PEMIMPIN BIJAK, MENJADI PENDORONG KE ARAH KEBERHASILAN



Mendorong karyawan kearah keberhasilan itu mudah saja. Salah satu cara yang paling ideal yaitu membantunya menciptakan mimpi bagi masa depan karyawan itu sendiri. Anda bisa membimbing karyawan menyusun prioritas yang berguna untuk kemajuan kariernya. Misalnya, Anda meminta karyawan untuk membuat rencana hidupnya dalam satu tahun ke depan dan memintanya memilih rencana mana yang jadi prioritasnya, maka Anda akan mudah mengelolanya untuk bekerja lebih baik.

Karyawan Anda pasti ada yang bercita-cita memiliki rumah sendiri. Harga rumah yang tinggi membuat beberapa karyawan pesimis memiliki rumah dengan pekerjaan yang dilakukannya dan posisnya di perusahan Anda sekarang. Anda bisa menyampaikan kepadanya, bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Semua yang dia inginkan dapat direalisasikan dengan perencanaan yang matang.

Karyawan dengan gaji tiga jutaan perbulan bisa mendapatkan rumah dengan cara mengkredit selama sepuluh tahun, misalnya.  Uang dari gaji sebulan bisa disisip sedikit demi sedikit untuk menabung selama tiga tahun, jika perencanaan tersebut berjalan dengan benar, maka karyawan tersebut bisa memiliki rumah sendiri dalam waktu lima belas tahun bekerja. Memang, harus ada hal yang diminorkan, sehingga dengan pengorbanan itu ada tindakan untuk mewujudkan mimpinya dan semua orang yang berhasil adalah buah dari kecerdasannya dalam mengelola diri dan ekonomi.

Oleh karena itu, jika mereka ingin memiliki rumah sendiri, maka harus dapat merencanakan dengan ketat serta mengejar target sebaik mungkin. Proses tersebut harus mereka jalani dengan benar dan Anda bisa membimbing mereka menuju keberhasilan.



Share:

MASA TRANSISI ANGGOTA ORGANISASI ~ Shock Culture



Masa transisi bukan hanya dialami oleh anggota baru di dalam organisasi Anda. Masa transisi juga dapat juga dialami oleh anggota organisasi Anda yang Anda tempatkan diposisi berbeda dari sebelumnya, baik naik jabatan maupun bergeser ke posisi lain. Dalam masa transisi ini biasanya akan terjadi shock culture pada diri mereka. Yang naik jabatan akan merasa minder dengan jabatan barunya, yang bergeser posisi akan merasa berbeda dari tim yang sudah ada. Mereka merasakan situasi yang sulit dalam mengadaptasikan diri dengan lingkungannya. Oleh karena itu, mereka harus didampingi dan diarahkan agar shock culture tadi tidak mengganggu kinerja mereka.

Selain shock culture, mereka juga mengalami kegagalan dalam kinerja. Jenis-jenis pekerjaan baru membuat mereka merasa asing dengan pekerjaan tersebut. Kegagalan akan membuat kinerja menjadi buruk bila dibiarkan begitu saja. Tugas Anda adalah harus membangkitkan kesadaran mereka atas pemahaman lama, sehingga menjadi pemahaman baru.




Perubahan selalu membuat orang tidak fokus, jika mereka tidak merasa siap dengan perubahan tersebut. Walaupun mereka sering memimpikan naik jabatan, tetapi ketika jabatan dinaikkan, mereka tetap gagap dalam melakukan tindakan yang mereka alami, akan membantu mereka mengurai semua bentuk kegagapan, baik masalah sosial, budaya yang berbeda dengan tim sebelumnya, maupun pekerjaan yang harus mereka lakukan.

Dalam pendampingan seperti ini, seorang pemimpin dituntut untuk memperluas kesabarannya. Sebab, tidak semua anggota akan cepat tanggap dengan uraian yang kita maksudkan. Bisa jadi, kecerdasan mereka tertutup untuk sementara, karena kegugupan-kegugupan yang dialami pada posisi baru tersebut. Jika kita bisa mengurai kegugupan tersebut dengan jalan menghilangkannya, kecerdasan mereka akan kembali pada titik semula, dan bahkan kita bisa meningkatkannya lagi.

Keberhasilan seorang pemimpin dalam masa pendampingan transisi ini sangat penting, agar roda organisasi dapat berputar lebih cepat. Ketika anggota-anggota Anda terlepas dari shock culture dan kegagapan kinerja tersebut, mereka bisa kita pacu untuk bekerja lebih baik. Namun, jika Anda gagal mendampingi mereka, maka Anda perlu mengganti anggota tersebut dengan anggota baru. Tentu saja hal tersebut akan membuang waktu.

Jika mereka berhasil terlepas dari kegagapan, maka Anda berhasil jadi pemimpin. Itu artinya, Anda memiliki investasi baru untuk organisasi yang Anda pimpin berupa anggota organisasi yang memiliki sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Anda akan lebih relaks dalam bekerja, karena Anda memiliki tim kerja yang solid dan unggul


Share:

Mengurai Tekanan Anggota Organisasi ~ KIAT KEPEMIMPINAN



Anggota organisasi, ketika dalam tahap orientasi terkadang mengalami kekagetan tertentu, terutama jika ekspektasi yang didapat jauh dari bayangan yang diciptakan sebelumnya. Jika organisasi yang Anda pimpin memiliki target yang cepat dan tepat, maka anggota baru tersebut akan mengalami ketertekanan yang cukup berat. Masa-masa adaptasi bukan hanya persoalan sosialisasi, tetapi juga persoalan kinerja.

Sebagai pemimpin, Anda tentu memiliki kewajiban untuk selalu menumbuhkan jiwa semangat pada diri anggota baru organisasi. Dalam setiap kegagalan dan kesulitan yang dihadapi oleh anggota baru, Anda harus senantiasa memantau dan memberikan semangat kepada mereka.

Apa yang Anda sampaikan kepada mereka bukan hanya sekedar untuk mengapresiasi apapun hasil dari kinerja anggota baru tersebut, tetapi harus dapat mengurai ketertekanan yang mereka alami. Sikap semacam itu sangat berharga untuk mengendorkan kepala yang terasa kencang dan menyuntik semangat mereka.

Sedikit pujian tidak ada salahnya, tetapi akan lebih baik bila Anda mendengarkan hal apa saja yang membuat mereka tertekan dan Anda memberi solusi untuk mengatasi ketertekanan tersebut. Jika Anda mengurai ketertekanan tersebut dan memberi solusi-solusi yang baik, maka mereka akan dapat terus memberikan kepada organisasi kinerja yang lebih baik dari sebelumnya. Lakukanlah hal ini sembari mengarahkan anggota organisasi untuk bekerja secara lebih baik dan teratur dalam mencapai tujuan organisasi.

Anda pun bisa mendampingi anggota baru Anda secara berkala. Tidak harus setiap hari hadir dalam segala proses kerja yang telah Anda tetapkan. Paling tidak, Anda dapat memantau kinerja mereka. Lakukan beberapa hari sekali untuk memastikan bahwa kerja mereka sesuai dengan prosedur dan tidak salah.

Ketika Anda datang memantau mereka secara langsung, setidaknya menjadi salah satu cara untuk membimbing anggota Anda, agar tidak merasa disalahkan. Bila Anda memantau anggota Anda secara berkala  seperti itu, justru akan mengesankan bahwa Anda adalah pemimpin yang peduli dan perhatian. Dengan terciptanya kesan tersebut, anggota Anda pun akan semakin semangat untuk menghasilkan yang terbaik dalam bekerja.



Share:

TIPS Jitu Ketika Anda Menghadapi Kegagalan



Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya kegagalan. Kegagalan memang suatu hal yang pahit untuk diterima. Namun apapun itu harus diterima dengan jujur dan ikhlas. Kejujuran dan ikhlas menerima kegagalan bukanlah sesuatu memalukan. Kegagalan akan mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada kesulitan pada setiap peluang. Oleh karena itu, jangan sampai kita patah arang dengan datangnya kegagalan yang menimpah atas diri kita.
Berikut ini ada beberapa tips jitu untuk penulis berbagi pada pembaca, ketika menghadapi sebuah kegagalan tersebut.

Tips Menghadapi Kegagalan

  • Sikapilah kegagalan sebagai suatu yang normal, bukan sesuatu yang memalukan apalagi dianggap sebagai aib.
  • Pelajari dan evaluasi kembali sebab-sebab kegagalan dengan jujur, karena sebab-sebab kegagalan itu dapat dimanfaatkan sebagai pertanda kelemahan.
  • Hadapi kembali "bisikan hati" yang meragukan kemampuan Anda dan yakinkan diri bahwa Anda memiliki potensi untuk mengubah kegagalan itu menjadi keberhasilan.
  • Ambillah langkah-langkah kecil yang teratur dan sistematis untuk mendekati situasi yang pernah Anda hadapi dan berakhir dengan kegagalan.
  • Beri alasan yang tepat, mengapa Anda ingin menghadapi lagi situasi itu, apa manfaat yang akan Anda dapatkan bila Anda berhasil bangkit dari kegagalan itu. Kalau manfaatnya memang signifikan dengan kebutuhan Anda, maka kerjakanlah. Namun bila manfaatnya lebih kecil dari mudharotnya, maka tinggalkan.
  • Milikilah sosok teladan yang telah mengalami hal yang sama atau yang premisinya sama dengan apa yang telah dilakukan. Ambilah kekuatan dan pengalaman sosok teladan yang telah berhasil mengubah kegagalan menjadi keberhasilan itu.
  • Optimalkan rasa percaya diri Anda, bahwa Anda pun bisa melakukan hal yang sama, yakni mengubah kegagalan menjadi keberhasilan.
  • Cobalah Anda menghadapinya sekarang tanpa keraguan sedikitpun. Jangan Anda tunda-tunda dan jangan setengah-setengah. Kerahkan potensi Anda, mati-matian perjuangkan keinginan Anda. 


Share:

Seorang Pemimpin Harus Mahir Manajerial



Jaman semakin hari semakin modern, ini dapat disebut sebagai era globalisasi dan juga dapat dikatakan sebagai transformasi ekonomi pengetahuan. Faktor paling penting yang menentukan akan majunya perekonomian di tentukan dari sistem informasi dan teknologi yang dimiliki. Karena tanpa kemajuan tehnologi informasi maka  sulit untuk berkembang. Teknologi informasi itu akan membawa perubahan dengan menyampaikan perkembangan perekonomian yang terjadi di dunia. Perubahan-perubahan itu akan berpengaruh pada pola pikir dan penciptaan nilai yang akan berfungsi bagi bisnis dan manajemen.

Seseorang yang dapat dikatakan memiliki kemampuan manajerial yang baik yaitu seseorang yang memiliki ketrampilan dalam melaksanakan pekerjaan dengan atau tanpa adanya orang lain. Ketrampilan manajerial ini tergambar dari bagaimana cara seseorang mendidik, memotivasi, dan mengembangkan potensi orang yang ada didalam organisasinya sampai pada cara bagaimana seseorang memutuskan untuk memberhentikan anggota organisasinya.

Jika Anda ingin memiliki kemampuan manajerial, sebaiknya Anda mengembangkan kemampuan observasi atau pengamatan. Observasi merupakan aspek penting yang sering tidak diperhatikan oleh seseorang ketika memimpin. Kegiatan observasi antara lain mengamati tim dalam melaksanakan tugas, menjalankan prosedur, berinteraksi, dan bagaimana alur tim dalam melaksanakan tugas keorganisasian. Dengan observasi ini, seorang pemimpin akan terlihat dan dikenal up to date dengan apa yang terjadi dalam organisasi.




Selain itu, kinerja tim atau anggota organisasi perlu dipantau dan diperhatikan dengan cara melihat kebijakan dan prosedur, apakah sudah jelas atau belum. Seorang pemimpin perlu melakukan pertemuan secara teratur dan tidak hanya ketika ada masalah. Pertemuan dilakukan baik secara individu maupun secara kelompok.

Penilaian dan evaluasi seharusnya tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar dilakukan untuk mendapatkan kemajuan dimasa mendatang. Seorang pemimpin yang baik dalam hal manajerial, dapat mengevaluasi kelemahan dan memberikan pelatihan serta pengembangan strategi untuk memperkuat ketrampilan lemah dalam tim.
Kemampuan memimpin berasal dari pengetahuan yang kuat dan mengalaman produksi atau proses menuju hasil. Seorang pemimpin harus dapat mempertimbangkan semua faktor yang berbeda sebelum membuat keputusan. Keputusan dipadukan dengan fleksibilitas agar dapat beradaptasi dan diterima oleh tim.

Kesuksesan manajerial ditentukan juga oleh seberapa baik seorang pemimpin dalam mengkomunikasikan persoalan atau keputusan yang harus dikerjakan dan diselesaikan oleh tim. Sebagai pemimpin sebuah organisasi, kemampuan ini mutlak diperlukan, agar tim dapat menjalankan tugas dengan baik sampai dengan selesai.


Share:

Kemampuan Pemimpin Harus Mampu Mementoring Bawahannya



Salah satu kemampuan seseorang untuk dapat menginspirasi banyak orang dalam mencapai tingkat kinerja dan kesuksesan dalam sebuah tim yang hebat adalah keterampilan atau talenta yang dimiliki oleh orang tersebut. Sangat sedikit orang yang dapat kita jumpai yang mampu menunjukkan kualitasnya dalam mengolah sebuah organisasi, perusahan atau instansi terhadap orang yang di anggap sebagai pemimpin. Konon orang-orang yang demikian dalam lingkup organisasi perusahan adalah sumber income/pendapatan bagi perusahan tersebut. Sehingga banyak perusahan-perusahan besar rela membayar gaji bagi karyawan seperti ini dengan nilai yang tinggi. Inilah salah satu manfaat bagi kita jika ingin menjadi orang sukses dalam sebuah organisasi perusahan.

Disamping itu, talenta kepemimpinan bisa diciptakan, jika kita mau memahami metode atau cara-cara untuk menciptakannya. Seorang pemimpin yang hanya bisa memerintah, sesungguhnya tidak memiliki talenta kepemimpinan. Sebaliknya, pemimpin yang memiliki talentakepemimpinan, pasti memiliki kemampuan mentoring atau mengembangkan orang lain. Mentoring disini dimaksud adalah suatu hubungan, dimana seorang manajer atau pemimpin yang lebih berpengalaman membantu bawahannya yang kurang berpengalaman.

Mentor biasanya pada tingkat manajerial yang lebih tinggi, bukan atasan langsung dari bawahannya itu. Namun dalam bahasan ini penulis akan berbagi, bagaimana cara seorang pemimpin memiliki kemampuan mementoring orang-orang yang dipimpinya tersebut.
Pemimpin pada dasarnya dibagi menjadi dua, yakni pertama pemimpin sebagai superior yang kerjanya hanya memberi perintah, selalu menyalahkan dan menjaga jarak dengan para bawahannya. Kedua pemimpin sebagao coach dan mentor yang lebih banyak mendengarkan masukan dari bawahannya, fokus pada solusi dan selalu memegang komitmen. Tipe pemimpin yang kedua ini biasanya lebih banyak disukai para bawahannya.

Untuk membangun ketrampilan dasar sebagai mentor, sebenarnya cukup mudah dan bisa dipelajari. Prinsipnya kita perlu melihat bahwa setiap orang memiliki potensi dan sumber daya dalam dirinya. Dengan prinsip tersebut, setiap orang pasti bisa sukses, asalkan dia menyadari potensi yang dimilikinya. Pemimpin bisa melihat hal tersebut dan memanfaatkannya untuk keberhasilan organisasinya.

Pemimpin juga dapat mengambil manfaat dari pengalaman mentoring, karena kemungkinan untuk meningkatkan kepuasan kinerja anggota organisasi dan membantu mereka mengembangkan ketrampilan kepemimpinan mereka sendiri. Kemajuan sebuah karier disebuah organisasi menjadi lebih baik, karena mentoring yang diberikan oleh pemimpin anggota organisasi.

Mentor adalah orang yang berbagi pengalamannya, pembelajarannya dan nasihatnya kepada mereka yang kurang berpengalaman dalam bidang tertentu. Mentoring berasal dari konsep magang, ketika orang yang lebih tua, lebih berpengalaman, mewariskan pengalamannya tentang bagaimana pekerjaannya dilakukan dan bagaimana beroperasi dalam dunia komersial.

Sikap seorang pemimpin memiliki kemampuan mentoring yang tidak pernah pelit berbagi ilmu dan pengalaman. Prinsip yang dikandung oleh pemimpin seperti ini adalah tumbuh bersama untuk memajukan organisasi. Sikap dan prinsip demikian, bukan saja disukai oleh anggota organisasinya, tetapi juga sangat menguntungkan organisasinya.
Share:

PEMIMPIN ~ HARUS PINTAR MENGURAI MEDAN KONFLIK



Terkadang dalam diri seseorang tidak bisa terhindarkan terjadinya konflik diri. Dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat sulit biasanya menciptakan medan konflik dalam diri, sehingga menyebabkan seseorang tersebut tertekan dalam fase tertentu, atau bahkan sampai mengalami depresi. Tidak banyak orang yang mampu mengurai medan konflik dalam dirinya, agar menemukan masalah yang sesungguhnya sehingga dapat menyelesaikannya. Berada diantara dua pilihan yang sama-sama nilainya, memang tidaklah mudah. Namun, kita dituntut harus membuat keputusan agar dapat melanjutkan hidup.
Jika kita tidak segera membuat keputusan, maka hidup kita akan menggantung, dan yang ada hanyalah angan-angan berada di awan, atau memiliki dua pilihan tersebut pada waktu yang sama.




Mempertimbangkan unsur-unsur positif dari kedua pilihan tersebut memang penting, namun mempertimbangkan unsur-unsur dari kedua pilihan tersebut juga sangat penting. Jika sudah dapat memberi pilihan logis mengenai masing-masing pilihan, maka kita seharusnya bisa memilih faktor yang harus dipertimbangkan lagi, yaitu jika nilai dari dua pilihan tersebut sama adalah tidak ada. Segera putuskan memilih yang mana, lalu menindaklanjuti dengan berusaha dan mempertanggungjawabkan. Tidak perlu menyesal, karena pilihan kita memang harus dipertanggungjawabkan, bukan untuk disesali.

Sementara itu, untuk mengurai medan konflik dalam diri yang berhubungan dengan emosi, kita bisa memberi penjelasan kepada diri kita, bahwa harus ada yang dipilih, suka maupun tidak suka. Kenyataan untuk memilih salah satu itu tidak bisa dihindari, karena kita bukan hanya bertanggung jawab kepada diri kita sendiri, tetapi juga bertanggung jawab kepada orang lain.
Seorang pemimpin senantiasa membuka pikirannya agar dapat mengambil keputusan yang tepat atas dua pilihan yang tidak bisa diambil dua-duanya. Keterbukaan pikiran akan dapat menerima faktor resiko dan faktor keuntungan yang menyertai pilihan tersebut.


Share:
Copyright © Carbebosnecess | Powered by Blogger Distributed By Protemplateslab & Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com