BELAJAR DARI KISAH INI JIKA INGIN SUKSES


Dalam hidup ini terkadang tidak semua orang mendukung dan optimis terhadap apa yang menjadi mimpi dan cita-cita kita. Ada pihak-pihak disekitar kita yang bersikap negatif terhadap usaha-usaha pencapaian mimpi yang tengah kita perjuangkan. Mereka bersikap pesimis, meremehkan menganggap usaha-usaha kita sia-sia dan mustahil untuk diwujudkan, mengejek bahkan bisa jadi sampai menganggap kita orang gila. Itu semua hal yang sangat mungkin kita temuai dalam kehidupan ini. Apalagi jika mimpi yang tengah kita perjuangkan adalah suatu hal baru yang belum banyak orang mampu mencapainya.

Bagaimana seharusnya sikap kita ketika berhadapan dengan orang-orang seperti ini? Apakah kita menyerah saja dan memilih berhenti karena tidak sanggup menghadapi penilaian demi penilaian dari mereka yang cenderung negatif dan destruktif terhadap diri kita?




Saya teringat kisah seorang luar biasa yang telah menorehkan tinta emas dalam peradaban dunia, yang dalam buku 100 orang berpengaruh di dunia karya Michael H. Hart berada pada posisi nomor satu. Siapakah belia? Beliau adalah baginda Rasulullah Muhammad saw, Nabi terakhir yang di utus oleh Allah untuk menyebarkan islam di muka bumi sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Apakah Nabi Muhammad diutus oleh Allah dalam kondisi masyarakat yang sudah ideal dan semuanya telah sepakat dengan islam? Sama sekali tidak. Muhammad diutus oleh Allah di sebuah negeri bernama Mekah. Negeri yang dianggap paling buruk pada masa itu, atau kita bisa menyebutnya dengan zaman jahiliyah, zaman dimana peradaban telah rusak, etika pergaulan rusak, tatanan masyarakat tidak terkondisikan, penyembah berhala, perbudakan merajalela, tidak ada penghormatan kepada wanita, meminum minuman keras, dan perjudian bebas bertebaran.

Apakah ketika islam datang ke negeri mekah ini seluruh msayarakat langsung berbondong-bondong menyembah Allah dan memeluk islam? Tidak sama sekali. Islam datang di negeri jahiliyah ini bukan mendapatkan sambutan yang hangat dan bersahabat, melainkan sebaliknya, justru Nabi Muhammad di anggap orang gila, tukang sihir, tukang berkhayal dan di kucilkan oleh masyarakat Quraisy. Nabi Muhammad mendapat perlakukan negatif secara psikologis yang begitu dahsyat karena misi mulia yang dibawanya, yaitu islam. Tidak hanya itu, Nabi Muhammad juga mengalami perlakuan negatif yang begitu luar biasa dalam tempo yang tidak sebentar. Ia dilempari batu, dilempari kotoran, dihujat, dicaci dan dikucilkan.




Apakah Nabi Muhammad putus asa dengan semua perlakuan yang tidak mengenakkan itu dan memilih berhenti menyebarkan islam ke muka bumi? Ternyata tidak. Nabi Muhammad tidak memperdulikan perlakuan-perlakuan negatif yang ia dapatkan dari orang-orang yang membencinya, justru malah mendoakan mereka agar diampuni oleh Allah dan dibukakan pintu hidayah. Masya Allah. Inilah akhlak Nabi Muhammad yang luar biasa dalam mengelola setiap hujatan, tekanan emosional dan cacian yang didapatkan.

Nabi Muhammad mampu mengambil hikmah dari setiap masalah yang dihadapi. Dia menikmati setiap hal yang bagi orang lain sebagai sebuah kesakitan namun menjadi kenyamanan. Celotehan negatif yang dihadapi menjadi sebuah energi luar biasa untuk semakin memompa semangat juang mendakwahkan islam ke seluruh penjuru bumi. Nabi Muhammad bersikap acuh terhadap semua cacian dan perlakuan negatif yang didapatkan. Dia sangat yakin bahwa apa yang dibawanya dan misi mulia yang diamanahkan kepadanya langsung dari Allah adalah sebuah kebenaran yang memang harus disampaikan keseluruh umat manusia.

Keyakinan seperti inilah yang mampu menjadikan kita bertahan dalam menghadapi setiap penilaian negatif orang lain. Biarkanlah orang-orang lain diluar sana sesuka hati menjelekkan kita, meremehkan bahkan menganggap kita gila. Bersikaplah acuh dan tuli terhadap semua penilaian negatif, tetaplah fokus pada mimpi-mimpi yang kita yakini bahwa mimpi itu adalah sesuatu hal yang sangat mungkin untuk diwujudkan dan bukan sesuatu hal yang mustahil. Teruslah menatap kedepan, bekerjalah jauh lebih keras, lakukan percobaan demi percobaan, jangan berhenti pada satu pencapaian sebelum mencapai puncak kesuksesan berada dalam genggaman tangan kita.


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Carbebosnecess | Powered by Blogger Distributed By Protemplateslab & Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com
The Hottest Post×