Renungan - Bidadari Dari Syurga



Istriku,..!!!?
Aku nikahi dirimu karena aku yakin dan percaya bahwa engkau bisa menjadi penghubung antara aku dengan Tuhanku
Dan aku yakin,. ketika engkau menerima diri ini..! Engkaupun percaya bahwa diri ini bukan hanya sekedar menjadi suami,
Tapi juga bisa menjadi imam yang menunjukkan jalan yang baik dunia dan akhirat.

Dalam kehidupan dunia selalu ada cerita yang terkadang cerita itu mengenyahkan hati, dan terkadang cerita itu membuat diri ini bahagia serta gembira. Adakalanya itu datang dari diriku, dan adakalanya juga itu datang dari dirimu. Tidak ada hal yang bisa menyelamatkan kita berdua, kecuali kita saling memahami, mengerti tugas dan peran kita masing-masing sesuai dengan petunjuk Allah,.bukan sesuai dengan petunjuk ego kita masing-masing.



Tak ada yang sempurna dari diri ini dan tak ada yang sempurna dari dirimu pula. Maka mintalah kepada Allah atas segala apa yang pernah terjadi dalam kehidupan kita. Minta,..minta Allah mengajarkan kepada kita bagaimana kita bisa mencintai kekurangan satu sama lain,.Dan bukan mencintai kelebihan satu sama lain. Karena ternyata toh,..kita merasakan bahwa yang sering menjadi masalah adalah kekurangan,. Bukan kelebihan.

Engkau doakan saja diriku dan aku pun akan doakan dirimu. lalu kita berdua berdoa semoga Allah menyelamatkan kita, hati kita, niat kita dan kita berharap bahwa kita bukan hanya bersama-sama di dunia ini, tapi juga kita akan bersama-sama di akhirat.
Allah jadikan engkau bidadariku,.bukan hanya bidadari dunia, tapi Allah jadikan engkau bidadari syurgaku



Share:

Renungan - Ayah Dan Bunda


Ayah,..dan Bunda,.. Mereka adalah sosok yang sangat luar biasa dalam kehidupan kita.
Kita menjadi saksi perjuangan mereka yang begitu sangat luar biasa dalam kehidupan ini.
Cucuran keringat yang keluar, perginya Ayah kita dari rumah kita untuk mencari nahkah,.. pagi siang,malam kadang tak pulang,
Ternyata semua itu dilakukan untuk kita.

Lalu bagaimana dengan Bunda,..

Tidak pernah dihiraukan rasa sakit yang menderah. Apalagi saat kita di kandungnya.
Sembilan bulan kita berada di dalam perutnya,. Saat-saat yang menegangkan saat kita dilahirkan.
Itu adalah saat paling berat yang dirasakan oleh ibunda kita.
Yang ada di pikirannya hanya bagaimana kita bisa keluar dengan selamat menatap dunia ini




Maka yang pantas bagi kita adalah apa,.?
Kita mengangkat tangan, kita bermunajah,..kita meminta kepada Allah untuk Ayah dan Bunda kita

Duhai Allah yang Maha Rahman, dan Maha Rahim....
Engkau pasti mendengar apa yang kami pinta,.
Engkau pasti tahu apa yang kami harapkan untuk Ayah dan Bunda kami
Ya Allah,..Selamatkan mereka Ya Allah...
Jikalau mereka masih hidup, kami hanya memohon Ya Allah...Panjangkan umur, taat mereka, umur ibadah mereka,..
Jangan susahkan mereka dalam kehidupan ini, karena mereka sudah susah mengasuh kami membesarkan kami.
Jangan biarkan kami membuat hati mereka luka, bahkan airmata mengalir dari kedua mata mereka.

Ya Allah,..Ya Rahman,..
Untuk mereka Ayah Bunda kami yang sudah berada di alam kuburnya,
Kami memohon kepada Engkau Ya Allah.. Jangan siksa Ya Allah,..Jangan di azab...
Jadikan kuburnya taman-taman surga.
Berikan roman-roman surga di alam kuburnya
Jadikan setiap amal baiknya adalah sahabat di alam kuburnya.

Kami menjadi saksi Ya Allah,..
Bahwa mereka adalah orang yang luar biasa dalam kehidupan kami.
Ya,..Robb.. jikalau nanti Engkau betul-betul selamatkan kami,.
Kami hanya ingin Engkau pertemukan kami dengan kedua orangtua kami lagi...
Rindu Ya Robb..
Rindu hati ini menatap wajahnya, mendengar suaranya,..
Rindu dengan kehangatan pelukannya Ya Allah..

Ya Robbi,..Ya Robbana..
Surga itu tidak akan indah tanpa kedua orangtua kami.
Surga itu tidak akan indah tanpa mereka ya Robb.
Mereka yang telah membuat kami seperti ini
Mereka yang telah menjadikan kami bermanfaat dalam kehidupan ini,
Maka jangan biarkan kami terpisah.
Jangan biarkan kami tidak bisa lagi melihat wajah keduanya Ya Allah..

Ya Robbana,...Selamatkan mereka... selamatkanlah mereka...
Amiiiin....




Share:

Makna Filosofi Bambu



Bambu merupakan jenis tanaman perdu yang tumbuh bisa mencapai bermeter-meter tingginya meskipun hanya dengan akar serabut. Hal ini menunjukkan bahwa bambu dalam masa resesi pertumbuhannya memperkuat pada bagian dasarnya yakni akar, agar kelak dapat menopang ketinggiannya yang mencapai puluhan meter dari permukaan tanah dan mampu menahan hembusan angin kencang. Dari hal di atas mengajarkan kita seperti pertumbuhan layaknya bambu. Dimana dengan dasar akal pikiran yang sehat serta iman dan takwah kepada Sang pencipta sehingga kita dapat membedakan hal baik dan buruk untuk mengontrol kehidupan di kemudian hari. Meskipun dalam kehidupan ini banyak pasang surutnya, itu bukan berarti kita gagal dalam hidup. Akan tetapi kita sedang menjalani resesi pertumbuhan yang luar biasa dalam menghadapi cobaan dan membentuk pribadi yang kuat.




Bambu juga mampu hidup di tempat yang sulit bagi tanaman lain untuk dapat hidup, serta mampu menahan erosi. Semakin berumur bambu juga semakin kuat, baik batang maupun akarnya. Demikian juga dalam kehidupan ini mengajarkan kita layak hidup dimanapun kita berpijak dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Sehingga membentuk pribadi yang supel dalam bermasyarakat, mentaati norma-norma bermasyarakat dalam satu rumpun hidup berdampingan secara tentram dan damai. Fleksibilitas bambu mengajarkan kita pada sikap hidup yang berpijak pada keteguhan hati dalam menjalani hidup, walaupun badai topan menerpah silih berganti namun bambu akan tegak berdiri menjulang di antara tanaman lainnya. Tidak ada kata menyerah atau berputus asa dalam hidup ini untuk terus tumbuh dan berkembang,. tidak ada alasan untuk tenggelam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi tersulit apapun.

Hal yang terpenting adalah, hampir semua bagian dari bambu mampu dimanfaatkan oleh masyarakat. Mulai dari tunas bambu muda, sampai ujung batangnya berguna. Sifat yang diharapkan bahwa kita mampu dan berguna bagi orang banyak serta menjadi panutan di setiap keadaan.

Oleh sebab itu Lalui hidup ini dengan bijak, dan yakinlah bahwa hidup kita akan "Menjulang Tinggi dan Membawa banyak manfaat bagi orang lain", layaknya Bambu.



Share:

Filosofi - Tukang Bakar Sate



Dalam artikel ini penulis sengaja mengangkat sebuah topik pembahasan tentang filosofi tukang bakar sate. Pembaca sekalian mungkin bertanya-tanya kok' bisa ya,. ada filosofinya tentang tukang bakar sate..!? Terkadang kita tidak menyadari segala sesuatu yang ada di sekitar kita yang dapat memberikan banyak gambaran tentang kehidupan ini, namun terabaikan begitu saja. Padahal segala sesuatu yang memberi banyak pelajaran yang berarti dalam kehidupan ini luput karena kenikmatan yang semu. Sejatinya bahwa Sang pencipta alam semesta tidaklah menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia di muka bumi ini bagi manusia. Maka dari itu segala kehidupan yang ada di muka bumi ini penuh makna yang berarti antara satu sama lainnya. Seperti halnya Tukang bakar sate yang akan penulis ulas bahasannya pada kesempatan kali ini.

Jika Anda pernah atau sesering mungkin beli sate, lalu apa yang anda perhatikan makna dari hal itu...?



Sebagian besar orang yang memesan sate atau membeli sate hanya akan memerhati berapa lama sate akan cepat matang setelah di panggang di atas bara yang panas. Selain itu mungkin hanya menikmati aroma daging yang lezat terhempas dari kibasan asap angin yang sesekali lewat di indra penciuman kita. Jika hal ini lebih dalam lagi sama-sama kita resapi akan makna apa yang terkandung dari tukang bakar sate melakukan aktivitas ini, maka kita akan mendapat gambaran penjelasan yang sangat mendalam dan sungguh luar biasa jika dikaitkan dengan kepemimpinan.

Dibawah ini penulis mengajak pembaca sekalian merunut proses langkah aktivitas yang dilakukan oleh Tukang bakar sate, yakni :

1.  Sudah pasti menyiapkan perlengkapan penunjang untuk bakar sate

Mengapa hal ini perlu dilakukan,.? Ya, ibarat seseorang yang akan bepergian tentu akan menyiapkan perbekalan selama dalam perjalanannya. Demikian juga dengan tukang bakar sate. Sebelum ia melakukan aktivitas bakar sate, maka perlu mempersiapkan segala perbekalan dalam menunjang aktivitasnya.

Lalu, apa hubungannya dengan kepemimpinan..?

Tentu saja seorang pemimpin harus mempersiapkan anak buahnya atau bawahannya yang siap sedia mendukung pencapaian tujuan akhir, agar segala langkah demi langkah yang akan ditempuh lebih mudah di gapai. Karena tanpa persiapan yang matang, segala upaya mencapai tujuan tidak akan tercapai. Inilah makna pertama filosofi yang terkandung pada Tukang bakar sate tentang mempersiapkan perlengkapan penunjang bakar sate.

2.  Tukang bakar sate Membuat api pada satu titik

Jika diperhatikan saat tukang bakar sate mulai membuat api pertama, tentu yang dilakukannya mengumpulkan bahan untuk dibakar berupah batok kelapa kering atau bara hitam yang sudah ada sebelumnya, lalu dinyalakan api pada satu titik hingga menjadi bara api yang merah panas.
Hal ini dimaksud sebagai pertanda prosesi bakar sate sebentar lagi akan dimulai.

Lalu, apa hubungannya dengan kepemimpinan..?

Sehubungan dengan cara pertama mempersiapkan anak buah atau bawahan, kini saatnya seorang pemimpin menjadi panutan atau keteladanan bagi bawahannya yang mampu membakar semangat serta mengasah keahlian para bawahannya dalam bekerja sama, bahu membahu dan fokus pada pencapaian tujuan bersama. Hingga menghasilkan anak buah atau bawahannya yang berkualitas dan produktif. Inilah makna kedua filosofi Tukang bakar sate tentang membuat api pertama pada satu titik.




3.  Memencarkan bara merah menyalah ke segala sisi atau sudut secara merata

Setelah api pada satu titik menjadi bara merah, terlihat tukang bakar sate mulai memencar-mencarkan bara merah ke sisi atau sudut yang menjangkau untuk diletakkan sate panggang. Hal ini dimaksud agar panas bara api menjadi stabil diberbagai tempat atau sisi sudut. Dan jika ada bara yang padam maka tukang sate menggabungkannya ke bara lain yang masih menyalah-nyalah hingga bara yang padam tadi tertular ikut menyalah.

Lalu, apa hubungannya dengan kepemimpinan..?

Bagi seorang pemimpin yang bijak, ketika melihat permasalahan yang dihadapi oleh tim di suatu bidang kerja mulai redup, maka dilakukannya merotasi salah satu anak buahnya yang kurang bersemangat untuk ditempatkan berbaur bersama tim yang lebih banyak semangatnya agar cepat beradaptasi dengan tim kerja yang baru secara merata kemampuannya atau keahliannya. Selain itu sebagai pemimpin yang mengharapkan pencapaian tujuan bersama terwujudkan, maka hendaklah memberi arahan-arahan positif dan bukan memarahi anak buahnya hingga mereka memahami dan kembali bersemangat menggapai tujuan bersama. Inilah makna ketiga filosofi Tukang bakar sate tentang Memencarkan bara merah menyalah ke segala sisi atau sudut.

4.  Memanggang/membakar sate di atas bara panas

Setelah tukang bakar sate memencarkan bara api merah ke segala sudut secara merata, kini saatnya ia meletakkan panggangan sate di atas bara panas. Hal ini pertanda bahwa proses aktivitas bakar sate sudah dimulai, dan terlihat ketrampilannya memanggang atau bakar sate dengan cara membolak-balikan sate dari posisinya hingga menukar posisi tempat satu sama lainnya.

Lalu, apa hubungannya dengan kepemimpinan..?

Seorang pemimpin jangan lengah pada setiap keadaan. Jangan berpuas diri dari setiap usaha yang dilakukan ketika mencapai hasil yang maksimal. Hendaklah memonitoring setiap upaya yang dikerjakan oleh tim kerja melalui review. Karena setiap keadaan akan mengubah segalanya menjadi hambatan. Bila hambatan itu datang, maka segeralah mencari solusinya. Oleh sebab itu sebagai pemimpin dibutuhkan sikap agresif di setiap pekerjaan guna mengsuport para bawahannya mencapai tujuan bersama. Bila perlu rotasi bawahan anda pada satu bagian kerja sesuai keahliannya, hingga menghasilkan tim kerja yang solid di segala bidang. Inilah makna ke empat filosofi Tukang bakar sate tentang Memanggang/membakar sate di atas bara panas.

5.  Sate matang di angkat

Selesai memanggang/bakar sate, tukang bakar sate terlihat senang dan mulai mengangkat panggangan sate satu persatu dari bara panas. Proses ini pertanda sate telah matang dan siap di jual atau diserahkan pada pembelinya.

Lalu, apa hubungannya dengan kepemimpinan..?

Melalui usaha kerja keras, pengorbanan, strategi yang dilakukan oleh seorang pemimpin, tentu saja akan membawa hasilnya. Bila hasil yang dicapai tidak sesuai yang diharapkan, maka perlu introspeksi diri. Namun bila hasil yang dicapai melampaui yang diharapkan, jangan lupa beri penghargaan bagi bawahan anda yang telah mendukung sepenuhnya usaha anda. Promosikan mereka pada jabatan yang layak. Karena tanpa mereka langkah anda mencapai kesuksesan tidak akan terwujud. Seperti filosofi sate gosong.

Share:

Respons Menyerang atau lari - Dampak berpikir negatif


Sebelum saya menjelaskan respon menyerang atau lari, ada baiknya anda menyimak cerita peristiwa yang pernah saya alami waktu itu.

Saat baru pulang dari kerja dan hendak masuk ke halaman rumah, tiba-tiba saya melihat anjing helder coklat besar berlari cepat menuju ke arah saya. Saya tak sempat berpikir dari mana anjing itu datang, dan siapa pemiliknya? Mengapa pemiliknya membiarkan berkeliaran begitu saja? Bukankah itu melanggar hukum dan pemiliknya bisa di penjara? Intinya saya tidak sempat berpikir apapun. Saya serasa terbang dan reflek melompat secepat kilat, kemudian berada di atas tembok pagar yang cukup tinggi. Dari atas tembok tinggi saya memandang anjing itu. Tidak lama kemudian saya melihat seorang perempuan datang tergopoh-gopoh dari sebuah rumah sebelah sekitar tempat itu, Ia berkata "Jangan takut,.! Ini anjing pintar milik saya. Ia datang untuk mengucapkan selamat datang kepada anda dan ingin bermain-main bersama anda. Saya marah besar pada perempuan itu karena menyepelekan peristiwa yang baru saja terjadi. Saya loncat ke tembok lebih tinggi lagi dan bertanya, "Boleh aku tahu siapa anda?" Ia menjawab, "Aku tetangga baru anda. Dan ini anjingku, Molly namanya. Ia suka bermain dengan orang lain. "Saya hanya tersenyum karena lidah saya sudah kelu, jantung berdetak seperti suara drum band dan tekanan darah saya naik. Saya berkeringat seperti habis maraton di tengah hari yang panas dan napasku tersendat-sendat. Saya menunggu sampai tetangga itu pulang membawa Molly. Setelah itu saya loncat turun dari tembok dan masuk ke rumah sampai kondisi normal kembali.




Pernahkah anda merasakan peristiwa seperti yang saya alami? Kondisi inilah oleh para pakar disebut keadaan "Menyerang atau lari". Ketika seseorang merasa jiwanya terancam bahaya, baik dalam dunia nyata atau dunia imajinasi, maka akal perasaan yang bertanggung jawab menganalisis dan memahami yang bisa dipikirkan seseorang selain bertahan hidup. Adrenalinnya akan meningkat dan memberi kekuatan luar biasa pada otot-otot dalam tubuhnya, terutama pada otot kaki dan tangan.
Gejala tersebut disertai tekanan darah yang meningkat, detak jantung terpacu cepat, napas terengah-engah serta konsentrasi dan ukuran mata bertambah lebar. Reaksi yang dilakukan untuk melindungi diri adalah menyerang atau lari.

Respon menyerang atau lari disebut juga "kewaspadaan terhadap kelangsungan hidup". Hal ini terjadi ketika kehidupan seseorang terancam. Yang demikian ini tergolong respons positif yang membantu seseorang tetap dapat bertahan hidup. Bayangkan Sang pencipta memberikan kondisi yang demikian kuat ini agar kita bisa melindungi diri dan mempertahankan hidup. Respons tersebut akan bereaksi, baik ketika kita berselisih dengan pasangan hidup atau dengan kawan hingga membuat kita seolah benar-benar menghadapi bahaya.

Respons lari berhubungan dengan rasa takut, sedangkan respons menyerang berhubungan dengan marah. Keduanya dilatar belakangi oleh pikiran negatif yang membuat seseorang berpikir tidak logis dan meledakkan kekuatan yang ada dalam dirinya. Kekuatan ini melampaui segala khayalan tentang sesuatu yang hanya perlu disikapi dan dipelajari dengan bijak hingga dapat dimanfaatkan untuk kemajuan.

Mulai saat ini, sadarilah pikiran anda sebelum bertambah negatif dan menjadikan anda mengambil respons seolah sedang menghadapi bahaya.



Share:

Persahabatan yang tidak baik - Pikiran Negatif

Persahabatan yang tidak baik


Saya pernah menghadiri sebuah undangan makan malam di rumah kawan. Di rumah itu hadir sekitar dua puluh orang. Mereka berbincang-bincang tentang politik dan mencaci maki  para tokohnya. Tidak lama kemudian, tema pembicaraan beralih ke topik problem kehidupan dan kondisi psikologis yang terjadi pada kami. Selanjutnya beralih pada pembicaraan pada orang lain dengan cara-cara negatif. Dan saat ini saya mulai merasa tidak nyaman. Maka setelah mengucapkan terima kasih kepada kawan, saya langsung bergegas pamit pulang. Setiba di rumah, apa yang terjadi di sana saya tulis dalam agenda. Ternyata pikiran negatif mengundang daya tarik pikiran sejenis dan mengundang banyak hal, seperti yang berlaku dalam hukum gravitasi.




Jadi, persahabatan yang tidak baik menyebabkan kitaberkonsentrasi pada hal-hal negatif. Akal pun membuka file-file negatif hingga menghasilkan sesuatu yang serupa dengannya. Hal ini mengingatkan saya pada sebuah pepatah Arab yang mengatakan, "Teman duduk seseorang menggambarkan dirinya". Ternyata pikiran negatif menjadikan bahasa seseorang menjadi negatif dan yang mendengar hanya keluhan. Hal itu membuat orang-orang yang berpikir positif tidak tertarik untuk berinteraksi dengannya. Sebab orang-orang yang berpikir positif memiliki pola pikir berorientasi pada solusi, maju dan berkembang. Sementara orang-orang yang berpikir negatif hanya berkutat pada problem menular pada orang lain.

Hal ini mengingatkan saya pada seorang ibu dengan kisahnya tentang "Rahasia Keberhasilan Hubungan Suami Istri". Ia berkata pada saya tentang pikiran negatif yang dirasakan kebenarannya. Tidak salah jika saya katakan bahwa pikiran negatif dapat menyebabkan sebuah perceraian. Dimana suaminya tidak lagi memperhatikannya seperti dulu. Ia selalu berpikir dan membanding-bandingkan bahwa hubungan mereka sudah tidak semanis seperti yang dulu. Ia mulai meragukan : jangan-jangan suaminya menjalin hubungan gelap dengan perempuan lain. Pikiran negatif ini meracuni otaknya hingga seperti tidak waras lagi. Suatu hari Ia datang memenuhi undangan dari temannya dan saat itu Ia menceritakan perasaannya pada temannya. Ternyata temannya sependapat dengannya. Temannya mengaku mengalami hal yang sama. Tidak lama kemudian, ia memergoki suaminya bermesraan dengan perempuan lain. Sang suami tentu tidak bisa mengelak. Namun, ia berjanji untuk meninggalkan wanita simpanannya. Dan benar, suaminya pun menepati janjinya. Tetapi sejak saat itu, ia tidak lagi percaya pada suaminya. Bahkan tekadnya untuk minta cerai sudah bulat.

Selanjutnya ia berkata pada saya, "Aku benar-benar terpukul. Di rumah aku menunggu suamiku pulang. Setelah ia datang, aku menyambutnya sesuai nyala pikiranku. Ia tidak meladaniku. Ia justru memintaku membuktikan sendiri untuk memastikan bahwa ia bekerja berjam-jam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan anak-anak agar dapat hidup dengan layak. Saat itu aku merasa sedikit lega, tetapi ucapan temanku tetap terngiang-ngiang di telingaku sepanjang malam. Akibatnya, aku tak bisa memejamkan mata saat tidur. Hari berikutnya ia menghubungi seorang kawan dan memintanya memata-matai suaminya. Ia hanya ingin memastikan kalau suaminya tidak mngkhianatinya. Dan ternyata benar, suaminya dizalimi kecurigaannya. Sebab suaminya benar-benar bekerja keras sepanjang hari bahkan juga melakukan pekerjaan lain untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan keluarganya. Sampai akhirnya ia mulai merasa lega, tapi juga resah karena pikiran negatif yang muncul dibenaknya banyak mengundang pikiran negatif lainnya.

Jadi, seseorang yang berpikir negatif akan mendapatkan penguatnya. maka terjadilah semacam pembenaran dan menambah problem semakin kompleks. Ada sebuah Pepatah mengatakan, "Kesengsaraan menarik kesengsaraan lain. Orang yang sengsara menarik orang lain ikut sengsara pula".
Pikiran negatif inilah membuat seseorang merasa senang pada orang yang mendukung pendapat negatifnya dan orang yang memiliki pikiran sejenis dengannya. Entah, pikiran negatif melahirkan persahabatan yang negatif, ataupun lainnya sehingga memperkuat pikiran negatif tersebut. Dengan begitu orang tersebut hidup dalam rotasi negatif. Tak pelak permasalahan yang dihadapi semakin membesar dan hidupnya semakin terarah.

Share:

Media Informasi Penyebab Membuat Pikiran Negatif

Media Informasi Penyebab Membuat Pikiran Negatif


Seorang tokoh agama terkemuka pernah menyebut televisi sebagai "Layar Setan". Saat itu ia berbicara tentang waktu yang terbuang percuma dan bagaimana kebanyakan orang menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dan berbahaya. Sempat saya berpikir dan mencari tau lebih lanjut maksud perkataan Layar Setan tersebut. Alhasil saya menyadari bahwa Sang pencipta jagad raya memberi kita akal agar digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. dengan akal kita diperintahkan banyak berpikir tentang penciptaan langit dan bumi. Dengan akal pula kita diharapkan dapat semakin dekat kepada-Nya. Tetapi ternyata ada orang yang menjadikan akal yang luar biasa ini untuk kejahatan.




Kita lihat siaran televisi menayangkan para artis yang erotis. Tujuannya tentu mengumbar syahwat, menjadikan masyarakat, terutama kaum remaja terjerumus ke lembah perzinaan. Lebih lanjut ia berkata, "kalaupun ada berita, bahasa yang digunakan bersifat negatif dan membuat orang yang menyaksikan merasa pesimis. Selain itu televisi mempengaruhi dan menakut-nakuti masyarakat. Sajian iklan dan musik yang sangat mempengaruhi masyarakat dan mendatangkan kehidupan yang ironis. Hal ini  terbukti secara ilmiah. Dan ia berkata, "Bahasa kita menjadi negatif dan menyedihkan gara-gara layar laknat itu. Selaku tokoh agama aku berkewajiban mengingatkan masyarakat akan bahayanya".

Ini contoh sederhana bahwa media informasi memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pemirsanya. Sebagian besar program yang disajikan hanya fokus pada masalah pengaruh seksualitas. Hal itulah yang membuat seseorang betah menyaksikannya berlama-lama.
Saya punya teman yang taat beragama. Ia memutuskan untuk tidak menghadirkan televisi ke rumahnya. Ketika saya tanya, "Mengapa anda lakukan itu?" Ia menjawab, "Karena terlalu banyak hal yang tidak bermanfaat di dunia ini, tidak seperti yang kami lihat di masa lalu. Program-program yang mereka sajikan tidak membantu kita mendekatkan diri kepada sang pencipta alam jagad raya ini. Ia menambahkan, "Aku akui ada beberapa stasiun televisi yang menyajikan program bagus dengan menghadirkan para pakar, baik di bidang agama, akhlak, maupun karier. Namun program yang lain sama sekali tidak memotivasi apa-apa. Yang ada hanya mendatangkan kerusakan, buang-buang waktu, mengundang pikiran negatif dan menebarkan pesimisme pada masyarakat. Karena itu aku putuskan untuk tidak menghadirkan televisi di rumahku. Uang yang ada aku gunakan untuk membeli kaset-kaset ajaran agama. Itulah yang bermanfaat bagiku dan anak-anakku". Setelah itu ia mendekati saya dan berkata, "Layar ini sangat berbahaya. Jika tidak ada yang mengawasi, bisa menyebabkan kerusakan diluar sana yang sungguh luar biasa. Maka, bertakwahlah kepada Sang pencipta alam jagad raya ini dalam setiap suguhan orang.

Ini contoh lain tentang kekuatan pengaruh media informasi dan bagaimana ia menjadi penyebab utama lahirnya pesimisme dan pikiran negatif yang membuat seseorang fokus pada hal-hal negatif. Itulah upaya menarik perhatian orang agar terus menyaksikannya. Media informasi menjadi penyebab utama dalam mempengaruhi orang dengan cara-cara yang negatif. Akibatnya pikiran dan konsentrasi terbentuk dengan pola yang serupa.


Share:
Copyright © Carbebosnecess | Powered by Blogger Distributed By Protemplateslab & Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com