami kepada-Mu...
Ampuni kami Ya, Robb.. yang terlalu banyak berbuat dosa, dari pada Taubat kami kepada-Mu
Ampuni kami... Ampuni Kami... Ampuni Kami... Ya, Robb
Jangan Engkau siksa kami jika kami lupa atau kami bersalah, kepada-Mu...
Berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan api neraka.

"Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban- naar.
Subhaana rabbika rabbil-'izzati 'amma yashifuun, wa salaamun 'alal-mursaliina wal-hamdu lillaahi robbil Alamin".

Berdoa Selesai....



Share:

Menahan Amarah Dalam Kondisi Tersulit Apapun


Seorang tukang kayu yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya di sebuah gudang dengan sengaja membiarkan peralatan yang di gunakannya itu berhamburan di dalam gudang. Tak biasanya tukang kayu itu membiarkan peralatan kerjanya berantakan tanpa merapihkan terdahulu setelah selesai bekerja. Namun selepas si tukang kayu itu pulang ke rumah, tiba-tiba ada seekor ular masuk ke dalam gudang tempat si tukang kayu tadi bekerja. Kemudian, ular itu merayap ke beberapa potongan kayu yang bersusun dalam gudang dengan nyaman. Namun tanpa sengaja ular itu melintas merayap di atas gergaji milik si tukang kayu.

Lalu,. Apa yang terjadi..?

Tajamnya mata gergaji, sehingga mengakibatkan bagian perut ular terluka. Tapi ular tersebut menganggap gergaji itu telah menyerangnya.
Ular itu pun kemudian membalas mematuk gergaji milik tukang kayu berkali-kali.
Serangan itu menyebabkan ular luka parah di bagian mulutnya.



Hal itu membuat ular benar-benar marah dan kesal hati hingga putus asa,. Namun ular itu tetap saja berusaha keras dengan mengerahkan segala kemampuannya untuk mengalahkan musuhnya (Gergaji). Ia pun melilit gergaji itu sekencang-kencangnya, hingga tubuhnya terluka amat parah dan sampai akhirnya ia pun mati...

Pembelajaran,..

Terkadang,..!? di saat kita marah, kesal, merasa benci membuat kita ingin melukai orang lain. Tapi sesungguhnya tanpa kita sadari, justru yang dilukai adalah diri kita sendiri.

Mengapa,.? Karena perkataan dan perbuatan di saat marah adalah perkataan dan perbuatan yang biasanya akan kita sesali di kemudian hari..
Banyaknya perkataan yang terucap dan tindakan yang dilakukan saat amarah menguasai diri kita, maka sebanyak itu pula kita melukai diri kita sendiri.

Mari, kita sama-sama belajar untuk tidak marah atau setidaknya kita mampu meredahkan amarah serta emosi kita terhadap situasi dan kondisi yang dihadapi seburuk apapun itu yang sedang kita alami. Karena Hal itu lebih baik dari pada berbuat keji.



Share:
Copyright © Carbebosnecess | Powered by Blogger Distributed By Protemplateslab & Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com