SATU MASALAH SERIBU SOLUSI ~ KIAT BIJAK



Masalah seringkali membuat orang pusing tujuh keliling. Bahkan bisa dibilang bahwa masalah adalah faktor utama pemicu kesedihan. Orang terlihat sedih pasti sedang dirundung masalah, bukan? Karena masalah merupakan pilihan hidup, maka solusi akan hal ini terdiri atas berbagai pilihan. Artinya, satu masalah memiliki banyak kemungkinan solusi atau penyelesaiannya. Seperti halnya saat memilih untuk bahagia, maka Anda pun bisa mengambil keputusan untuk terbebas dari masalah.
Saat Anda dirundung masalah, Anda dapat mempertimbangkan berbagai solusi, kemudian memilih salah satu yang paling tepat. Namun, hal ini hanya terjadi bila Anda tidak terpaku pada satu sudut pandang, melainkan memandang ke segala arah.

Dalam mencari penyelesaian atau solusi atas suatu masalah, Anda hendaknya melihat berbagai kemungkinan yang ada. Dapat di ibaratkan berbagai kemungkinan itu seperti jalan setapak di depan mata. Anda tinggal memutuskan hendak melangkahkan kaki ke salah satu dari beberapa jalan setapak yang ada.  Dengan memikirkan berbagai kemungkinan, Anda akan mampu menyelesaikan suatu masalah dalam tempo singkat dan cepat.




Berbeda halnya bila Anda hanya memandang pada satu kemungkinan. Biasanya, orang yang hanya membuka mata pada satu jalan akan tersesat. Begitu pula dalam menghadapi masalah. Jika hanya berfokus pada satu solusi dan mengabaikan opsi lain maka Anda akan terjerembab dalam masalah yang lebih besar lagi. Jadi pada intinya belajarlah untuk berpikir terbuka dalam menghadapi masalah. Sebab, setiap masalah pasti memiliki banyak solusi.

Akan tetapi, bagaimana bila Anda menghadapi jalan buntu atau tidak menemukan satu solusi penyelesaian masalah? Hal itu tidak mungkin karena setiap masalah pasti ada solusinya. Bila berpegang pada prinsip ini, niscaya Anda akan melihat beragam solusi. Hal yang sebenarnya terjadi adalah Anda takut mencoba. Anda berkutat hanya pada satu solusi dan itu pun masih setengah hati untuk menindaklanjuti. Jadi, bukan solusi itu tidak ada atau berhadapan dengan jalan buntu, melainkan Anda takut untuk mencobanya.

Satu yang harus Anda ingat adalah sebuah solusi hanya bisa menyelesaikan masalah manakala dilakukan. Misalnya Anda putus dengan pacar Anda, kemudian patah hati. Anda merasa tidak kuat untuk bertahan hidup karena merasa hati Anda telah hancur berkeping-keping. Padahal, Anda tidak sendirian. Ada ribuan orang diluar sana yang juga mengalami nasib serupa. Pada saat bersamaan, ada ribuan calon pengganti yang tengah menunggu Anda sebagai kekasih. Namun, Anda takut untuk move on. Anda sudah putus asa dan menganggap hidup Anda tak lagi berarti. Maka, hal yang membuat Anda menemui jalan buntu atas masalah ini adalah diri Anda sendiri, yakni takut untuk move on dari mantan kekasih.

Sekarang, coba renungkan saat hendak pergi ke suatu tempat, apa hal pertama yang Anda lakukan? Pastinya Anda melangkahkan kaki. Dari sini, langkah pertama Anda adalah penentu dari keberhasilan Anda mencapai tujuan. Begitu pula dalam mengatasi masalah. Pada contoh move on tadi, langkah pertama Anda adalah sadar diri dan berusaha untuk mencari pengganti yang lebih baik. Bila Anda melangkahkan kaki ke arah tersebut, niscaya kesedihan akibat diputus pacar tidak akan bertahan lama di hati Anda. Dalam waktu sekejap Anda akan kembali merasa bahagia.



Share:

Pengaruh Besar Pikiran Terhadap Apapun yang Terjadi Pada Diri Anda



Anda adalah seperti apa yang Anda pikirkan. Begitu bunyi kutipan sebuah ungkapan populer yang menggambarkan kekuatan pikiran. Ungkapan ini mengandung arti bahwa pikiran memiliki pengaruh besar terhadap apapun yang terjadi pada diri kita. Siapapun dan apapun kondisi yang kita rasakan saat ini, merupakan hasil dari apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir bahagia, kebahagian itulah yang akan nantinya kita rasakan. Jika kita berpikir tidak layak dihormati, tidak layak dihargai maka seperti itulah kita. Jika kita berpikir mampu melakukan sesuatu, kita akan benar-benar mampu melakukannya. Sebaliknya jika kita berpikir tidak mampu melakukan sesuatu, kita pun benar-benar tidak mampu melakukannya.

Pikiran memang sangat berpengaruh secara menyeluruh pada diri manusi, artinya apa yang ada dalam pikiran kita mempengaruhi kondisi tubuh dan mental kita. Dalam hal fisik, pikiran dapat memunculkan reaksi nyata pada tubuh. Ia bisa membuat tubuh terasa bugar atau malah sebaliknya. Dengan pikiran juga bisa membantu menyembuhkan penyakit atau juga malah memperparahnya. Sementara itu dalam hal psikis, pikiran kita bisa mempengaruhi perasaan, bisa mempengaruhi harga diri, mempengaruhi kepercayaan diri dan mempengaruhi kondisi jiwa.




Pengaruh pikiran terhadap fisik atau tubuh sudah banyak dibuktikan lewat berbagai penelitian ilmiah. Para peneliti di dunia kedokteran dewasa ini telah menemukan suatu kenyataan bahwa pikiran seseorang berhubungan erat dengan kesehatan fisik yang dimilikinya. Fungsi otak kita adalah mengatur produksi berbagai senyawa kimia yang mampu memulihkan kesehatan diri. Jika pola berpikir kita negatif, maka otak kita tidak akan memproduksi zat-zat kimia yang dibutuhkan tubuh untuk memulihkan diri. Pola berpikir yang positiflah yang membuat otak bisa memproduksi zat-zat kimia tersebut.

Berpikir Positif Vs Berpikir Negatif

Fakta tentang kekuatan pikiran seperti disebut diatas tentunya memberi pemahaman yang sangat berguna bagi kita. Kita tahu segala sesuatu sejatinya bersumber dari pikiran kita sendiri. Oleh karenanya kita harus hati-hati memberi asupan kedalam pikiran. Jika kita ingin mendapat manfaat positif, satu-satunya jalan kita harus memberi asupan positif bagi pikiran. Kita harus mulai membangun pola berpikir positif, bisa dibayangkan ketika pola berpikir positif sudah kita miliki, dampaknya tentu akan sangat baik. Pikiran positif akan membawa kita pada kebahagiaan, kesuksesan, ketenangan dan hal-hal positif lainnya.

Lallu, apa yang dimaksud berpikir positif itu? Berpikir positif adalah berpikir hanya yang baik tentang keadaan atau tentang seseorang. Kita memasukkan pikiran-pikiran, kata-kata dan gambaran-gambaran yang positif. Berpikir positif bukan berarti semua hal yang salah menjadi baik. Namun kita berusaha menemukan pelajaran dari setiap masalah yang ada. Pelajaran itu pada gilirannya bisa kita gunakan untuk merencanakan masa depan. Jadi, dapat disimpulkan berpikir positif adalah memfokuskan diri kita pada sisi positif dan mengabaikan yang negatif.



Orang yang berpikir positif selalu fokus mencari jalan keluar dari suatu masalah. Ia menghadapi segala sesuatu dengan tenang kemudian dipahami secara positif. Ia terus berpikir seperti itu, apapun pandangan orang lain dan pengaruh yang ada, ia terus berusaha sekuat tenaga menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

Kebalikan dari berpikir positif adalah berpikir negatif.  Berpikir negatif adalah pola atau cara berpikir yang lebih condong pada sisi negatif dibanding sisi positifnya. Karena sisi negatif lebih dominan, tidak heran jika cara berpikir seperti ini dipenuhi prasangka, ketidakpercayaan, kecurigaan, dan kesangsian. Ketika kita berpikir negatif, kita merangsang akal untuk fokus pada hal-hal negatif. Pada waktu bersamaan hal positif akan dikesampingkan. Pikiran tidak bisa fokus pada dua hal yang bersamaan. Jika kita memiliki fokus pada hal negatif, maka sisi positif akan terabaikan. Begitu pula sebaliknya.

Satu kejadian bisa disikapi berbeda tergantung cara berpikirnya, apakah menggunakan cara berpikir negatif atau positif. Tentunya keduanya memiliki dampak yang berbeda. Saat ada tetangga yang memberi suatu hadiah misalnya tentu ini adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir negatif, bisa saja muncul rasa curiga. Dampak dari pola berpikir seperti ini kembali kepada diri kita sendiri. Sebaliknya, jika kita berpikir positif maka kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur. Dengan berpikir positif hidup akan menjadi baik, karena kita memandang sesuatu dari sisi yang baik.

Pikiran itu seperti magnet, memiliki sifat menarik energi yang sejenis. Saat berpikir positif, kita sedang mengeluarkan energi positif. Maka hal-hal yang positif yang akan tertarik. Sebaliknya jika kita berpikir negatif, kita sedang mengeluarkan energi negatif dan hal-hal yang negatiflah yang akan tertarik.


Share:

Jangan Pernah Menunda Pekerjaan Meski Kelihatannya Sepele



Tahukah Anda dampak yang nantinya terjadi jika kita terbiasa dengan kebiasaan menunda suatu pekerjaan? Anda pasti mengetahuinya, bahkan mungkin pernah mengalaminya sendiri, bukan? Oleh karenanya, seringan apapun pekerjaan itu, segera lakukan jika memang harus Anda lakukan meski kelihatannya sederhana saja atau dinilai hanya sepele. Menunda mengerjakan sesuatu memiliki akibat yang meluas. Pekerjaan yang ringan bisa berubah menjadi sangat berat. Motivasi Anda melakukan sesuatu pun menjadi kendur.

Barangkali Anda sudah memiliki banyak rencana matang untuk mencapai tujuan dan hal ini membuat Anda cukup lelah membuat detail jadwal tindakan harian yang perlu dilakukan. Tapi, selama Anda terus saja menunda untuk melakukan tindakan yang sudah Anda rencanakan itu, tujuan Anda jelas tidak akan pernah tercapai.
Kebiasaan menunda adalah kebiasaan buruk yang wajib Anda hilangkan. Sebab, kebiasaan ini memiliki dampak negatif bagi masa depan. Akan ada banyak peluang emas yang terlewat karena menunda-nunda melakukan sesuatu. Padahal kesempatan bagus tak selalu datang berulang. Sekali terlewatkan bisa jadi tak akan pernah kembali. Dengan demikian kebiasaan menunda sangat berpotensi menimbulkan sesal yang teramat menyakitkan dalam diri Anda.



Kebiasaan yang Merusak

Kebiasaan menunda memang menjadi kebiasaan negatif yang paling sering menjangkit banyak orang. Banyak yang menganggapnya sepele tapi jangan salah, sebenarnya kebiasaan ini sangat merusak. Banyak orang sulit mencapai keberhasilan karena kebiasaan-kebiasaan menunda, Seperti mengangkat gelas kosong ditangan. Gelas yang awalnya ringan, jika Anda mengangkatnya dalam waktu yang lama, bobotnya akan terasa semakin berat. Begitupun dengan kebiasaan menunda sesuatu. Ketika Anda menunda sesuatu, meski sebenarnya sesuatu tersebut awalnya hanyalah pekerjaan ringan, akan terasa menjadi pekerjaan yang sangat berat karena ditunda-tunda pekerjaannya. Anda pun semakin lama menjadi enggan melakukannya.

Terbentuk kebiasaan menunda mungkin berawal dari hal-hal kecil. Mungkin Anda hanya menunda membayar tagihan listrik, koperasi, rumah kontrakan, ataupun menunda waktu mandi, waktu olahraga dan lain sebagainya. Tapi begitu kebiasaan menunda sudah tertanam kuat karena dilakukan berulang-ulang maka kebiasaan ini akan berkembang makin parah dan merambah kepada urusan-urusan hidup Anda yang lebih besar. Jika sudah begitu, mengatasi kebiasaan sperti itu menjadi sangat sulit.
Pengaruh jangka panjangnya kebiasaan menunda bisa membentuk imej tidak kompeten pada diri Anda. Anda bisa kehilangan kepercayaan dari orang lain. Entah itu klien, atasan, rekan kerja dan lain-lain. Jika kepercayaan orang lain sudah hilang, Anda akan sulit mendapatkannya kembali. Karena mendapat kepercayaan orang lain termasuk salah satu faktor yang dapat membawa Anda pada kesuksesan diri.

Pengaruh paling dekat dari kebiasaan menunda untuk pelakunya adalah kebiasaan ini membuat perhatian terhadap diri sendiri berkurang akibat pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai. Selain itu juga ia akan kehilangan waktu bersantai serta kesempatan untuk mengembangkan diri. Jika hal ini berlangsung lama, seseorang bisa mengalami kesulitan mengontrol emosi karena selalu terburu-buru sehingga membuat ia cepat marah, menjadi pribadi yang kurang menyenangkan, lelah fisik dan bisa jatuh sakit, lelah secara psikis karena harus selalu menyiapkan alasan bagi keterlambatan dan menerima keluhan dari berbagai pihak.

Jadi, bisa disimpulkan kebiasaan menunda-nunda merupakan "penyakit" yang harus dihindarkan sejauh mungkin karena sangat merugikan. Kebiasaan ini jelas-jelas bisa mengurangi produktifitas pribadi.
Ada beberapa alasan mengapa kita sering melakukan penundaan pekerjaan yang sebenarnya sudah menjadi kewajiban.
Pertama, menunda pekerjaan bisa diakibatkan oleh kurang adanya penguasaan terhadap materi yang sedang dikerjakan. Kita dihadapkan pada suatu tantangan pekerjaan yang sulit, maka sering kali kita berpikir untuk menghindarinya dan cenderung menyerah.

Kedua, berasumsi akan memiliki waktu yang terbai. Orang suka menunda pekerjaan seringkali karena dia berpikir akan mengerjakan pekerjaan tersebut pada waktu yang tepat, yaitu waktu dimana ia memiliki mood untuk mengerjakannya. Padahal datangnya mood tidak bisa diduga. Bisa dua hari, seminggu, sebulan dan seterusnya.

Ketiga, karena kelelahan. Terkadang seseorang menunda karena terlalu letih secara fisik dan emosi. Akibatnya ia mengambil waktu untuk istirahat sejenak. Dan disinilah jebakannya. Ketika kita berhenti maka kecenderungan untuk bergerak lagi menjadi makin berat karena hukum fisika menunjukkan sebuah benda yang berhenti cenderung lebih berat bergerak lagi daripada waktu benda tersebut sudah bergerak walaupun perlahan. Akibatnya adalah munculnya rasa malas untuk bertindak menyelesaikan suatu tugas. Ketika rasa malas mulai bermunculan maka makin beratlah untuk memulai sesuatu.

Keempat, penyakit menunda pekerjaan sebagian besar diakibatkan karena kurangnya motivasi diri. Jika Anda memiliki motivasi rendah dan merasa bahwa yang Anda kerjakan membosankan serta kurang bisa memuaskan batin, maka Anda akan memiliki kecenderungan untuk menunda pekerjaan.




Inilah beberapa alasan mengapa kita sering melakukan penundaan pekerjaan yang sebenarnya sudah menjadi kewajiban. Dan mungkin Anda saat ini berpikir ingin terlepas dari kebiasaan menunda. Berikut ini akan penulis berbagi sedikit tips untuk mengendalikan kebiasaan menunda yang dapat Anda praktikkan :

1.  Buatlah Prioritas

Untuk menanggulangi kebiasaan ini, usahakan membuat daftar prioritas dari pekerjaan yang harus Anda selesaikan. Urutkan dari yang paling sulit atau paling penting hingga hal yang menurut Anda biasa-biasa saja.  Dengan cara ini Anda akan lebih punya motivasi untuk menyelesaikan tugas.

2.  Singkirkan semua gangguan

Saat bekerja, Anda perlu menyingkirkan semua yang berpotensi menjadi gangguan. Fokuslah mengerjakan suatu pekerjaan tanpa gangguan sedikitpun selama dua puluh lima menit. Dalam jangka waktu itu jangan biarkan fokus Anda hilang. Jangan melakukan sesuatu yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Jangan membuka smartphone dan lain sebagainya. Maksimalkan waktu tersebut untuk mengerjakan pekerjaan Anda. Setelah waktu dua puluh lima menit habis, Anda bisa beristirahat kurang lebih lima menit untuk menyegarkan otak. Ulangi lagi langkah-langkah seperti diawal hingga pekerjaan Anda selesai.

3.  Berusaha tenang ketika ada pekerjaan yang membuat stres

Ketika mengalami tugas sulit yang membuat Anda panik dan stres, akan ada kemungkinan lebih besar bagi Anda untuk enunda tugas tersebut. Jika Anda mengalami hal ini maka tetaplah tenang, tarik nafas, ambil waktu sejenak untuk rileks. Selanjutnya, cobalah untuk tetap mengerjakan apa yang harus Anda kerjakan saat itu. Singkirkan dulu berbagai pikiran buruk dalam pikiran.

4.  Istirahatlah yang cukup

Kelelahan dan pikiran yang penat karena kurang istirahat bisa membuat Anda tidak fokus dalam menyelesaikan tugas. Istirahat dan tidur yang cukup akan berdampak besar pada produktifitas seseorang. Kebanyakan orang takut untuk beristirahat dan tidur cukup, karena mereka mengira itu sama dengan membuang waktu saja. Padahal dengan tidur cukup seseorang bisa lebih kompeten untuk melakukan tugas-tugasnya.

5.  Lakukan sekarang

Pada akhirnya, Anda memang harus segera mengeksekusi langsung pekerjaan Anda saat itu juga. Lawanlah keinginan menunda-nunda dengan melakukannya sekarang juga sesulit apapun tugas itu yang sedang dihadapi. Semalas apapun diri Anda saat itu, selalu paksa diri untuk memulai. Biasanya jika proses mulai sudah berhasil dilakukan selanjutnya akan terasa lebih mudah bahkan bisa jadi Anda justru tenggelam dalam keasyikan melakukan pekerjaan itu.

6.  Beri imbalan kepada diri sendiri

Jika sesuatu pekerjaan berhasil Anda selesaikan, jangan sungkan untuk memanjakan diri sendiri. Ini sebagai bentuk hadiah kepada diri Anda sendiri karena berhasil melawan kebiasaan menunda.

Demikian yang dapat penulis berbagi pada pembaca sekalian, semoga memberi manfaat besar bagi Anda sekalian untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.



Share:

Kemampuan Komunikasi Dan Berinteraksi Adalah Modal Mencapai Kesuksesan



Kemampuan dalam berkomunikasi menjadi salah satu kunci dalam meraih keberhasilan yang di inginkan. Banyak orang kurang percaya diri dengan kemampuannya berkomunikasi, sehingga apa yang selama ini diharapkan untuk dicapai menjadi sirna. Padahal kemampuan berkomunikasi adalah jalan bagi mereka untuk dapat menjalin hubungan baik dengan para mitra. Selama ini juga kemampuan seseorang berkomunikasi menjadi incaran bagi para pengelola bisnis untuk mengembangkan usahanya dalam persaingan dunia usaha. Strategi semacam ini sampai akhirnya apa yang diharapkan dapat terwujudkan.

Anda mungkin pernah mendengar atau bahkan pernah mengalami secara langsung, misalnya Anda sedang jalan-jalan disuatu tempat ramai dan Anda tak berniat untuk membeli barang atau produk ditempat itu, Anda hanya sekedar jalan-jalan saja. Tiba-tiba Anda di sapa oleh seseorang dan orang tersebut menawarkan produk jual pada Anda, padahal Anda sendiri tidak bermaksud untuk membeli, namun saat itu disela interaksi Anda menjadi tertarik dengan produk yang ditawarkan orang tersebut hingga akhirnya terjadi transaksi jual beli. Nah, Inilah yang dimaksud dengan kemampuan komunikasi yang dimiliki seseorang dalam upaya mencapai tujuan yang diharapkan.




Dari contoh kemampuan berkomunikasi diatas masih banyak contoh yang lain untuk dapat memikat perhatian orang terhadap apa yang kita harapkan. Bukan hanya menawarkan produk atau jasa, bahkan juga untuk hal lain agar mereka senang dan tertarik dengan kita. Intinya bagaimana kita mengeksplorasikan kemampuan berkomunikasi kita agar setiap orang yang mendengar terkesan dan menangkap pesan dari apa yang disampaikan.

Kemampuan komunikasi yang baik adalah kemampuan untuk menyampaikan dan menerima pesan orang lain dengan tepat. Tepat dalam arti, maksud dan tujuan komunikasi atau pembicaraan tercapai dan terhindar dari berbagai kesalahan. Mengembangkan kemampuan komunikasi sangatlah penting, kenapa? Karena kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik akan membentuk saling pengertian, membutuhkan persahabatan dan memelihara hubungan dengan siapa saja. Sebaliknya, kemampuan berkomunikasi yang buruk akan menimbulkan banyak masalah komunikasi seperti kesalahpahaman sering terjadi, kebencian juga tak jarang muncul, dan itu semua sangat menghambat terciptanya hubungan baik.

Komunikasi dikatakan berhasil apabila timbul saling pengertian, yaitu jika pihak-pihak yang terlibat didalamnya dapat saling memahami pesan-pesan dalam proses komunikasi. Kegagalan komunikasi terjadi jika tidak adanya saling memahami pesan yang disampaikan oleh masing-masing pihak. Sebetulnya Komunikasi sendiri memiliki makna yang luas dan tidak hanya terbatas bahasa lisan, bahkan setiap perilaku dapat menjadi komunikasi jika kita memberi makna terhadap perilaku orang lain atau perilaku kita sendiri. Setiap orang akan sulit untuk tidak berkomunikasi karena setiap perilaku berpotensi menjadi komunikasi untuk ditafsirkan.

Secara garis besar, komunikasi memiliki dua bentuk yakni verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal mencakup komunikasi dalam bahasa lisan, sedangkan nonverbal berupa bahasa gestur atau bahasa tubuh, sikap, emosi dan lain-lain. Oleh karena itu kemampuan komunikasi yang baik ditunjukkan dengan bagaimana seseorang memiliki kemampuan berkomunikasi yang tepat, tepat caranya dan tepat hasilnya. Tepat cara bermakna strategi komunikasi yang dipakai bisa benar-benar mewujudkan tujuan, tepat hasil bermakna pesan yang ditangkap orang lain sesuai dengan yang dimaksudkan. Dengan kemampuan ini seseorang dapat terhindar dari kesalahan-kesalahan terkait dengan penyampaian pesan dan penerimaan pesan.



Proses interaksi dengan orang lain pasti melibatkan perasaan dan emosi pihak-pihak yang terlibat. Disinilah kecerdasan emosional seseorang berperan. Kecerdasan emosional mendukung seseorang untuk melakukan hal yang tepat dalam berkomunikasi sesuai keadaan emosional orang yang bersangkutan dan lawan bicaranya, sehingga orang tersebut dapat berkomunikasi secara efektif.
Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk menggunakan emosi secara efektif dalam mengelola diri sendiri dan mempengaruhi hubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosi mencakup empat aspek utama, yakni kemampuan mengenali atau memahami emosi diri, mengelola emosi diri, mengenali emosi orang lain, dan kemampuan membina hubungan dengan orang lain.

Ada ungkapan berbunyi, "Mengenali diri sendiri adalah puncak dari kebijaksanaan". Memang benar. Kemampuan mengenali diri merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia luas harus dimulai dari diri sendiri. Individu yang ingin menjalin komunikasi sosial dimulai dari diri sendiri. Mengenali diri sendiri juga berarti belajar untuk menilai diri sendiri dengan jujur, pikiran jernih tanpa dibebani prasangka, harapan, ketakutan dan lain-lain.

Mengenali diri sendiri adalah proses dan hubungan timbal balik antara diri sendiri dengan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari orang terbiasa berhubungan dengan orang lain. Mereka mengembangkan berbagai cara komunikasi efektif dengan orang lain demi tercapainya suatu tujuan. Demikian pula halnya dengan belajar mengenali diri sendiri, seseorang harus mengembangkan bentuk komunikasi timbal balik yang baik dengan dirinya sendiri. Mereka harus menumbuhkan kemampuan untuk melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh dirinya sendiri, agar mampu memahaminya dengan baik. Proses ini adalah ketrampilan yang harus diasah terus menerus.
Dengan kemampuan mengenali diri sendiri maka kita akan memiliki kemampuan untuk memahami orang lain. Jika kedua kemampuan itu dapat dikuasai dengan baik, maka proses komunikasi dengan orang lain akan berjalan dengan baik dan sukses.




Share:

BANYAK MENGELUH DENGAN MASALAH, INI SOLUSI MENYIKAPINYA



Dalam hidup, yang namanya masalah tidak bisa di elakkan lagi, bahwa kita semua pernah mengalaminya. Tidak seorangpun yang terhindar dari yang namanya masalah. Hanya saja, masing-masing kita berbeda-beda dalam menyikapinya. Sebagian orang menyikapi masalah dengan terus-menerus mengeluh. Keluhannya sebanyak masalah yang datang. Orang-orang seperti ini pada umumnya menjadi lupa bahwa esensi adanya masalah bukan untuk dikeluhkan, tapi dicarikan solusinya. Sebuah masalah tidak akan pernah usai hanya dengan keluhan. Mengeluh hanya memperbesar bobot berat sebuah masalah.




Ditengah perjuangan hidup mewujudkan cita-cita, akan ada banyak masalah yang datang silih berganti menerpah menghambat usaha kita. Dan jika kita terus-menerus mengeluh, energi akan cepat terkuras habis dengan sia-sia. Padahal perjalanan menggapai cita-cita masih jauh. Bukan tidak mungkin karena kehabisan energi langkah kita menjadi terhenti, semangat kita semakin hari semakin luntur dan akhirnya sama sekali hilang seketika.

Bila sudah begitu, apa yang bisa kita harapkan? Mungkinkah tujuan bisa kita gapai?

Yang menjadi penting akhirnya bukan terletak pada masalah. Akan tetapi lebih kepada bagaimana cara kita menghadapi masalah. Ketika kita mampu menyikapi masalah dengan tepat, hidup akan berjalan baik-baik saja. Tapi sebaliknya, ketidakmampuan kita menyikapi masalah adalah sumber bencana.

Jangan Fokus Pada Masalahnya, Tapi Carilah Solusi Untuk Mengatasinya

Bayangkan saja Anda berada dalam sebuah ruangan satu pintu tanpa jendela. Pintu ruangan itu terkunci dan kuncinya rusak hingga Anda tidak bisa membukanya. Celakanya tidak ada orang lain yang dekat dengan ruangan tersebut. Misalnya Anda berteriak sekuat tenaga, tidak akan ada satu pun orang yang mendengar dan datang membantu.
Apa yang akan Anda lakukan dalam kondisi tersebut? Apakah hanya memandangi pintunya? Apakah Anda hanya akan berteriak-teriak saja? Jika Anda hanya memikirkan pintu yang terkunci, tentu yang ada hanya ketakutan, bahkan Anda bisa melemas dalam ruangan itu.  Begitu pun jika Anda hanya berteriak-teriak.




Tetapi, bagaimana jika Anda menenangkan diri sejenak lalu menjauh dari pintu itu dan mulai melihat sisi lain dari ruangan, bukan pintunya tapi bagian lain dari ruangan. Mungkin Anda mencari-cari secara tenang di dalam ruangan itu, lalu Anda memeriksa lemari yang ada disitu dan melihat seperangkat alat pertukangan.
Nah, itulah solusi yang Anda temukan. Alat pertukangan tersebut adalah solusi untuk membuka pintu yang terkunci. Coba Anda pikir jika fokus Anda hanya pada pintu, apakah Anda memiliki kemungkinan menemukan alat pertukangan tadi? Tentu saja tidak.

Saat menemui masalah dalam hidup, sikap seperti inilah yang harusnya kita miliki. Lihat dan periksalah di sekeliling masalah, bukan pada masalahnya. Siapa tahu Anda menemukan lemari-lemari yang disana ada alat-alat pertukangan yang menunggu untuk Anda temukan. Jika yang Anda lakukan saat bertemu masalah hanya meratapinya, mengeluh dan menangis, maka masalah tetap menjadi masalah. Jadi, inilah prinsipnya. Mari kita belajar fokus pada solusi, bukan pada masalah. Jika masalah di ibaratkan pintu yang terkunci, maka lihatlah sekeliling dan cari jalan keluar dari permasalahan Anda.

Masalah terkadang membuat pikiran kita menjadi kacau bahkan sangat kacau. Ketika itu hanya ada emosi dan amarah. Tapi percayalah, sesungguhnya adanya masalah bukan untuk menghukum kita justru masalah ada untuk menaikkan level kita pada tingkat yang lebih tinggi dan membuat kita semakin tangguh. Tak perlu risau dengan datangnya masalah. Jangan mengeluh ! Kita justru berterima kasih dengan masalah, karena masalah itu yang akan membuat lebih dewasa, kuat dan bertahan. Seandainya tidak ada masalah dakam hidup ini, mungkin kita tidak akan pernah belajar untuk dewasa. Ketiadaan masalah hanya akan membuat kita tidak berkembang. Sebuah masalah bisa membuat kita dewasa karena ia memaksa kita untuk mencari jalan keluar.




Share:

JANTUNG KEHIDUPAN PENENTU SUKSES ANDA DI MASA DEPAN - IMPIAN MERAIH SUKSES



Siapa orang yang tak ingin hidupnya bahagia, mendapat posisi tinggi dalam karier, bahkan berimpian hidup bergelimang harta dan lain sebagainya? Tentu saja salah satu diantaranya Anda menginginkannya, bukan? Itulah perjalanan hidup. Tak seorangpun mengetahui kapan anugerah terindah itu datang dan bisa terwujudkan dalam hidup kita masing-masing. Terkadang banyak orang menyalahkan diri sendiri bahkan orang lain pun bisa dijadikan kambing hitam sebagai penghambat kesuksesannya. Begitu juga, hanya sedikit orang yang mampu mendapatkan hasil terbaik dalam upaya meraih sukses. Padahal hidup meraih kesuksesan itu bukanlah semudah diucapkan. Segalanya butuh proses dalam perjalanannya. Intinya semangat, kerja keras dan tak mudah patah arang menjadi pemicu keberhasilan bagi mereka yang mengejar impian. Adapun salah satu hal tersulit menggapai kesuksesan adalah bagaimana kita menyikapi rintangan hidup dengan mengubah sikap ego diri kita menjadi motivasi untuk berani melangkah.




Berikut ini ada hal bijak yang dapat dikata menjadi jantung penentu sukses Anda, sekaligus bisa menjadi bahan renungan Anda dalam membangun semangat baru menggapai impian sukses yang diharapkan di masa depan.

TUJUAN

Tujuan ibarat kompas, Ia akan membantu Anda menerobos belantara hidup menuju kesuksesan. Tanpa tujuan potensi Anda tersesat menjadi sangat besar, hingga akhirnya akan membuat Anda tak pernah sampai pada apa yang Anda inginkan.
Tujuan yang baik adalah tujuan yang memiliki kejelasan yang spesifik, yaitu tidak buram dan sangat mendetail. Semakin jelas sebuah tujuan yang Anda buat maka semakin baik. Alasannya, karena dengan tujuan yang ditetapkan akan membuat Anda lebih mudah mengatur strategi dalam perjalanan hidup Anda meraih sukses. Oleh sebab itu tuliskanlah tujuan hidup yang Anda miliki. Buatlah sedetail mungkin hingga lebih spesifik, kemudian rencanakan langkah-langkah jangka panjang, jangka menengah hingga langkah jangkah pendek sekalipun yaitu rencana tahunan, bulanan hingga harian.

TINDAKAN

Ini adalah hal terpenting dalam hidup meraih kesuksesan Anda. Segala impian sukses Anda tidak akan pernah terwujud jika tidak dilandasi dengan tindakan. Karenanya bertindaklah produktif setiap hari, meskipun itu hal-hal kecil yang banyak disepelekan orang. Kecil bukan berarti pantas diremehkan. Bisa jadi, tindakan kecil yang kita lakukan memiliki dampak besar bagi kesuksesan yang ingin dicapai. Inilah yang banyak terjadi dalam kehidupan. Ada banyak hal kecil disekitar kita yang terbukti menjadi penentu utama sebuah keberhasilan.
Selama tindakan tersebut memiliki pengaruh dalam sukses yang Anda impikan, maka lakukanlah. 
Bertanyalah pada diri sendiri saat mengawali hari, tindakan produktif apa yang bisa Anda lakukan hari ini? Buatlah evaluasi di ujung hari, sudahkah Anda mengerjakan hal yang benar hari ini? Jika belum,! Apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya di hari esok? Jika sudah,! Apa yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkannya lebih baik lagi?




FOKUS

Fokus adalah modal kesuksesan yang betul-betul dibutuhkan. Karena dengan fokus memberi kekuatan besar pada diri Anda hingga mampu mendobrak benteng penghalang sebuah impian. Tentu saja, usaha mewujudkan cita-cita tidak bisa dijadikan sambilan. Anda harus benar-benar harus fokus, mencurahkan pikiran, tenaga dan waktu yang Anda miliki dalam upaya tersebut. Jika Anda mampu fokus dalam mengejar impian, usaha Anda akan berhasil seperti tetes air yang mampu melubangi batu. Fokus membuat Anda mampu melewati jalan terjal menuju kesuksesan. Oleh sebab itu, setiap hari bekerjalah dengan fokus terbaik, lakukan sesuatu yang benar-benar mendukung terwujudnya tujuan yang Anda tetapkan.

KEBIASAAN

Kebiasaan ibarat autopilot pada pesawat. Ketika Anda telah memiliki kebiasaan-kebiasaan positif, maka Anda tidak perlu lagi mengendalikan apapun. Kebiasaan-kebiasaan itulah yang kemudian dengan sendirinya akan mengantarkan Anda pada kesuksesan. Namun begitu, kebiasaan bisa menjadi pedang bermata dua. Jika Anda tidak berhati-hati, ia akan melukai. Kebiasaan negatif, jika Anda tidak merubahnya, ia akan menghambat upaya Anda menggapai cita-cita.
Karena itu, kenali semua kebiasaan negatif yang mungkin Anda miliki. Rubahlah kebiasaan-kebiasaan negatif tersebut dengan kebiasaan yang berguna tentunya, yakni kebiasaan yang dapat membuat Anda bisa lebih dekat dengan keberhasilan.

WAKTU

Waktu adalah modal terbesar yang kita miliki. Kesempatan memanfaatkan waktu Anda hanya sekali. Waktu tidak akan pernah kembali, sekali terlewat maka akan lewat selamanya. Oleh karena itu manfaatkanlah peluang yang ada, manfaatkanlah kesempatan yang ada. Jika tidak sekarang, kapan lagi? Jangan pernah menunda-nunda hal yang harus Anda lakukan. Orang yang berhasil memanfaatkan waktu, dialah yang kelak akan tampil menjadi pemenang.

Hanya ini yang dapat penulis berbagi pada pembaca sekalian, semoga bermanfaat bagi Anda dan juga bagi diri penulis sendiri untuk sama-sama kita introspeksi atas kelemahan diri kita masing-masing dan menjadikan batu loncatan semangat kita bertambah dalam menggapai impian masa depan. Karena kesuksesan tidak pernah bisa kita raih, manakalah kelemahan diri menjadi alasan untuk bertindak. Sebagai manusia, tentulah kita tidak bisa melepaskan diri dari ketidaksempurnaan. Sebab sejatinya, tidak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan itu hanyalah milih Tuhan.
Yang harus kita miliki adalah sudut pandang positif atas kelemahan yang ada. Kelemahan bukanlah sesuatu yang perlu diratapi, justru harusnya menjadi pemicu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.




Share:

"Keberanian Mencoba" Membantu Anda Menemukan Potensi Terbaik



Siapa bilang kita tidak punya potensi di bidang bisnis jika belum pernah mencobanya. Siapa bilang kita tidak punya potensi di sepakbola jika belum pernah mencobanya. Siapa bilang kita tidak punya kemampuan berbicara di depan umum jika belum pernah mencobanya. Siapa bilang kita tidak punya potensi menulis jika belum pernah mencobanya. Kuncinya mencoba, mencoba dan terus mencoba. Berani mencoba menjadi pintu gerbang dalam menemukan potensi yang kita miliki.

Memang tidak bisa dipungkiri, kita semua memiliki kecemasan yang sama saat hendak memulai sesuatu yang baru. Bayangan-bayangan negatif terasa lebih dulu menyeruak memenuhi pikiran kita hingga tak jarang membuat kita ragu, apakah akan meneruskan langkah atau berhenti saja. Dan inilah tantangannya. Bagi kita yang ingin meraih sesuatu, keberanian harus kita munculkan. Kita harus menghentikan kecemasan-kecemasan itu. Kita wajib meneruskan upaya kita untuk terus maju ke depan.



Lagi pula, apa untungnya jika kita terus memelihara kecemasan. Bukankah kecemasan hanya akan membuat kita jalan di tempat? Rasanya hidup kita terlalu singkat untuk terlalu khawatir dengan resiko. Di setiap hal resiko selalu ada, bahkan kita berjalan kaki pun punya resiko tersandung. Apalagi tindakan-tindakan besar yang lain. Dengan demikian cukuplah alasan bagi kita untuk mengatasi rasa cemas akan bayangan resiko dimasa depan. Jika cemas dibiarkan ia akan menghalangi kita untuk bertindak. Kecemasan membuat kita tidak berani mencoba. Jika kita tidak berani mencoba, bagaimana bisa kita membuat sebuah pencapaian. Tanpa keberanian mencoba, bagaimana kita tahu bahwa sebenarnya kita mampu melakukan sesuatu atau tidak.

Mengatasi Kecemasan Hidup

Meskipun kecemasan adalah emosi negatif yang sangat merusak, tetap saja ia bagian dari diri kita. Semua orang memiliki kecemasan. Yang bisa kita lakukan adalah menghadapi dan mengendalikan perasaan tersebut dan bukan membuangnya. Sebab, kecemasan tidak mungkin dibuang sama sekali. Lalu, bagaimana menghadapi dan mengatasi rasa cemas itu? Ada beberapa hal yang akan penulis berbagi dibawah ini tentang rasa cemas atau takut. Selanjutnya hal itu bisa digunakan untuk menghadapi dan mengatasi kecemasan kita dalam hidup.

1.  Sebagian besar kecemasan yang kita hadapi, timbul dari perasaan kita sendiri.

Sebenarnya, banyak waktu dan energi yang telah kita buang percuma hanya untuk menanggapi kecemasan. Kenapa? Karena sebagian besar kecemasan yang kita rasakan tidak benar-benar nyata. Kecemasan lebih sering ditimbulkan oleh perasaan kita sendiri.
Kata kunci yang membuat seseorang cemas ialah bayangan buruk akibat pikiran negatif, prasangka melebih-lebihkan dan pola pikir yang terlalu menggeneralisasi. Seringkali, kita terlalu mendramatisir akibat buruk itu. Dengan berpikir positif dan berpikir jernih, seringkali apa yang menakutkan itu tidaklah seseram yang dibayangkan.




2.  Memperkaya Informasi

Untuk meminimalisir kecemasan, salah satu jurus ampuh yang bisa kita terapkan adalah dengan mengetahui sebanyak mungkin informasi mengenai hal yang kita cemaskan. Semakin kita mengetahui kejelasan sesuatu dan mengetahui informasi tentangnya, semakin minim rasa cemas yang akan mempengaruhi kita. Dalam hal ini, jangan biarkan diri kita mendapat informasi yang tidak jelas. Carilah pengetahuan seluas-luasnya dengan sumber yang jelas. Kecemasan kita terhadap sesuatu bisa hilang atau setidaknya dapat berkurang dengan kita mengenal atau menggali pengetahuan yang cukup akan sesuatu tersebut. Misalnya, ketika ada seekor ular mendekati kita, selama kita tidak mengetahui jenis dan bahaya ular tersebut kita akan cenderung takut dan menghindarinya. Tapi ketika ada orang lain yang memberitahu bahwa ular tersebut tidak berbisa dan kita percaya dengannya, maka ketakutan kita akan hilang dengan sendirinya.

3.  Pahami bahwa kecemasan adalah hambatan kesuksesan

Memahami kecemasan adalah hambatan sukses, sudah merupakan sebuah langkah maju. Sebab, pemahaman ini akan membuat kita selalu siap menghadapi dan mengendalikan kecemasan. Kita tidak ingin kecemasan menghalangi langkah kita. Kita tidak ingin kesuksesan yang di idam-idamkan tidak tercapai hanya kita mencemaskan sesuatu yang belum tentu benar akan terjadi.

4.  Impian yang kuat dan besar dapat mengatasi kecemasan

Impian kita adalah salah satu obat kecemasan yang paling efektif. Ia dapat memanasi api keinginan di dalam diri kita sampai kita rela menghadapi dan mengatasi kecemasan. Impian kita akan menolong pergi ke tempat yang menakutkan bagi kita dan melakukan apa yang kita cemaskan. Impian kita dapat memberikan percikan yang akan mengubah kecemasan menjadi api semangat yang berkobar.

5.  Fokus pada apa yang bisa kita lakukan

Berfokus pada apa yang ingin kita raih dapat menekan perasaan cemas. Oleh karenanya tumpuhkan perhatian dan pikiran kita pada apa yang sedang kita lakukan, sehingga segala perasaan cemas yang timbul akibat prasangka buruk dari ketidakmampuan menjadi terbaikan dari pikiran kita. Dengan begitu, akan membuka peluang kita mencapai cita-cita.




Share:
Copyright © Carbebosnecess | Powered by Blogger Distributed By Protemplateslab & Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com