Hargailah Nilai Kegagalan ~ Inspirasi Meraih Kesuksesan



Setiap kita pasti pernah mengalami suatu kegagalan,bukan? meskipun demikian kegagalan bukan menjadikan kita patah arang dalam menjalani hidup. Setidaknya kita dapat bangkit dari bayang-bayang kegagalan yang pernah menimpah kehidupan ini. Jika kita benar-benar ingin sukses maka segeralah keluar dari lingkaran kehidupan kegagaln itu yang hanya membuat kita takut untuk melangkah maju. Kenyataan bahwa kita tidak mungkin mencapai kesuksesan tanpa mengalami kegagalan. Dengan begitu secara langsung kita telah berhasil memberi nilai pada kegagalan.

Banyak orang tak dapat menghargai kegagalan yang dialami. Justru karena sikap inilah, ia tidak mendapatkan apa-apa dari kegagalannya, kecuali kesakitan dan airmata.  Orang-orang ini lupa bahwa dibalik kegagalan tersimpan benih-benih kedewasaan dan kematangan diri. Orang-orang itu juga lupa bahwa ada hikmah besar dibalik kegagalan. Hanya orang-orang yang bisa menghargai kegagalanlah yang akan menerima maksud dari kegagalan itu.




Latihlah diri kita untuk menjadikan kegagalan sebagai penanda bahwa jarak kita dengan kesuksesan telah selangkah lebih dekat. banyak orang memimpikan kesuksesan. bagi saya kesuksesan hanya mewakili 10% dari pekerjaan Anda, yang berasal dari 90% bagian yang dinamakan kegagalan. Orang yang sangat sedikit belajar dari kegagalan, tidak akan pernah mengalami suka cita kesuksesan yang sesungguhnya.

Ada banyak hikmah tersembunyi dibalik kegagalan. Kegagalan tak lain adalah bagian dari perjalanan sukses.  Tak masalah jika saat ini kita harus merasakan pahitnya kegagalan. Toh kita bisa belajar banyak dari kesalahan-kesalahan yang menyebabkan kegagalan itu. Inti dari kepahitan yang kita rasakan tak lain adalah proses belajar menuju kedewasaan.

Bertentangan dengan keyakinan orang, saya menganggap kegagalan sebagai sebuah keharusan dalam jenis usaha. Semakin banyak Anda berusaha, semakin sering Anda gagal. Semakin sering Anda gagal, semakin banyak Anda belajar. Semakin banyak Anda belajar, maka semakin baik Anda jadinya. Kata kunci disini adalah "Belajar". Jika Anda mengulangi kekeliruan yang sama dua tiga kali, Anda tidak belajar darinya. Anda harus belajar dari kekeliruan Anda sendiri dan kekeliruan orang lain sebelum Anda.
Kemampuan belajar dari kegagalan sungguh penting. Bukan hanya dalam bisnis saja melainkan seluruh aspek kehidupan yang ada. Jika kita bersedia belajar dari kegagalan, kita akan benar-benar belajar hidup.




Rangkul kegagalan itu, jadikan ia sahabat

Apapun yang menjadi tujuan kita, entah itu bidang bisnis, jasa, seni, olahraga ataupun lain sebagainya satu-satunya cara agar dapat terus maju adalah dengan gagal sedini mungkin dan mengubah kegagalan itu secepat mungkin menjadi batu loncatan. Semakin cepat kita gagal, semakin cepat pula kita bangkit dan maju.

Banyak orang menggerutu ketika mengalami kegagalan. Mereka melupakan bahwa kegagalan itu sudah berlangsung. Artinya mau tak mau harus dihadapi, diterima.  Terus menggerutu dan memprotes kegagalan hanya akan membuat kita semakin terbebani dengan kegagalan itu. Jika benar-benar ingin sukses, kita harus menerima kegagalan itu dan menjadikannya sebagai bagian dari hidup. Terimalah kegagalan sebagai sahabat. Dengan begitu, kita tidak akan terbebani kegagalan-kegagalan itu. Sebab, jika tidak gagal barangkali justru kita tidak akan sungguh-sungguh maju.

Kunci tindakan positif adalah mengetahui perbedaan antara persoalan dan kenyataan. Persoalan yang dimaksud disini adalah sesuatu yang dapat diselesaikan. Karena kegagalan adalah fakta yang sedang kita alami, kita pun harus bisa menerimanya. Siapapun yang menjadikan kegagalan sebagai sahabat akanmenemukan kesuksesan lebih dari yang ia bayangkan, dengan memelihara sikap positif dan belajar dari kegagalan. Kita hanya perlu belajar hidup berdampingan dengan kegagalan dan terus melangkah. Setali tiga uang, " Jika tidak mampu menerima kegagalan, kita tidak akan menang".



Share:

Susah Percaya Pada Orang Lain ~ Penghambat Kesuksesan



Selain tingginya sifat egoisme, susah percaya pada orang lain juga dapat menghambat kita dalam meraih kesuksesan. Banyak orang gagal akibat tidak adanya sikap saling percaya. Padahal, menaruh rasa saling percaya amatlah penting dalam menjaga sehatnya sebuah hubungan. Misalnya saja Seorang pimpinan harus percaya pada bawahannya, bahwa para staf mampu menjalankan pekerjaannya secara optimal. Sebaliknya, para staf juga harus percaya pada atasannya, bahwa para pemimpin telah merancang program kerja sedemikian rupa sehingga layak dijalankan.

Prinsip kepercayaan tidak hanya berlaku dalam bisnis saja, tetapi juga dalam keluarga, asmara dan persahabatan. Tanpa sikap saling percaya mustahil dapat terjalin hubungan yang harmonis. Sebab kepercayaan merupakan fondasi kokohnya sebuah hubungan. Sebagian orang memang trauma menaruh kepercayaan pada orang lain. Alasannya, mereka pernah dikhianati. Mereka kerap mengalami kebimbangan, hendak memberikan kepercayaan kedua ataukah tidak. Ya, mempercayakan sesuatu pada orang lain memang bukan perkara mudah. Terlebih, ketika kepercayaan yang kita berikan dibalas pengkhianatan. Namun, rasa-rasanya tak ada salahnya kita memberikan kesempatan sekali lagi, biarkan orang itu memperbaiki dan membangun ulang citra dirinya. Pun kita bisa melakukannya melalui beberapa cara dalam mengubah kegagalan menjadi batu loncatan. Berikut ini akan penulis uraikan cara tersebut, antara lain yakni :



1. Memaafkan mereka. Meskipun mereka telah mengecewakan kita, maka maafkanlah. Konon ada perasaan legah luar biasa yang akan kita dapatkan dalam tindakan memaafkan.

2. Jelaskan bahwa pelanggan yang pernah dilakukannya tak akan pernah terulang di lain waktu. Meskipun kita sudah memaafkan kesalahan yang mereka buat, bukan berarti mereka bebas memperlakukan hati kita. Tegaskan bahwa mereka tak akan mengulangi kesalahan yang sama.

3. Ingatlah momen-momen mereka yang lebih baik. Seburuk apapun seseorang, pasti mempunyai sisi baik. Ketika mereka telah mengecewakan, cobalah mengingat momen-momen terbaik bersama mereka. Tidak adil jika kita hanya mengingat keburukan mereka tanpa mengingat kebaikan-kebaikannya.

Sebaliknya, jika Anda melakukan kesalahan yang mengakibatkan hilangnya kepercayaan seseorang terhadap Anda, jangan tinggal diam. Berusahalah memperbaiki kesalahan itu hingga keharmonisan hubungan Anda pulih kembali. Bagimana caranya? Tentunya kembali mengurai bagaimana membangun kembali hubungan yang telah hancur karena rusaknya suatu kepercayaan.

1. Minta maaflah
Ya, jangan menunda untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf pada orang yang telah kita lukai. Akuilah kesalahan dan minta maaflah segera, tak peduli akan seperti apa tanggapan orang yang bersangkutan.

2. bertanyalah pada diri sendiri, mengapa Anda merusak kepercayaan itu.
Jujurlah pada diri sendiri. Koreksilah diri Anda, tanyakan pada diri Anda mengapa Anda sampai hati merusak kepercayaan.




3. Memperbaiki kesalahan
Percuma jika Anda meminta maaf namun tak punya itikad untuk memperbaiki kesalahan yang Anda perbuat. Berbenahlah

4. Mengakui bahwa diperlukan waktu yang lebih lama untuk memulihkan kepercayaan daripada merusaknya.
Hanya butuh waktu hitungan menit untuk merobohkan kepercayaan yang diberikan orang lain, sedangkan untuk membangunnya, kita membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

5. Kepercayaan dipulihkan melalui tindakan, bukan kata-kata.
Jangan hanya membual dengan kata-kata. Tunjukan kesungguh-sungguhan untuk membenahi kesalahan melalui tindakan-tindakan.

Itulah fondasi kokohnya sebuah hubungan. Rasa saling percaya adalah modal pokok menjalin sebuah hubungan bahkan dalam hal apapun. Tanpa rasa saling percaya, mustahil hubungan akan berjalan langgeng. Rasa saling percaya akan melahirkan kejujuran, keterbukaan dan kemurnian hati. Tanpa di iringi sikap saling percaya, hubungan tidak akan berjalan sehat. Yang ada justru rasa curiga, was-was serta ancaman terkhianati. Jika sudah demikian, mustahil sebuah kesuksesan dapat tercapai mengingat tak satupun kesuksesan tercapai tanpa peran orang lain.

Jika tidak ingin gagal dalam menjalin hubungan dengan orang lain, berilah mereka kepercayaan. Sebab kepercayaan merupakan kunci segala keharmonisan hubungan. Berkenanlah memahami mereka dengan memenuhi segala keinginan dan kebutuhannya. Meskipun terkesan dramatis, sikap inilah yang akan membuat hubungan berumur panjang. Kepercayaan yang kita berikan kepada orang lain, pada akhirnya manfaatnya akan kembali pada diri kita sendiri. 



Share:

7 Sikap Negatif Penyebab Kegagalan Meraih Sukses



Apapun karakter yang ada di diri kita tentu akan sangat mempengaruhi perjalanan kesuksesan kita. Banyak kegagalan yang datang karena buruknya karakter. Orang-orang yang berkarakter negatif akan mudah terjerat ke lumbung kegagalan . Sayangnya orang-orang semacam ini justru sulit mengakui kekurangan dan kelemahan karakternya sendiri. Ini sebabnya sehingga seringkali membuat mereka terjebak ke dalam kegagalan serupa.

Orang yang bersikap negatif biasanya akan menuding hal-hal diluar dirinya sebagai sumber masalah yang menimpahnya. Mereka mendasarkan sikap buruknya pada keadaan, didikan orangtua, keterbatasan diri, atau bahkan orang lain. Padahal kita tak bisa menyalahkan apapun atau siapapun atas sikap negatif kita sendiri. Kitalah pihak yang bertanggung jawab seutuhnya atas diri kita, pilihan kita dan sikap kita. Bukan orangtua, keadaan atau orang lain. Dalam beberapa hal semua orang pasti mempunyai keterbatasan. Dan kita memahami serta menerima semua itu. Sebaik apapun keadaan, kita masih bisa menemukan alasan untuk bersikap negatif. Sebaliknya juga seburuk apapun keadaan, kita masih bisa menemukan cara untuk bersikap positif. Pilihan selalu ada dalam genggaman kita.




Ada beberapa sikap negatif kerap menyebabkan kegagalan. Dan jika sikap-sikap ini terus dipelihara dalam diri kita, maka masa depan kita yang menjadi taruhannya. Berikut ini akan penulis ulas akan sikap-sikap negatif tersebut, diantaranya yakni :

1. Gegabah

Apakah kita termasuk orang yang gegabah? Atau pernah mengalami kegagalan karena sikap gegabah? Gegabah adalah sikap berani yang berlebihan, sehingga menyebabkan kurangnya kehati-hatian. Biasanya orang yang gegabah punya jalan pikiran pendek. Mereka sering mengambil keputusan tergesa-gesa dalam bertindak, karena tanpa melewati proses pertimbangan yang panjang. Orang-orang yang gegabah sering menyesal setelah menerima dampak dari tindakan sikapnya itu. Orang-orang ini lebih dikuasai perasaan daripada logika.

2. Manajemen Emosi yang Buruk

Banyak orang terjebak di jalan kegagalan karena tak bisa mengelolah emosi dengan baik. Ketika menghadapi masalah, mereka mudah marah dan enggan menjelaskan masalah apa yang sedang dihadapi. Dengan emosi yang tidak stabil itulah akhirnya membuat mereka menghindarinya. Karena tak jarang, orang-orang disekitar yang akan kena imbas dari emosinya yang buruk.
Meskipun setiap orang pernah mengalami emosi-emosi negatif, namun tidak harus dipendam. Karena suatu saat emosi-emosi yang terpendam itu seketika akan meledak. Demikian juga terhadap emosi yang tidak di tata dengan baik, akan menimbulkan tindakan-tindakan di luar kontrol.

3. Cepat Marah

Terkadang dengan membuat kekeliruan kecil saja, orang-orang bisa langsung cepat marah berlebihan kemudian melampiaskan kemarahannya pada diri sendiri bahkan terhadap orang-orang disekitar. Oleh sebab itu berhati-hatilah karena amarah bisa menjadi sikap negatif yang sangat berbahaya bagi perjalanan kesuksesan.
Disini, kita harus pandai-pandai mengelolah amarah. Larena marah bisa merusak sebuah hubungan. Amarah yang tak terkendali bisa mengakibatkan persoalan kecil menjadi besar.

4. Ragu-ragu

Banyak orang terbelenggu dengan keraguannya sehingga sulit melangkah. Orang-orang semacam ini tidak pernah yakin bahkan terhadap dirinya sendiri. Biasanya untuk mengambil satu sikap atau tindakan mereka akan meminta pertimbangan dari orang lain. Sikap negatif ini hanya akan melahirkan sikap-sikap negatif lainnya seperti kurang percaya diri, lamban, dan tidak punya pendirian.
Percayalah pada kemampuan diri sendiri. Hargai setiap keunikan dan kelebihan yang kita miliki dan tak perlu merasa inferior. Jika ingin sukses, kita harus yakin bahwa kita mampu dan layak sukses. Kita tidak harus menjadi seorang yang jenius atau kaya untuk membangun kesuksesan. Kita hanya perlu yakin bahwa harapan akan terwujud.




5. Angkuh, Mudah Berpuas Diri

Biasanya saat harapan mulai terwujud, akan datang lagi sikap alami yang sangat membahayakan yakni berpuas diri. Padahal berpuas diri tidak akan mendatangkan kesuksesan optimal.  Justru ketidakpuasanlah yang akan mendorong kita untuk menemukan kesuksesan maksimal. Kita bisa bercermin dari orang-orang yang telah berhasil terdahulu. Mereka tidak pernah puas dengan apa yang telah diraih. Inilah yang mendorong mereka untuk menemukan cara-cara kreatif dalam berinovasi. Kepuasan diri yang tak terkendalikan akan mengarah pada kesombongan. Sementara kesombongan akan menghalangi kita dalam mencoba menemukan hal-hal baru. Sikap semacam ini hanya merusak tatanan sesuksesan yang hampir sempurna kita bangun. Jika kita orang angkuh, tak ada waktu lagi untuk menunda perubahan diri. Segera hentikan kesombongan kita jika memang benar-benar ingin sukses maksimal.

6. Menggampangkan segala Urusan

Sebesar apapun bakat dan potensi yang kita miliki, akan sia-sia jika tak menganggapnya penting. Potensi yang kita miliki harus mendapatkan apresiasi, terlebih diri sendiri. Inilah yang menjadi bekal utama kita dalam mencapai kesuksesan. Jika menganggap remeh dengan yang kita miliki, sudah pasti kitapun akan menganggap remeh segala yang akan kita capai. Pada kenyataannya, tidak menganggap penting suatu urusan akan banyak menyebabkan kegagalan. Misalnya, tidak menganggap penting relasi bisnis karena dinilai kurang potensial.

Jika kita termasuk orang yang gemar menggampangkan urusan, kita patut waspada. Sikap ini justru dapat melemahkan diri sendiri. Menggampangkan urusan juga mengakibatkan kita menjadi pribadi yang sombong dan cepat berpuas diri. Padahal, kesombongan adalah penyakit hati paling ganas yang dapat menumbangkan kesuksesan.

7. Minder, Merendahkan Diri Sendiri

Banyak orang akhirnya bergumul dengan kegagalan karena sikap rendah diri. Mereka rela menenggelamkan ide-ide dan karya-karyanya hanya karena merasa apa yang mereka ciptakan tak mempunyai arti. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Orang-orang dengan tingkat kepercayaan diri rendah selalu membutuhkan orang lain disampingnya. Orang-orang ini selalu membutuhkan dukungan orang lain bahkan untuk menentukan langkah-langkah terkecilnya sekalipun. Orang-orang ini butuh kehadiran orang lain untuk memotivasinya, meyakinkan bahwa setiap langkah yang diambilnya tepat. Mereka terlalu takut berbuat salah, terlalu takut apa yang dilakukannya akan menuai kritik maupun cemoohan dari orang lain.

Apakah Anda termasuk orang yang kerap merendahkan diri sendiri? Jika iya, hilangkan saja. Sikap ini hanya akan menggerogoti pikiran maju yang Anda miliki. Sekaligus berakibat pada kecilnya kesuksesan yang Anda miliki. Dekatkan diri pada orang-orang yang gemar memberikan dukungan bukan sebaliknya.

Itulah Sikap-sikap negatif yang membahayakan kesuksesan kita. Jika kita cermati, sebenarnya kita sendirilah yang menciptakan sikap-sikap itu. Mereka lahir dari pikiran dan perasaan kita sendiri, bukan dari lingkungan ataupun orang lain. Sikap-sikap negatif itu mustahil hilang atau berubah menjadi sikap positif jika bukan kita sendiri yang menghilangkan atau mengubahnya. Jika keadaan yang kita alami terus menerus membuat kita kecewa, sudah saatnya melakukan perubahan sikap. Toh, kita bisa memetik hikmah sebanyak-banyaknya dari kegagalan dialami. Hambatan besar yang membentangi kita dari impian pun tersingkirkan.

Kita mestinya mencintai perubahan, senyaman apapun kita dengan sikap negatif yang melekat pada diri. Beberapa orang memang malas mengubah sikap, padahal perlu diketahui perubahan merupakan cara mengembangkan pertumbuhan pribadi. Kesediaan untuk berubah akan mengeluarkan kita dari kebiasaan buruk. Kebiasaan baru yang lebih baik pun akan segera kita jalani. Itulah mengapa, menolak perubahan berarti menolak kesuksesan.



Share:

Menempuh Cara-Cara Instan Meraih Sukses



Sejarah telah menunjukkan bahwa para pemenang yang paling dikagumi selalu menghadapi rintangan-rintangan yang sulit bahkan perih sebelum mereka berhasil. Mereka menjadi petarung tangguh yang menolak diri untuk berputus asa atas kekalahan-kekalahan yang mereka alami. Mereka terus bangkit bersemangat hingga terwujudkan impiannya. Inilah cara yang ditempuh oleh banyak orang dalam meraih kesuksesan. Namun banyak pula orang yang mengambil jalan pintas untuk menuju kesana. Mereka cenderung meremehkan waktu dan upaya yang dibutuhkan untuk mencapai sesuatu yang diharapkan.

Mungkin sudah seringkali kita menemukan fenomena macam itu di sekitar kita. Misalnya saja untuk bisa lolos seleksi menjadi pegawai negeri, orang-orang rela menggelontarkan sejumlah uang demi membeli satu posisi yang di inginkan. Proses kompetisi antar peserta pun akhirnya tak berlaku lagi. Banyak orang melakukan praktek suap membeli demi satu jabatan. Praktek seperti ini masih terus berlangsung dari jaman dulu hingga sekarang ini, bahkan generasi muda pun sudah mulai terjangkit penyakit mematikan ini. Apalagi ditambah trend budaya menyontek hingga membeli kunci jawaban ujian nasional sudah bisa ditemukan di beberapa tingkat sekolah.




Sejatinya, kesuksesan yang diraih melalui jalan pintas tak akan pernah bertahan lama. Kesuksesan semacam ini tak ubahnya seperti kesuksesan semu yang hadir diluar saja. Para peraih kesuksesan ini, hatinya akan terus merasa kosong. Tak ada kepuasan dalam diri mereka oleh karena tak ada perjuangan yang hakiki yang dilakoni. Begitulah kesuksesan yang diraih secara instan, maka akan cepat berakhir secara instan pula.

Jika mau sukses, kita harus bersedia berjuang menghadapi segala rintangan yang datang silih berganti. Karena kemenangan dapat diraih jika kita terus berupaya bangkit meskipun terseok-seok melangkah maju. Oleh karenanya jangan sampai kita patah semangat pasrah menyerah pada kondisi semacam itu dan pada akhirnya impian tak terwujudkan. Justru kesuksesan dapat diraih jika kita tekun.

Harga Sebuah Kesuksesan Adalah Tekun

Kesuksesan abadi tak pernah diraih orang yang berpangku tangan. Jika ingin sukses kita harus bersedia berjuang, bersabar dan berlatih. Mengambil jalan pintas merupakan tanda ketidaksabaran dan disiplin diri yang rendah. Padahal disiplin diri adalah kualitas yang mampu didapatkan melalui proses latihan, belajar melakukan apa yang tidak alami. Kesuksesan sejati terletak pada keikhlasan mengalami rasa takut namun tetap menindaklanjutinya.




Harga sebuah kesuksesan adalah ketekunan. Tak peduli apa profesi yang digeluti. Entah sebagai guru, dokter, pegawai, buruh, pedagang, pengusaha dan lain sebagainya hanya ketekunanlah yang akan membawa kita pada puncak kesuksesan. Hanya orang-orang yang terus mencoba berkali-kali yang akan menuai hasil, yakni dengan ikhlas hati bersedia mengatasi rasa takut dan rasa enggan dengan tetap bertindak meski sering terjatuh. Jika orang-orang ini tidak berani mencoba maka mereka tak akan menemui jalan mencapai kesuksesan.

Orang yang bersungguh-sungguh ingin sukses akan bekerja keras mewujudkannya. Mereka selalu mampu mengubah ancaman menjadi tantangan. Tak peduli berapa kali harus mencoba, tak peduli berapa kali harus kalah namun mereka terus bangkit menjemput impiannya. Ketika menghadapi kegagalan, mereka tidak akan menyerah apalagi berputus asa pada kegagalannya. Orang yang tekun selalu menolak pasrah pada keadaan. Seburuk apapun nasib yang menimpahnya, tak menjadikan ia berhenti menggapai tujuan. Kegagalan dan kesalahan dijadikannya pengalaman sekaligus pengajaran yang teramat bernilai.

Banyak Orang mengalami kegagalan dalam hidup karena mengikuti nasihat ini : "Jika Anda tidak berhasil, cobalah hal lain. Namun Kesuksesan justru menjauh dari mereka. Impian berhasil terwujud karena ada orang-orang yang berkukuh dengan ambisi mereka. Mereka tidak mau berputus asa. Mereka juga tidak pernah membiarkan dirinya dikuasai kekecewaan. Tantangan-tantangan yang ada justru membuat mereka bersemangat untuk berusaha lebih keras.



Share:

Inilah Jika Memaksakan Diri Di Bidang Yang Tidak Disukai



Sahabat pembaca yang setia,. Pernahkah Anda memakai pakaian yang kebesaran atau kekecilan? Lalu bagaimana rasanya? Pasti Anda merasa tidak nyaman, bukan? Seperti itulah kira-kira perumpamaan ketika seseorang memaksakan diri menekuni bidang yang tidak sesuai dengan minat dan potensinya. Rasanya sama seperti saat memakai pakaian yang kebesaran atau kekecilan. Memang tetap masih bisa dipakai untuk menggerakkan badan,.namun Anda pasti merasa tidak nyaman, bahkan menyiksa tubuh Anda.

Kasus semacam ini sudah sering dijumpai disekitar. Dan hal seperti ini pasti pernah atau bahkan setiap hari menjumpai orang-orang yang terus menerus mengeluhkan pekerjaan atau lingkungan tempat ia bekerja. Dari berbagai keluhannya, tampaklah bahwa pekerjaan yang digelutinya begitu membebani dirinya. Oleh karena ia menganggap ini sebagai beban, sehingga motivasi kerja orang-orang semacam ini tak lebih sekedar menyelesaikan tanggung jawab. Dan akhirnya tak ada gairah untuk mengembangkan potensi yang digeluti. Yang ada hanya datang pagi, pulang sore. Sebatas itu yang dilakukannya setiap hari dengan pekerjaannya. 

Hal penting, tahukah Anda bahwa ketidaksesuaian antara kemampuan, minat, bakat dan kepribadian dengan profesi yang Anda geluti bisa menimbulkan kegagalan yang parah? Sejatinya, menekuni bidang yang tidak sesuai dengan minat, bakat dan kepribadian dapat membuat Anda terperangkap dalam situasi menekan dan menyesakkan. Sesempurna apapun pekerjaan itu atau sebesar apapun upah yang dijanjikan pada Anda, tak akan berarti apa-apa jika hati menolaknya. Bukan hanya tak bisa menikmati pekerjaan itu, tapi akan membuat Anda tersiksa dengan segala hal yang berkaitan dengan pekerjaan itu, bukan?




Oleh karenanya, sebelum Anda melangkah lebih jauh, Anda harus mencermati terlebih dahulu apakah benar-benar menikmati bidang yang Anda geluti atau justru sebaliknya. Jika memang bidang itu berlawanan dengan kemampuan dan kepribadian Anda, segeralah berpikir mempertimbangkannya; apakah akan meneruskan profesi itu atau meninggalkannya. Tidak salahnya Anda meninggalkan atau memilih mundur dari profesi yang nyatanya kurang tepat buat Anda atau bukan seperti yang Anda impikan selama ini.

Anda bisa mengevaluasi kesesuaian itu dengan bertanya dalam diri Anda misalnya Apakah Anda seorang Manajer perusahan yang lebih suka mencangkul di sawah?, Apakah Anda seorang dokter yang lebih suka menjadi seorang arsitek bangunan? Apakah Anda seorang wirausahawan yang bekerja diperusahan orang lain sehingga gagasan Anda tidak tersalurkan?

Jika Anda menjawab "ya", baiknya segera lakukan evaluasi terhadap diri dan kondisi Anda. Jika memang profesi yang Anda geluti tidak sesuai dengan diri Anda. Pertimbangkan untuk melakukan perubahan dan jangan sampai Anda seolah sedang memakai pakaian yang kebesaran atau kekecilan. Bukannya merasa nyaman, justru membuat Anda terbebani setiap harinya. Meskipun pekerjaan itu bisa Anda selesaikan secara tuntas, potensi Anda miliki tidak akan berkembang dengan optimal. Sangat di sayangkan, bukan?

Segalanya tergantung pada diri Anda dalam membuat putusan. Ingat dengan sebuah ungkapan permainan catur, bahwa "Salah melangkah, maka kalah posisi". Oleh sebab itu jangan sampai Anda salah melangkah, sehingga membuat Anda tertekan dan semakin surut dengan potensi yang Anda miliki. Jadikan diri Anda pemenang dalam mengolah potensi yang telah ada dalam diri Anda dan menikmati pekerjaan sesuai minat, bakat yang ada dalam diri Anda sejak lama.



Share:

Ternyata begini caranya menetapkan target dalam meraih sukses



Mengingat target itu sangat penting dalam upaya menggapai impian, sehingga kita harus tahu apa yang menjadi target utama yang harus ditempuh dalam hidup. Ada banyak orang bercita-cita agar impiannya terwujud, namun tak sedikit diantara mereka menemui sebuah kegagalan. Alasan mereka hanya pasrah pada kenyataan bahkan sampai sulit untuk bangkit lagi untuk melangkah menggapai impiannya. Akhirnya mereka memilih berhenti, dari pada hanya kegagalan yang terus didapatkan. inilah ciri orang yang mudah putus asa setelah mengalami kegagalan hidup menggapai impian.




Padahal target menggapai impian harus benar-benar menjadi prioritas utama dalam hidup seseorang. Meskipun banyak impian hidup yang ingin diraih, jika kita konsisten dalam mengatur ritme tujuan hidup yang hendak digapai secara prioritas itu, maka mudah bagi kita dalam meraihnya. Yang terpenting adalah bagaimana cara menetapkan target itu. Berikut ini akan penulis berbagi pada pembaca sekalian langkah-langkah dalam menetapkan target dalam meraih kesuksesan.

1. Kenali Impian Anda
Pada dasarnya orang yang telah meraih sukses tentu yang dilakukannya adalah menuliskan sebuah target yang hendak digapainya yakni apa yang menjadi impian dalam hidupnya. Sebab impian merupakan awal dari sebuah bentuk kesuksesan. Tanpa impian tentu Anda tak akan mampu menentukan target mana yang hendak diperjuangkan. Oleh karenanya harus diprioritaskan terdahulu sasaran utamanya. Kalaupun impian yang ingin digapai terlalu banyak, pilihlah satu diantaranya yang ingin digapai terdahulu. "Semuanya berawal dari impian. Impian adalah ungkapan hati dari tujuan hidup Anda, yang menentukan apa artinya meraih potensi Anda. Jika impian itu bisa dinyatakan dengan jelas, Anda pasti bisa menciptakan sebuah peta perjalanan". (Ungkapan Maxwell)

2. Amati Posisi Awal Anda
Hal ini penting karena mustahil kita bisa mendulang kesuksesan tanpa mengenali impian. Selain itu kita tidak mungkin menjadi sukses jika tidak mengetahui darimana hendak memulai langkah. Oleh karenya, mulailah dengan mengevaluasi diri kita dengan sejujur-jujurnya. Cermatilah kemampuan, kelemahan, pendidikan, pengalaman dan bakat lain yang Anda miliki. Renungkan impian tersebut dan mengukurnya dari kondisi awal, Anda bisa mengartikannya dengan lebih tepat. Anda akan memperoleh gambaran yang lebih jelas akan hal penting bagi Anda dan bersedia untuk Anda berikan, korbankan demi meraih sukses. Dengan demikian Anda akan ada diposisi yang lebih baik untuk menetapkan target-target yang jelas dan realistis.

3. Buatlah Pernyataan Tujuan Anda
Setelah Anda memikirkan dan memperjelas impian, bersiaplah mengambil langkah berikutnya, yakni menentukan tujuan. Tuliskan sebuah pernyataan tujuan yang dilandasi impian dan apa yang akan Anda lakukan selagi menuju kesana. Pernyataan tujuan Anda harus berkembang dengan sendirinya dari impian, nilai dan keyakinan Anda. Karena itu, menyusunnya tidak bisa sekali jadi. Kebanyakan orang malah mengembangkan dan menyempurnakannya sambil jalan selama bertahun-tahun. Ketika Anda menulis pernyataan tujuan, ingatlah untuk tidak mengharapkan hasil sempurna. Tuliskan pernyataan itu sebaik mungkin kemudian rencanakan untuk memperbaruinya ketika Anda lebih memahami diri dan impian Anda.



4. Tetapkan Target-Target Anda
Setelah Anda membuat pernyataan akan tujuan Anda, maka tujuan Anda jelas. Selanjutnya Anda bisa menentukan target-target yang hendak diraih. Anda telah siap menentukan titik-titik tujuan dalam peta perjalanan yang harus dilalui demi memenuhi tujuan akhir Anda.

5. Mulailah Bertindak
Perlu diketahui bahwa sesempurna apapun target yang telah Anda tetapkan jika tidak di imbangi dengan tindakan nyata maka segalanya menjadi sia-sia dan percuma. Tindakan inilah menjadi kunci Anda dalam memenuhi cita-cita target yang telah Anda tentukan. Cara bertindak memenuhi target-target Anda adalah dengan mulai melakukannya secara konsisten. Anda tidak harus menjadi sempurna. Anda hanya perlu membuat kemajuan

6. Sesuaikan Rencana-Rencana Anda
Setelah menindaklanjuti target-target yang telah dipasang dengan tindakan nyata, pastikan untuk mengevaluasi target. Cermatilah kemajuan-kemajuan yang telah Anda buat agar dapat membuat penyesuaian. Hal ini dimaksud, mungkin ada beberapa target yang sudah tidak penting bagi impian dan tujuan Anda, sehingga perlu di ringkas. Sebaliknya, beberapa target lain yang mungkin justru perlu diperbarui. Dengan begitu, Anda akan tahu mana yang dibutuhkan dan mana yang perlu ditinggalkan. Ketika Anda berusaha memenuhi target-target tersebut, pikirkan hal ini. Sekalipun Anda harus berjuang menuliskan pernyataan tujuan hidup yang akan berlaku seumur hidup, buatlah rencana untuk mengevaluasi dan memperbarui target Anda terus-menerus.

7. Rayakan Kesuksesan Anda
Selesai menjelajahi impian. Berhasil merenungkan tujuan dan menetapkan target-target, selanjutnya bersiaplah menerima hal-hal indah yang akan terwujud. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada Anda dalam perjalanan sukses. Dengan impian yang realistis, usaha yang keras, keyakinan kuat, bukan tidak mungkin Anda nantinya jauh melampaui harapan-harapan itu. Namun Anda harus mengawali disuatu tempat untuk meraih impian itu dan menetapkan target adalah langkah awal yang hebat.

Itulah alasan mengapa target begitu penting dalam perjalanan meraih kesuksesan. Jika saat ini Anda belum menemukan tujuan hidup, segeralah menentukan sasaran itu. Jangan sampai Anda mengalami kegagalan karena belum tahu arah dan sasaran itu. Cukup sekian yang dapat penulis berbagi pada pembaca sekalian, semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.




Share:

Disandera Oleh Rasa Takut Karena Kegagalan



Pembaca yang budiman,.! Seringkali kita dihantui oleh rasa takut untuk melakukan sesuatu dalam mencoba melangkah maju dalam menggapai sesuatu yang di impikan. Hal ini dikarenakan kita pernah merasakan betapa perihnya sebuah kegagalan ketika sesuatu yang hendak digapai menemui hasil akhir dengan gagal total. Sebagian orang terpasung oleh masa lalu akibat kegagalan yang dialaminya. Kuatnya belenggu rasa takut menjadi salah satu ciri bahwa kita diperdaya oleh kegagalan itu sendiri. Kegagalan tak jarang membuat kita susah bangkit karena adanya perasaan takut akan gagal lagi dan lagi kesekian kali di masa mendatang.




Hal ini jika tidak segera diatasi, maka perasaan takut itu akan selalu menyandera hidup. Alhasil, kita terus terkurung oleh bayang-bayang imajinasi kegagalan itu. Dan tentunya kita tidak mengharapkan yang demikian, bukan?

Dihadapi, Bukan Dihindari

Sejatinya, takut adalah perasaan alami yang biasa dirasakan oleh semua orang. Hanya saja setiap orang mempunyai ketakutan yang berbeda, meskipun terkadang ketakutan itu tampak konyol dan berlebihan dirasakannya. Ada yang takut kulitnya keriput, takut melewati jembatan dan lain sebagainya bahkan dengan kegagalan itu sendiri. Namun perlu di ingat.! Seberapapun menggelikan dan konyolnya ketakutan yang kita miliki, ia menyimpan bahaya yang sangat besar.

Rasa takut sangat berbahaya bagi upaya kita untuk berkembang. Saking bahayanya, ketakutan mampu menenggelamkan segala potensi kita dalam merengkuh kesuksesan. Itulah kalau rasa takut terus-terusan dipelihara. Ia membuat kita tidak berani bertindak. Padahal tidak adanya tindakan hanya akan membuat kita kurang pengalaman yang berakibat pada kebodohan diri. Dan kebodohan juga akan menyebabkan rasa takut. Perputaran ini akan menjadi seperti siklus yang jika tidak diatasi, tentu akan berdampak buruk bagi diri kita sendiri.

Selain itu rasa takut mengakibatkan kita banyak melakukan penundaan. Sikap menunda-nunda berakibat ketidakefektifan dalam memanfaatkan waktu. Rasa takut juga bisa mengalihkan fokus, melemahkan pola pikir, hingga membuat kita terkucilkan dari kingkungan sekitar. Rasa takut mampu membuat orang menjadi enggan hidup bermasyarakat dan memilih menjadi orang biasa-biasa saja. Meski punya banyak bakat dan potensi, karena dipenuhi oleh rasa takut sehingga bakat dan potensi itu akan selamanya terpendam.

Pernahkah kita menyadari bahwa seberapapun besarnya ketakutan yang kita miliki, ketakutan itu belum tentu terjadi? Ya, takut adalah perkara batin dalam diri setiap orang. Perasaan kita sajalah yang menyebabkan munculnya ketakutan itu, lalu menguasai hati dan pikiran. Padahal persentase ketakutan itu akan terjadi sangatlah kecil. Oleh karenanya, jangan sampai waktu dan energi kita terbuang percuma hanya karena belenggu ketakutan atas apa-apa yang belum tentu terjadi.




Cara menghadapi Rasa Takut

Pembaca yang budiman,.! Akuilah setiap rasa takut yang sedang kita alami, dan cermatilah apakah rasa takut itu benar-benar terjadi atau sekedar muncul karena rasa khawatir saja. Jika rasa takut itu ada kaitannya dengan masa lalu, berusahalah untuk meninggalkannya. Dan jika rasa takut itu berasal dari hal-hal sepele, cobalah mengingat hal-hal yang jauh lebih realistis dan benar-benar penting. Jangan biarkan kita terus disandera perasaan-perasaan yang hanya akan menghambat pertumbuhan diri.

Biarpun diliputi rasa takut, kita tidak boleh membiarkan ketakutan itu menghentikan langkah untuk maju dan berkembang. Tak perlu khawatir, banyak orang yang sekarang berhasil meraih prestasi gemilang, pada mulanya juga menghadapi ketakutan-ketakutan yang sama seperti yang kita rasakan. Hanya saja, mereka terus melangkah dan berhasil mengalahkan ketakutan dalam dirinya. Orang-orang macam ini tidak rela dirinya dikuasai rasa takut yang berlebihan  dan menyiksa.

Yang semestinya kita pelihara adalah keyakinan, bukan ketakutan. Teruslah pupuk keyakinan hingga keyakinan itu tumbuh lebih subur daripada ketakutan. Sebab keyakinan kuat akan mengalahkan ketakutan. teruslah berusaha dan bertindak hingga rasa takut itu hilang. Yakinlah, setiap tindakan positif yang kita lakukan akan membawa perubahan sekaligus hasil yang juga positif.

Bagaimana dengan Takut Gagal

Banyaknya pengalaman negatif yang dialami seseorang tak pelak membuat orang itu takut gagal. Tahukah kita bahwa takut gagal telah membuat seseorang mengalami kelumpuhan total? Ketakutan terhadap kegagalan menghalangi kita dalam bertindak. Kita hanya akan terus memelihara harapan dan tidak menyertai harapan itu dengan tindakan. Akibatnya kita akan terus menunda tindakan-tindakan yang seharusnya dilakukan. Penundaan itulah yang menjauhkan kita dari peluang dan kesempatan meraih sukses. Penundaan juga akan mengalihkan fokus serta melemahkan kita, sehingga pengalaman yang seharusnya kita miliki menjadi hilang begitu saja.




Share:
Copyright © Carbebosnecess | Powered by Blogger Distributed By Protemplateslab & Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com